Sharing of Information

Hanya Blog UMY situs lain

 Bismillah

 

Pendidik dan pemimpin merupakan dua kata yang saling berkaitan (melengkapi). Pada dasarnya seorang pendidik bisa disebut pemimpin, karena ia mampu mengelola program pembelajaran dan menguasai materi (bahan ajar). Dalam hal ini pendidik mengawali pembelajaran dengan mengucap “Salam” dan membaca do’a sebelum pembelajaran dilakukan. Inilah contoh kecil sikap memimpin dalam konteks pendidikan, spesifiknya dalam proses pembelajaran.

Anda pasti sudah tau dan paham terkait ajaran kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara yang sangat poluler di kalangan masyarakat adalah Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani. Yang pada intinya bahwa seorang pemimpin harus memiliki ketiga sifat tersebut agar dapat menjadi panutan bagi orang lain.

Ajaran Kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara

Ing Ngarso Sun Tulodo artinya Ing ngarso itu di depan, Sun berasal dari kata Ingsun yang artinya saya, Tulodo berarti tauladan. Jadi makna Ing Ngarso Sun Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang – orang disekitarnya. Sehingga yang harus dipegang teguh oleh seseorang adalah kata suri tauladan.

Ing Madyo Mbangun Karso, Ing Madyo artinya di tengah-tengah, Mbangun berarti membangkitan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Jadi makna dari kata itu adalah seseorang ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat . Karena itu seseorang juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi dilingkungannya dengan menciptakan suasana yang lebih kodusif untuk keamanan dan kenyamanan.

Demikian pula dengan kata Tut Wuri Handayani, Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Sehingga artinya Tut Wuri Handayani ialah seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh orang – orang disekitar kita menumbuhkan motivasi dan semangat.

Guru sebagai salah satu komponen dalam kegiatan belajar mengajar, memiliki posisi yang sangat menentukan keberhasilan, karena fungsi adalah merancang, mengelola, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Dalam konteks PAI, guru Islam yang dikatakan berhasil adalah guru yang mampu menyampaikan materi keIslaman dengan baik, tidak hanya mencakup ranah kogitif (pengetahuan) saja, tetapi ranah afektif dan psikomotor juga harus dicapai. Sehingga ketiga aspek tersebut memiliki keseimbangan dan peserta didik paham hal itu, sehingga pendidikan tidak semata-mata transfer ilmu tetapi lebih tepatnya untuk transform ilmu.

Sebenarnya, agama Islam mengajarkan bahwa setiap umat Islam wajib mendakwahkan dan mendidikkan ajaran agama Islam kepada yang lain. Sebagaimana dalam Q.S. Al-Nahl 125, Q.S. Al-Syuro’ 15, Q.S. Ali Imron 104, dan Q.S. Al-‘Ashr 1-3. Berdasarkan ayat-ayat di atas dapat di pahami bahwa siapapun dapat menjadi pendidik agama Islam, asalkan mempunyai pengetahuan (kemampuan) lebih, mampu mengimplisitkan nilai relevan (dalam pengetahuan itu), yakni sebagai penganut agama yang patut dicontoh dalam agama yang diajarkan, dan bersedia menularkan pengetahuan agama serta nilainya kepada orang lain. Pendidik yang baik pasti memiliki karakter yang baik pula, di bawah ini di uraikan tentang karakter guru PAI.

Karakteristik Guru Pendidikan Agama Islam (PAI)

Menjadi guru PAI yang ideal juga harus mempunyai karakteristik sebagai berikut :

1. Memiliki keterampilan dasar (Basic Skill)

Keterampilan yang di maksud ialah ilmu dan keterampilan yang diperoleh melalui pendidikan di sekolah formal

Adapun profil kemampuan dasar bagi seorang pendidik adalah :

a. Menguasai materi pembelajaran, baik dalam kurikulum maupun aplikasinya dalam materi pembelajaran.

b. Mampu mengelola program pembelajaran.

c. Mampu mengelola kelas dan menciptakan iklim pembelajaran yang konduktif.

d. Menggunakan media atau sumber belajar.

e. Menguassai landasan-landasan kependidikan.

f. Mampu mengelola interaksi dalam proses pembelajaran dan memberika penilaian yang komprehensif kepada siswa.

2. Menguasai keterampilan khusus (Spesialisasi).

Tenaga kerja yang memiliki keahlian khusus akan mampu bertahan dan bersaing di abad mendatang.

