MENCIPTAKAN PERTANIAN YANG MODERNISASI DAN REVOLUSIONER MELALUI PERAN PEMUDA YANG INOVATIF DAN KREATIF DALAM WADAH GLOBALISASI

 

Pembangunan ketahanan pangan merupakan salah satu faktor kunci dalam pembangunan suatu bangsa. Ketahanan pangan merupakan subsistem dengan subsistem utama ketersediaan pangan, distribusi, dan konsumsi. Komitmen pemerintah sangat besar terhadap aspek ketahanan pangan bagi pembangunan bangsa dan ketahanan nasional.ketahanan pangan merupakan suatu sistem yang sangat kompleks mencakup fungsi penyediaan, distribusi dan konsumsi, maka satu hal ini berarti bahwa ketahanan pangan merupakan suatu sistem yang dibangun secara lintas sektoral, lintas pelaku, dan lintas daerah.

Pertanian sebagai penjaga nyawa ketahanan pangan mempunyai kontribusi penting terhadap perekonomian yaitu kontribusi produk dalam sumbangannya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan juga kontribusi pasar. Di Indonesia sebagai Negara agraris, ada peran tambahan dari sektor pertanian yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat yang sebagian besar sekarang berada di bawah garis kemiskinan

Pemuda sebagai agen penerus bangsa mampu mengambil peran penting dalam memantapkan ketahanan pangan. Fungsi-fungsi berupa proses memampukan, melibatkan, dan memberikan kewenangan pada masyarakat dapat menjadi sumber pemberdayaan pemuda untuk pemberdayaan masyarakat yang lebih luas. Pemuda memiliki tipe pemikiran yang kritis dan kreatif. Sebagai mana bagian dari pemuda tak lepas dari sifat ini. Sejarah mengatakan, bahwa perubahan-perubahan besar berawal dari para pemuda. Kita dapat melihat bagaimana peristiwa kebangkitan nasional

Modern ini, banyak aspek yang melibatkan pemuda dalam pergerakannya dengan didasari bahwa potensi pemberdayaan pemuda merupakan cara yang efektif dan tepat mengingat perannya yang tidak hanya berhenti pada penyelesaian masalah di masa sekarang, tetapi juga jauh ke depan sehingga bersifat jangka panjang.

Permasalahan strategis dalam pembangunan ketahanan pangan dapat dilihat dari ketiga aspek (ketersediaan, distribusi, dan konsumsi), yaitu:

1. Produksi, terutama ketersediaan dan kecukupan di tingkat rumah tangga, daerah dan nasional.

2. Distribusi berupa pemerataan pangan antar wilayah, antar waktu, dan antar golongan pendapatan masyarakat, termasuk kerterjangkauan harga pangan strategis.Mengingat wilayah indonesia yang terdiri dari gugusan pulau-pulau besar dan kecil masalah tersendiri dalam hal pendistribusian secara massal.Kecacatan perataan pendistribusian akan menjadi sebuah masalah yang baru yang bisa mempersulit pendistribusian dan bisa meyebabkan kecemburuan sosial terhadap obyek dari pendistribusian itu.

3. Konsumsi yang meliputi peningkatan kualitas konsumsi gizi, penganekaragaman pangan, serta sistem kewaspadaan pangan dan gizi guna terciptanya masyarakat yang sehat dan cerdas guna lahirnya generasi yang yang mampu menjadi tulang punggung bangs.Berdasarkan permasalahan ketahanan pangan di atas maka dapat diambil celah dimana para pemuda mampu berperan dalam upaya pemecahan masalahnya bahkan dapat berperan sebagai mitra sosial masyarakat demi mencapai cita-cita ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Pemuda dapat berperan pada aspek produksi dengan sangat baik dan terarah dengan melaksanakan kegiatan bermanfaat berikut:

1. Kajian Pertanian dan Pengembangan IPTEK

Mengadakan kajian pertanian dengan mengundang para pakar, mahasiswa, siswa serta masyarakat umum lainnya mengenai penanggulangan permasalahan hama, permasalahan alih fungsi lahan, varietas baru serta pada bidang lainnya dengan bimbingan khusus para ahli bidang pertanian.

2. Melakukan Upaya Advokasi Terhadap Isu Ketahanan Pangan

Pemuda dapat bergabung dalam suatu kelompok kemudian mengaji permasalahan sehingga dihasilkan rekomendasi serta membantu usaha advokasi jika memang diperlukan. Misalnya terhadap kasus alih fungsi lahan.

