mahasiswa ilmu ekonomi2016

cintailah produk produk indonesia

perekonomian indonesia

Posted by 20160430169 0 Comment

dreams (expectations) after finish this semester
1- Menjadi pribadi yang berguna bagi orang lain dan keluarga
2- Dapat membanggakan orang tua dengan karya bukan sensasi dan membahagiakan orang tua (paling penting)
3- Memiliki banyak teman dan lebih brani tampil didepan
4- Mendapatkan ipk yang terbaik sesuai kemampuan saya,
5- Lebih bisa menjadi pribadi yang lebih jujur lagi , karna Indonesia krisis orang orang jujur
6- dapat membuat buku,entah itu cerpen ataupun yang lainnya
7- memiliki usaha dibidang outfit dan kuliner (aamiin)
8- dapat menguasai materi yang telah dilewati disemester-semester sebelumnya
9- memiliki pasangan yang seiman dan sesuai dengan kriteria
10- lulus tepat waktu

Explain briefly the condition of Indonesian Economy in 2017 – 2018! Use the Update and True Data! (dont forget to put references)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2017 tumbuh sebesar 5,19 persen (yoy). Dengan pencapaian ini, maka secara akumulatif, pertumbuhan ekonomi pada 2017 tercatat mencapai 5,07 persen. Pencapaian pertumbuhan ekonomi 2017 ini masih dibawah target APBN-P 2017 sebesar 5,2 persen. konsumsi rumah tangga pada 2017 yang selama ini menyumbang kontribusi terbesar pada struktur Produk Domestik Bruto (PDB) mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,95 persen (yoy). Porsinya terhadap pertumbuhan masih mencapai 56,13 persen.
Sementara itu, pertumbuhan ekspor tercatat memiliki performa paling baik yakni 9,09 persen dengan porsi 20,37 persen dari pembentuk PDB. “Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen dari PDB tumbuh positif,” pertumbuhan ekonomi 2017 dipengaruhi oleh beberapa sentimen seperti harga komoditas migas dan nonmigas di pasar internasional pada kuartal IV 2017 secara umum mengalami peningkatan baik secara triwulanan maupun tahunan.

Berdasarkan data statistik yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung stabil di kisaran angka 5 persen dalam 3 tahun terakhir, dan memiliki tren meningkat meskipun tipis. Bagi pihak oposisi, pencapaian yang tidak begitu menggembirakan ini menjadi sasaran tembak yang begitu empuk guna melemahkan posisi pemerintah yang berkuasa saat ini, khususnya di bidang ekonomi. Namun, jika dikaji lebih mendalam, struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia justru mengalami perbaikan yang begitu signifikan dalam beberapa tahun belakangan. Yang sangat menonjol adalah pertumbuhan investasi dan ekspor yang masing- masing tumbuh 6,15 dan 9,09 persen pada 2017, dibandingkan pertumbuhan kedua komponen tersebut pada 2016 yang hanya sebesar 4,47 dan -1,57 persen.

Sementara itu, terkait dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga, pemerintah Indonesia telah berhasil menjaga pertumbuhan komponen ini di kisaran 5 persen. Kondisi ini dapat terealisasi karena pemerintah mampu menjaga angka inflasi di bawah 4 persen sesuai dengan target APBN serta masih dalam kisaran target Bank Indonesia, yaitu 2,5-4,5 persen. Terlebih lagi, menjelang Hari Raya Idul Fitri, di mana biasanya harga-harga cenderung merangkak naik, pada 2018 ini pemerintah mampu menekan kenaikan harga-harga bahan pangan sehingga mampu meredam angka inflasi pada masa tersebut.

Awal 2018, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan Pertama 2018 tetap menunjukkan stabilitasnya di angka 5,06 persen, dan yang paling mengejutkan adalah pertumbuhan ekonomi berdasarkan provinsi menunjukkan Papua sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di angka 28,93 persen. Mayoritas provinsi di Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional, sedangkan hanya beberapa provinsi yang mengalami pertumbuhan ekonomi di bawah rata-rata nasional. Sementara itu, dalam perspektif Asia rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia 3 tahun terakhir ini masih lebih baik dibandingkan Thailand, Hong Kong, Korea Selatan, dan Singapura.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan, memang benar adanya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak sesuai target APBN bahkan jauh dari janji politik Jokowi di masa kampanye Pilpres 2014. Namun, apakah memang kita hanya gemar berkutat dengan kuantitas atau besaran tanpa mempertimbangkan kualitas jika kita membahas isu mengenai pertumbuhan ekonomi? Tidaklah bijak sepertinya jika kita hanya terfokus pada besaran atau kuantitas dari angka-angka dari indikator ekonomi, khususnya pertumbuhan ekonomi. Kualitas dari pertumbuhan ekonomi jelas lebih penting dibandingkan kuantitas yang beberapa hari belakangan ini sering disuarakan oleh pihak oposisi yang sepertinya senang mengkritik tanpa menggunakan data yang valid.

Kemudian, apakah yang dimaksud dengan pertumbuhan yang berkualitas? Secara umum, saya sangat yakin bahwa masyarakat secara umum paham betul makna dari pertumbuhan yang berkualitas. Namun, dari kacamata saya minimal dapat mendefinisikannya sebagai pertumbuhan ekonomi yang bersifat inklusif atau pertumbuhan ekonomi yang dapat dinikmati oleh semua kalangan di Indonesia, baik penduduk miskin maupun kaya. Penduduk miskin dalam hal ini dapat memperoleh bantuan sosial guna memenuhi kebutuhan hidupnya, sedangkan penduduk kaya dapat menjalankan bisnisnya tanpa ada hambatan berarti bahkan mampu menyediakan lapangan pekerjaan.

Apa yang terjadi di Indonesia dalam 3 tahun belakangan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi kita sudah mulai mengarah ke pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Meskipun cenderung stabil dikisaran angka 5 persen, pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu menurunkan angka kemiskinan, bahkan berdasarkan data BPS Maret 2018, angka kemiskinan Indonesia berhasil mencapai single digit, yaitu 9,82 persen.

Dari sisi ketenagakerjaan, pertumbuhan ekonomi yang stabil di kisaran 5 persen juga telah mampu menurunkan angka pengangguran ke angka 5,13 persen pada Februari 2018. Angka ini masih berada dalam kisaran target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015- 2019, yaitu sebesar 5-5,2 persen. Memang masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakukan oleh pemerintah dalam menangani permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia, khususnya terkait dengan perkembangan teknologi digital, yang kemungkinan besar akan mengubah struktur tenaga kerja di Indonesia.

https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/18/02/05/p3nxaq383-bps-ekonomi-indonesia-tumbuh-507-persen-pada-2017
https://news.detik.com/kolom/4153925/kualitas-pertumbuhan-ekonomi-indonesia
https://finance.detik.com/moneter/d-3747288/ini-gambaran-ekonomi-ri-2017-2018-versi-bi

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

20160430169


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

uk 1 ekonomi publik

ekononomi publik (20160430169)

annotated bibliograp

DAMPAK OTONOMI KEUANGAN DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA Oleh :Nurhemi Guruh Suryani Penulis ...

perekonomian indones

dreams (expectations) after finish this semester 1- Menjadi pribadi yang berguna bagi ...

UK 1 PEREKONOMIAN IN

1. How is the Economy condition of Indonesia in last 5 ...