3. Menguasai keterampilan komputer.

Hampir semua sisi umat manusia tidak terlepas pada pelajaran komputer. Kehidupan manusia di abad mendatang akan sangat tergantung pada pelajaran komputer. Guru harus mempunyai keterampilan dasar yang diperoleh dari pendidikan di sekolah formal. Guru PAI juga tidak hanya mampu mengajar saja, tapi harus mampu menguasai teknologi dan mampu bersaing diabad mendatang

4. Menguasai keterampilan berkomunikasi dengan bahasa asing.

Berkomunikasi dengan bahasa asing, mutlak diperlukan di era globalisasi ini terutama bahasa Inggris.

5. Menguasai keterampilan manajerial dan kepemimpinan.

Kompetensi manajerial di tandai oleh kemampuan mengatur dan mengelola organisasi menjadi lebih berdaya guna dan berhasil guna.

Bila dihubungkan dengan kualitas, profesionalitas harus mampu menanamkam prioritas pada pola kerja tim dan membangun budaya masyarakat lokal yang kuat, termasuk di lingkungan lembaga pendidikan. Guru PAI yang ideal (profesional) harus memiliki kemampuan.

1. Meingkatkan kemampuan strategi pengendalian resiko di antara teman seprofesi.

2. Memiliki kreativitas yang tinggi dan mampu menghadapi setiap manusia yang berbeda.

3. Komitmen terhadap pekerjaan walaupun sangat sulit.

4. Konsisten pada setiap orang dan berprilaku pamong dalam kesehariannya, bukan hanya sekedar di atas kertas kebijakan atau prosedur-prosedur.

5. Mengembangkan norma gabungan.

6. Saling mendorong dan memberikan bantuan.

7. Kemampuan melihat problem sebagai masalah bersama.

 

 

Keep Our Spirit ^_^

 

Categories: Islamic Education'10

About aflah rika ratih

Saya AFLAH RIKA RATIH putri kedua dari bapak Sungkowo dan Ibu Sati. Saya akrab dipanggil dengan (AFLAH) lahir di Cilacap pada tanggal 11 Juni 1992. Pada tahun 1998 saya masuk di Sekolah Dasar Negeri 02 Jeruklegi Wetan Kec. Jeruklegi Kab. Cilacap. Setelah lulus sekolah dasar pada tahun 2004, saya melanjutkan studi di SMP Negeri 1 Jeruklegi. Kemudian pada tahun 2007 saya masuk di SMA Negeri 1 Jeruklegi. Ketika kenaikan kelas atau penjurusan, saya bergabung di COMPARO. Istilah tersebut khusus bagi anak-anak yang masuk di kelas XI IPA 2. Istilah COMPARO berasal dari 3 bahasa yaitu jawa, indonesia dan inggris. Arti dari COMPARO yaitu Community IPA Loro :D Saya sangat bahagia karena menjadi bagian dari COMPARO, kami sangat solid dan berjiwa toleransi yang tinggi. COMPARO berada dibawah naungan Bp Tohari, sebut saja wali kelas kami. Suka duka kami jalani dan lewati bersama, sampai pada akhirnya kami neik kelas XII. Dan Alhamdulillah kami masih diberi waktu untuk ttp bersama. Kenaikan kelas tidak di acak siswanya, jadi kami masih utuh menjadi keluarga COMPARO hehe. Wali kelasnya pun sama yaitu bp Tohari. Lengkaplah sudah kebahagiaan kami :)) Pada tahun 2010 saya lulus SMA dan memutuskan untuk melanjutkan studi di kota terpelajar Yogyakarta. Saya mengambil jurusan Islamic Education, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Disinilah saya merasakan jauh dari keluarga tercinta, namun semua ini bukan menjadi penghalang bagi saya untuk meraih apa yang saya inginkan. Jarak tidak memisahkan dukungan keluarga untuk saya. Pada pertengahan tahun 2011 saya merasakan kesulitan dalam membagi waktu karena saya harus bolak balik jogja-cilacap sehubungan dengan tanggung jawab saya dalam mengemban amanah yaitu mendidik anak anak di Miftahul Huda, salah satu lembaga pendidikan di kampung halaman saya. Dan di pertengahan tahun 2012 bulan juni saya memutuskan untuk mengikuti program FAI yaitu Mubaligh Hijrah. Dan saat itu pula saya sudah mulai berhenti mengajar di Miftahul Huda karena banyak pertimbangan dan akhirnya saya memilih mengikuti pembekalan MH. Alhamdulillah dengan mengikuti program tersebut banyak pengalaman dan rezeqi yang saya dapat. Setelah program MH selesai, saya diberi kepercayaan untuk membimbing adek adek di masjid Muttaqin. Bismillah saya menerima tawaran dari takmir masjid, dan alhamdulillah sampai saat ini saya masih bisa meluangkan waktu untuk membimbing adek adek TPA muttaqin. Tidak lama kemudian saya mendapat tawaran untuk mengajar di PAUD. Dengan berbagai pertimbangan, bismillah saya menerima tawaran tersebut dan pada tanggal 23 September 2012, itu hari pertama sya mengajar anak anak PAUD Menur.