3. Pengawas Kebijakan Pemerintah

Beberapa kebijakan pemerintahan mengenai ketahanan pangan sudah diatur dalam undang-undang. Namun kenyataan di lapangan seringkali terjadi penyalahgunaan atau pelanggaran kebijakan tersebut oleh masyarakat. Pemuda mampu bertindak sebagai lembaga pengawasan independen yang aktif terhadap isu tersebut.

4. Penggagas Inovasi Mikro untuk Motivasi Pelaku Pertanian

Ide-ide brilliant pemuda sangatlah tidak terbatas termasuk dalam inovasi sistem yang memungkinkan untuk meningkatkan semangat petani dalam kegiatannya. Misalnya pemberiaan reward pada petani yang mampu mengembangkan dan memproduksi serta berhasil memasarkan padi unggul sehingga menarik perhatian petani lain untuk ikut andil dalam kegiatan berprestasi yang erat kaintannya dengan peningkatan ketahanan pangan.

Pada aspek distribusi ada banyak hal yang dapat dilakukan para pemuda demi menjaga kestabilan ketahanan pangan, usaha-usaha tersebut antara lain:

1. Kontrol Ekonomi Petani

Kontrol Ekonomi Petani merupakan sistem yang menganalisa cash flow rumah tangga petani sehingga didapat data mengenai perekonomian mikro rumah tangga. Berdasarkan pada data tersebut kemudian dibuat sistem tabungan rutin yang sewaktu-waktu bisa diambil oleh petani untuk pemenuhan kebutuhannya sehingga petani tidak perlu menjual dengan cepat hasil panennya demi memenuhi kebutuhan rumah tangga.

2. Pendidikan Rutin Agribisnis

Kelompok pemuda dapat berperan dengan memfasilitasi pendidikan agribisnis ini dengan mengundang pakar dalam bidang agribisnis dan kemudian memberikan ilmu-ilmu keagribisnisan ke masyarakat.

Selain aspek poduksi dan distribusi, aspek konsumsi memainkan peranan penting dikarenakan selera masyarakat terhadap beras lokal yang tak tergantikan dengan beras unggul. Upaya yang bisa dilakukan kelompok pemuda ialah:

1. Memberikan pemahaman tentang pentingnya diversifikasi pangan kepada masyarakat.

2. Melakukan consuming test bekerjasama dengan pemerintahan dengan cara membagikan beras unggul dalam jumlah tertentu kepada masyarakat secara rutin sehingga masyarakat akan terbiasa.

Pemuda merupakan agen kreatif yang mampu menghasilkan ide-ide baru serta mampu membawa isu yang dianggap tradisional menjadi perhatian public modern dan menjadi sangat penting. Kepedulian terhadap pertanian sejauh ini hanya dilakukan oleh lembaga-lembaga pemerintahan, para ahli, pelaku pertanian, pelajar serta gapoktan, kelompok tani dan perangkat desa.

3.Memberikan advokasi-advokasi pertanian

Ketidakberdayaan petani menghadapi sistem yang tidak menguntungkan perlu mendapat pendampingan dari para pemuda. Ketidakberdayaan mereka menghadapi sistem ijon, rentenir, ataupun ketidakberdayaan menghadapi tengkulak ataupun pedagang dapat dijadikan wahana para pemuda untuk memberikan kontribusinya.

4.Menjadi SDM pembangunan pertanian

Saat ini banyak pemuda Indonesia yang memiliki cita-cita berkiprah diluar sektor pertanian. Tentunya, hal tersebut adalah hal yang wajar dan sah-sah saja. Namun demikian, setidaknya masih diperlukan para pemuda yang memiliki komitmen utnuk terjun membangun sektor pertanian.

Tren resesi dunia yang mengarah pada krisis pangan dan energi setidaknya akan menjadi peluang besar bagi tumbuhnya usaha tani atau usaha sektor pertanian. Apabila para pemuda yang memeiliki kekuatan dan semangat yang tinggi terjun ke dunia pertanian, tentunya negara ini masih punya harapan untuk melihat naiknya kesejahteraan petani Indonesia

 

Gerakan pemuda peduli pertanian haruslah dibentuk mengingat potensi yang dimilikinya bersifat jangka panjang. Faktor pengaruh modernisasi atau karena kurangnya pengetahuan di bidang ilmu pertanian pada pemuda dapat menjadi alas an utama keengganan mereka untuk membuat kelompok tersebut. Namun hal itu dapat diatasi dengan peran serta mahasiswa pertanian, kelompok ahli dan lembaga pemerintahan yang perduli terhadap pemberdayaan pemuda untuk ketahanan pangan masa depan.

 

 UMY Link

 

Tentang Blog UMY Admin 7 Articles
Penjaga gawang Blog UMY. Butuh bantuan? Gunakan kontak di bawah ini untuk menghubungi kami:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Lewat ke baris perkakas