“Kau yang dirindu”

Langit malam yang temaram

Enggan bergumam

Dingin malam

Menyeringai bisu yang kelam

Riuh desir angin malam

Membawa rasa rindu yang mengalir mengenyam

Bergumam dalam ruang hati yang terdalam

Merindukan sosok dalam diam

Otakku

Pikiranku kembali memutar waktu

Mengenang insan dalam bingkai masa lalu

Merangkai bunga cinta bersama daku

Tergambar wajahmu

Senyum manis tersipu malu

Namun tetapku rindu

Demi Tuhan,aku merindukanmu dalam bisu

Masihkah kau pikirkan aku

Sejenak terlintas dalam pikiranmu

Yang semu dalam kisah cintamu

Ahhhh,semua telah berlalu

Kau yang pantas dicintai daripada dibenci

Tapi mengapa kau pergi sesuka hati

 Berlain hati yang kau ingini

Hingga menyisakan luka yang tak berperi

Masih kuselip namamu dalam setiap doa ku yang sunyi

Setiap 5 waktu dalam sehari

Dari mentari menerangi bumi

Sampai bulan memancarkan diri

Aku benci semua ini

Kau yang dulu disini

Secepat kilat menghapus diri

Hingga ku tak mampu menemukanmu lagi

 

Agus Arianto, Yogyakarta, 25 September 2013

Dalam sunyi yang menginspirasi diri untuk menulis puisi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Lewat ke baris perkakas