ANALISIS USAHATANI KETELA POHON

 

 

AGUS ARIANTO-20110210030

No

Komponen

Volume

Satuan

Harga satuan

(Rp)

Jumlah

(Rp)

Keterrangan

I PENGELUARAN

  1. A.    Biaya Tetap
    1. Sewa Lahan
    2. Sewa Traktor
    3. Tanki Semprot
    4. Cangkul
    5. Sabit
    6. Sewa mobil angkut (panen)

1

1

2

5

6

2

Ha

Unit

Buah

Buah

Buah

Unit

4.000.000

350.000

350.000

40.000

30.000

1.000.000

4.000.000

350.000

700.000

200.000

180.000

2.000.000

6 bulan

 

Sub total

7.430.000

II
  1. B.     Biaya Variabel
    1. Pengolahan tanah dan membuat guludan
    2. Penyiapan bibit
    3. Penanaman
    4. Pemeliharaan
      1. Penyulaman
      2. Penyiangan dan pembumbunan
      3. Pemupukan dan pembalikan batang
      4. Pengairan
      5. Pengendalian OPT
      6. Panen
      7. Pasca panen
    5. Sarana Produksi
      1. Bibit
      2. Urea
      3. TSP
      4. KCl
      5. Insektisida

Marshal 25 ST

8

8

20

5

10

8

3

6

30

10

11.000

200

100

200

4

HOK

HOK

HOK

HOK

HOK

HOK

HOK

HOK

HOK

HOK

 

Stek

kg

kg

kg

botol

30.000

30.000

30.000

30.000

30.000

30.000

30.000

30.000

30.000

30.000

1.000

2.000

3.000

2.500

50.000

240.000

240.000

600.000

150.000

300.000

240.000

90.000

180.000

900.000

300.000

11.000.000

400.000

300.000

500.000

200.000

HOK = Hari Orang Kerja

Biaya pekerja sudah termasuk uang makan 1 kali

9.000 stek batang/ha

2.000 stek cadangan

dasar, susulan

isi 500 ml

 

Sub total

15.640.000

  Total Biaya Produksi

23.070.000

III Pendapatan Utama

Pendapatan Lain

  1. Batang
  2. Daun

70.000

36.000

900

Kg

Batang

iket

1.000

500

500

70.000.000

 

18.000.000

450.000

  Total Pendapatan

88.450.000

  Keuntungan

65.380.000

 

Biaya Produksi (Total Biaya)  = Biaya tetap + Biaya Variable

= Rp 7.430.000 +  Rp 15.640.000

= Rp 23.070.000

Penerimaan Utama = Produksi x harga

= 70.000 kg x Rp.1.000

= Rp. 70.000.000

Penerimaan Lain    = Pendapatan Batang + Pendapatan Daun

= Rp 18.000.000 + Rp 450.000

= Rp 18.450.000

Penerimaan Total   = Pendapatan Utama + Pendapatan Lain

= Rp 70.000.000 + Rp 18.450.000

= Rp 88.450.000

Keuntungan Penerimaan = Penerimaan – Biaya Produksi

= Rp. 88.450.000 – 23.070.000

= Rp. 65.380.000

  1. BEP Penerimaan         =FC

1-      VC/s

= Rp          23.070.000                              

1-      Rp 65.380.000/Rp 88.450.000

= Rp 23.070.000

1-0.74

= Rp 88.730.769

  1. BEP Produksi             = 23.070.000 / 1.000

=  23.070 kg

 

  1. BEP Harga                  = 23.070.000/ 70.000

=  Rp 329,57 /kg

Dari perhitungan tersebut dapat dilihat bahwa usaha tani ketela pohon  mengalami break even atau titik impas jika penerimaan yang diperoleh petani sebesar Rp 88.730.769 per musim per usahatani, harga Rp 329,57 / kg per musim atau dengan produksi 23.070 kg.

  1. Analisis Kelayakan
  2. 1.    R/C Ratio  = Penerimaan

  Total Biaya

                        = Rp 88.450.000

Rp 23.070.000

= 3,83

  1. 2.    n/C             = Keuntungan

        Biaya

= Rp. 65.380.000

Rp. 23.070.000

= 2,83

  1. 3.    Profit Margin        = Keuntunganx 100 %

   Penerimaan

= Rp 65.380.000x 100%

Rp 88.450.000

= 0,74x 100%

= 74%

Berdasarkan perhitungan R/C ratio dapat dilihat bahwa usaha pertanian ketela pohon layak untuk dikembangkan karena R/C ratio > 1 dan n/C melebihi bunga bank yang berlaku, selain itu profit marginnya juga tinggi yaitu 74 %.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Lewat ke baris perkakas