ilmu science paiu

Just another Blog UMY site

Filsafat bisa didefinisikan sebagai usaha dengan menggunakan metode ilmiah untuk memahami dunia di mana kita hidup. Usaha ini dimaksudkan untuk memahami dunia dengan cara menggabungkan hasil ilmu pengetahuan khusus ke dalam semacam suatu pandangan dunia yang konsisten. Hal ini selalu menjadi tujuan filsafat sejak Thales sampai jaman sekarang. Pengertian filsafat yang sering diutarakan, yaitu berpikir secara sistematis, radikal, dan universal, untuk mengetahui tentang hakikat segala sesuatu (Hery Noer Aly, 1999: 22-23).
Berangkat dari pengertian filsafat, maka dapat dirumuskan pengeretian filsafat adalah Usaha untuk memahami sesuatu secara kritis, sistematis, radikal (mendalam), rasional, dan bersifat komprehensif.
Secara etimologi istilah “agama” berasal dari kata Sansekerta, yang berasal dari dua suku kata, yaitu a, artinya tidak dan gam, artinya pergi, jadi agama artinya tidak pergi, tetap di tempat, diwarisi turun-temurun (Harun Nasution, 1979: 9). Sedangakn dalam Tadjab, dkk., (1994: 37) menyatakan bahwa agama berasal dari kata a, berarti tidak dan gama, berarti kacau, kocar-kacir. Jadi agama artinya tidak kacau, tidak kocar-kacir/ teratur.
Jadi,agama adalah jalan hidup yang harus ditempuh oleh manusia dalam kehidupannya di dunia ini supaya lebih teratur dan mendatangkan kesejahteraan serta keselamatan.
Suatu agama secara generik dapat didefinisikan sebagai sebuah sistem simbol (misalnya, kata-kata dan isyarat, cerita dan praktik, benda dan tempat) yang berfungsi agamis, yaitu, suatu yang terus menerus dipakai partisipan untuk mendekat dan menjalin hubungan yang benar atau tepat dengan sesuatu yang diyakini sebagai realitas-mutlak. Yakni adanya sesuatu yang dianggap transedental yang menjadi motif seseorang untuk beragama dan berpengaruh terhadap pola kehidupannya. Tuhan tidak dapat dilihat (secara dzohir), tapi peran-Nya sangat dominan sekali dalam kehidupan seseorang. Agama adalah perasaan mendalam akan ketergantungan pada kekuatan yang tidak dapat dilihat tetapi mengendalikan dan menentukan nasib kita….
Sebagai konklusi, pengertian filsafat agama adalah suatu sikap terhadap agama secara kritis, sistematis, radikal (mendalam), rasional, dan bersifat komprehensif yang didasari oleh suatu keyakinan mendalam terhadap sesuatu kekuatan yang transedental/ sebagai realitas-mutlak dan ghaib tetapi mengendalikan dan menentukan nasib kita dan dianggap menjadikan hidup teratur dan mendatangkan kesejahteraan dan keselamatan.
Shofwan Abdul Aziz

PROFIL AKU

Raden Agam Abdurrahim


Popular Posts

Hello world!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Monoisme dan Dualism

Monoisme adalah suatu system filsafat yang bertitik tolak dari satu ...

Materialisme dan Ide

apa yang selalu menjadi pertanyaan filsafat akhirnya berpuncak pada apakah ...

Filsafat Idealisme

Idealisme ialah filsafat yang pandangan yang menganggap atau memandang ide ...

Filsafat Materialis

Materialisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang pandangannya bertitik tolak ...