PROFIL AKU

aflah rika ratih

Saya AFLAH RIKA RATIH putri kedua dari bapak Sungkowo dan Ibu Sati. Saya akrab dipanggil dengan (AFLAH) lahir di Cilacap pada tanggal 11 Juni 1992. Pada tahun 1998 saya masuk di Sekolah Dasar Negeri 02 Jeruklegi Wetan Kec. Jeruklegi Kab. Cilacap. Setelah lulus sekolah dasar pada tahun 2004, saya melanjutkan studi di SMP Negeri 1 Jeruklegi. Kemudian pada tahun 2007 saya masuk di SMA Negeri 1 Jeruklegi. Ketika kenaikan kelas atau penjurusan, saya bergabung di COMPARO. Istilah tersebut khusus bagi anak-anak yang masuk di kelas XI IPA 2. Istilah COMPARO berasal dari 3 bahasa yaitu jawa, indonesia dan inggris. Arti dari COMPARO yaitu Community IPA Loro :D
Saya sangat bahagia karena menjadi bagian dari COMPARO, kami sangat solid dan berjiwa toleransi yang tinggi. COMPARO berada dibawah naungan Bp Tohari, sebut saja wali kelas kami. Suka duka kami jalani dan lewati bersama, sampai pada akhirnya kami neik kelas XII. Dan Alhamdulillah kami masih diberi waktu untuk ttp bersama. Kenaikan kelas tidak di acak siswanya, jadi kami masih utuh menjadi keluarga COMPARO hehe. Wali kelasnya pun sama yaitu bp Tohari. Lengkaplah sudah kebahagiaan kami :))
Pada tahun 2010 saya lulus SMA dan memutuskan untuk melanjutkan studi di kota terpelajar Yogyakarta. Saya mengambil jurusan Islamic Education, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Disinilah saya merasakan jauh dari keluarga tercinta, namun semua ini bukan menjadi penghalang bagi saya untuk meraih apa yang saya inginkan. Jarak tidak memisahkan dukungan keluarga untuk saya.
Pada pertengahan tahun 2011 saya merasakan kesulitan dalam membagi waktu karena saya harus bolak balik jogja-cilacap sehubungan dengan tanggung jawab saya dalam mengemban amanah yaitu mendidik anak anak di Miftahul Huda, salah satu lembaga pendidikan di kampung halaman saya. Dan di pertengahan tahun 2012 bulan juni saya memutuskan untuk mengikuti program FAI yaitu Mubaligh Hijrah. Dan saat itu pula saya sudah mulai berhenti mengajar di Miftahul Huda karena banyak pertimbangan dan akhirnya saya memilih mengikuti pembekalan MH. Alhamdulillah dengan mengikuti program tersebut banyak pengalaman dan rezeqi yang saya dapat. Setelah program MH selesai, saya diberi kepercayaan untuk membimbing adek adek di masjid Muttaqin. Bismillah saya menerima tawaran dari takmir masjid, dan alhamdulillah sampai saat ini saya masih bisa meluangkan waktu untuk membimbing adek adek TPA muttaqin. Tidak lama kemudian saya mendapat tawaran untuk mengajar di PAUD. Dengan berbagai pertimbangan, bismillah saya menerima tawaran tersebut dan pada tanggal 23 September 2012, itu hari pertama sya mengajar anak anak PAUD Menur.


Popular Posts

Happy Mother's Day

Hari ini tepatnya Sabtu, 22 Desember merupakan hari yang bersejarah ...

Firman Allah SWT

“ Wa uhibbu man syi’ta fainnaka fariqun “ Terkadang kita mencintai ...

TuntutLah ILmu MinaL

Dunia ini tidak terlepas dari istilah ilmu. Mayoritas orang membicarakan ...

No 2 bukan pilihan

Imam Robandi (2010:11). Dalam buku beliau yang berjudul "the ethos ...

WASPADA PERMUSUHAN

WASPADA PERMUSUHAN                         Mewasdai permusuhan sangat penting, hidup dalam permusuhan tidak ...