Restrukturisasi Kredit itu apa sih? Ini penjelasannya…

Apa itu Restrukturisasi? Restrukturisasi merupakan pemberian keringanan pembayaran cicilan pinjaman di bank atau Leasing.

Restrukturisasi kredit adalah upaya perbaikan yang dilakukan dalam kegiatan per-kreditan terhadap debitur yang berpotensi mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya dalam hal membayar hutang.

Kebijakan restrukturisasi kredit yang dilakukan pihak bank antara lain melalui:

  • Penurunan suku bunga kredit;
  • Perpanjangan jangka waktu kredit;
  • Pengurangan tunggakan bunga kredit;
  • Pengurangan tunggakan pokok kredit;
  • Penambahan fasilitas kredit; dan/atau
  • Konversi kredit menjadi Penyertaan Modal Sementara.

Apakah hutang pinjaman bisa dihapuskan dengan Restrukturisasi?

Tidak. Restrukturisasi bukan penghapusan hutang, tapi memberikan keringanan untuk membayar cicilan hutang. Jadi hutang kita masih ada.

Seperti apa bentuk keringanan yang diberikan Bank/Leasing?

Bentuk-bentuk keringanan kredit/pembiayaan yang bisa diberikan Bank/Leasing, yaitu:
1. Penurunan suku bunga
2. Perpanjangan jangka waktu.
3. Pengurangan tunggakan pokok.
4. Pengurangan tunggakan bunga.
5. Penambahan fasilitas kredit/pembiayaan.
6. Konversi kredit/pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara.

Baca Juga: Tabel angsuran bank terbaru

Apakah apabila mengajukan pasti akan diberikan keringanan kredit/pembiayaan?

Pemberian keringanan ini diutamakan untuk usaha kecil yang terkena dampak covid-19 dengan nilai pinjaman di bawah rp 10 milyar, terutama umkm, pekerja harian, nelayan, ojek online dan usaha kecil lain yang sejak terkena dampak covid-19 mengalami kesusahan membayar cicilan pinjaman.

Ingat sob, pemberian keringanan ini hanya untuk masyarakat yang betul-betul memperlukan.

Nah, kalau sobat masih mempunyai penghasilan tetap atau masih sanggup membayar, jangan “memanfaatkan” keringanan ini ya. biarkan bank/leasing fokus menolong saudara-saudara kita yang lebih memperlukan.

 

Apa manfaatnya pemberian keringanan ini? Mengapa tidak sekaligus dihapuskan saja seluruh hutang masyarakat di Bank/Leasing?

Pemberian keringanan ini untuk membantu masyarakat yang kesulitan membayar pinjaman, namun di sisi lain dapat tetap menjaga stabilitas keuangan. Mengapa
dilakukan selektif? Karena Bank/Leasing juga mengalami kesulitan pemasukan akibat terkena dampak Covid-19 sementara Perusahaan Bank/Leasing tetap harus membayar bunga kepada para penabung/investor dan mengeluarkan biaya operasional (menggaji karyawan, biaya sewa, listrik, air, dan lain-lain) sementara tidak ada pendapatan dari nasabah. Apabila harus menghapus semua hutang yang ada, Bank/Leasing bisa terancam tutup, mem-PHK pegawai, dan ujungnya bisa berimbas ke ekonomi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *