Cinta Tak Bersayap

Malam telah berganti. Perlahan-lahan sang rembulan kembali keperaduan untuk mulai bermimpi. Aku berdiri di bawah pelataran cakrawala malam yang dingin. Membuat beku jiwa dan awal pikiran. Mata yang sayup begitu sulit untuk dipejamkam. Sekedar hanya untuk bergelut dengan hangat selimut pun tak bisa. Menahan kantuk yang sudah overdosis. Tapi aku paksakan untuk mengenang dan bernostalgia tentang sesuatu yang pernah melintas di alam masa lalu.

Bersama malam yang membisu ku coba untuk merangkai sebuah kisah. Kisah lama yang ingin terungkap lagi dan untuk memahaminya. Saat menulis, pikiran aku terhenyak akan sesosok dirimu. Sosok yang begitu membekas untuk membuat sebuah kisah tersebut. Senyum yang sudah lama tak mekar. Kehangatan yang hilang ditelan dinginnya cinta yang beku. Kasih sayang yang hanya bisa aku temukan dalam ruang semi tak bersuara.

Malam itu,malam Jogja yang kembali ku nikmati setelah hampir dua bulan bersua dengan riak-riak kampung halaman. Dingin tapi menyejukkan adalah sambutan khusus untuk diriku setiba di tanah Gudeg. Pesawat baru saja landing di Bandara Adi Sucipto. Perjalanan pulang yang menguras tenaga tak ayal membuat seonggah tubuh ini terasa tak berdaya. Namun, pesan masuk di Handphone seperti ketiban rezeki. Hitungan menit ada saja sms yang masuk. Isinya sama,teman-teman ingin melihat malam keakraban mahasiswa baru Fakultas Pertanian UMY tahun 2013. Dalam hati saya membatin diri. Tubuh ini sudah tak berdaya lagi untuk melemburkan kesibukan. Tapi demi kebersamaan dan untuk menghargai teman-teman ku putuskan untuk ikut meskipun dalam kondisi letih yang mendera.

Satu jam kurang lebih akhinya sampai juga ditempat tujuan. Hampir saja momen api unggun terlewati. Muka –muka baru Maba berwarna warni menandakan pluralisme domisili. Ada yang dari Jawa,mendhok lagi,hehe. Sumatera pun tak luput, Palembang,Medan,Jambi dan sebagian daerah yang lainnya ikut terdelegasi dalam mahasiswa baru 2013. Rasa capek pun hilang melihat kehangatan yang harmonis keluarga pertanian. Keluarga baruku terus bertambah sekaligus jadi sepuh sebagai angkatan atas

Ketika tengah asyik bercengkrama dengan teman-teman seangkatan yang terlibat dalam kepanitian,entah sengaja atau tidak aku kembali melihat sebuah “sosok cinta lama”. Getaran dalam jiwa mengalir mengikuti peredaran darah. Begitu cepat dan seakan menunggu waktu untuk meledak. Seperti bom waktu. Dan ketika saling bertatap mulut seakan terkunci keras. Otakku tiba-tiba terhenti tanpa bisa mengolah kata untuk diucapkan. Hanya lemparan senyuman yang ramah mampu ku suguhkan. Tangan beruntai dan bersalaman dengan dirimu.

Aku berkata dalam hati seiring tangan yang belum terlepas dalam jabatan. “Tuhan,apa yang ku rasakan?Gerangan apa ini,cinta ataukah sebbuah kekacauan jiwa dan raga yang ku alami?. “Aku rasa tidak Tuhan,ini adalah sebuah bersitan cerita masa lalu namun terus hidup dalam jiwaku. Sebuah kenanagan yang membekas kuat atas rasa cinta untuk sulit dilupakan. Sebuah mutiaraku yang pergi namun kembali terlihat meski bukan milikku

Sebuah ungkapan dirimu mulai membuai,keluar dan memecahkan kebekuan oleh waktu. Cinta yang sempat terajut ada dihadapan mata. Kau yang dulu aku cintai sepenuh hati. Bersama kita rangkai cerita untuk membuat sebuah kumpulan “bunga-bunga” wangi peneguh cinta cucu Adam hawa.

Masih terlihat ayu pesonamu. Sama seperti saat pertama kali kita bertemu,tak berubah juga disaaat kita memadu cinta dalam ikatan hubungan pacaran. Manis yang aku rengguk saat kau dan aku menjadi ikatan kita. Rasa sayang yang tulus ku berikan seolah kembali teringat dalam pertemuan malam ini.

Namun,pertemuan adalah gerbang perpisahan. Seperti pepatah mengatakan disetiap pertemuan pasti ada perpisahan. Begitulah yang kurasakan malam itu. Aku bertemu kamu lagi dalam perpisahan. Perpisahan yang telah memutuskan cinta kita. Malam itu hanyalah sebuah cerminan pertemuan kita. Masih ingatkah kamu dengan lagu Whistle. Lagu siulan yang bermuara dalam lembah cinta. Entahlah aku tak tahu,mungkin sudah terlupakan bagimu tentang itu semua.

Kini, selepas pertemuan ditengah perpisahan perputaran waktu terus bergulir. Kita masih bertemu. Bertemu dalam kesamaan tuntutan akademis. Kesibukan kuliah tak sengaja mempertemukan kau dan aku. Bertemu yang penuh jarak. Jarak yang tak mungkin ditemukan di jalan saat kita tak berjarak. Jalan panjang yang beda sudah membentang. Aku kembali menyibukkan diriku dengan segala rutinitas kuliah. Begitu juga pun kamu, kesibukan kuliah dan organisasi juga menjadi jalan pilihanmu.

Terkadang, pernah ku bertanya pada dirimu meski ku tanya pada batinku sendiri. “Masihkah kau merasakan cinta seperti dulu?Masih kah tersimpan seberkas cahaya cintamu untuk diriku?Ku rasa semuanya sudah terhapus tak berbekas. Lembaran-lembaran cerita yang pernah kita buat mungkin telah terhapus seiring dengan kau tuliskan lembaran cinta baru dalam hidupmu. Mungkin juga cinta dulu telah jauh terbuang bersama waktu yang terlampau.

 

Aku dengan kesendirianku saat ini terus merindukan dan mencintaimu dengan caraku sendiri. Dalam diam aku terus berusaha untuk menyayangimu dan memperhatikanmu sepenuh hatimu. Meski kau telah temukan diriku,aku tak akan berubah. Aku tetap mencintaimu.manisnya kebersamaan kita yang dulu tetap ku ingat dan terus menjadi sumber senyuman saat ku tak mampu menahan rasa kehilangan dirimu. Kamu adalah perempuan yang terus membekas dihatiku.perempuan yang terus dirindukan dari jauh tanpa kau ketahui

aku hanya berharap kau terus bahagia karena kebahagiaanku adalah ketika kamu juga merasakan kebahagiaan dalam hidupmu. Tersu berjalan dengan tegar  untuk meraih mimpi-mimpimu. Saat kau katakan kau ingin ke Paris,berusahalah sekuat tenaga dan berdoa tiada henti disetiap sujudmu kepada Allah. Berikhtiar yang kuat sehingga Bakerymu terwujud. Siapa tahu suatu saat aku bisa menikmati olahan bakerymy,hehehe. Andai tuhan mengizinkan permintaanku maka aku ingin kamu yang teakhir untutkku. Karena kau lah cinta terakhir diri ini. Semoga kau temukan yang bisa membuatmu bahagia dan senyum yang begitu manis. Aku dari jauh selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Cintamu tak mungkin lagi kugapai. Mengulang masa lalu adalah sebuah kekonyolan karena aku hanyalah burung tanpa sayap yang tak mampu terbang jauh untuk meraih cintaku. Selamat tinggal untuk cinta yang pernah ku pertahankan. Mungkin inilah saatnya untukku melepas semuanya. Aku hentikan semua tentangmu sayang

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Lewat ke baris perkakas