Dari Abu Hurairah, Nabi saw. bersabda: “Hendaklah engkau menjauhi berandai-andai karena berandai-andai membuka peluang setan bekerja.” (HR. Hakim)

Penjelasan:

Rasulullah saw. mengingatkan Abu Hurairah untuk tidak berkalau-kalau atau berandai-andai. Beliau menjelaskan bahwa berkalau-kalau dapat membuka peluang bagi setan untuk bekerja mempengaruhi akal dan hatinya. Dengan berandai-andai, ia akan menger­jakan hal-hal yang tidak objektif atau riil.

Orang yang suka berkalau-kalau atau berandai-andai telah membuang-buang waktu dan tenaga secara sia-sia, padahal waktu dan tenaga yang dibuang bermanfaat untuk melakukan pekerjaan konkret yang segara dapat diwujudkan. Ia tidak akan memperoleh kemajuan usaha atau meningkatkan prestasi karena sikapnya tidak mendukung usahanya, bahkan menghambatnya.

Seorang pekerja atau pengusaha muslim hendak­lah selalu menggunakan waktu dan tenaganya secara konkret dan tidak menghabiskannya untuk berandai-andai, sebab kemajuan usaha dan pekerjaan tergan­tung pada penggunakan dan waktu secara efisien, bukan pada sikap berandai-andai atau berkalau-kalau. Ia hendaklah senantiasa berhati-hati agar tidak terjebak pada sikap berandai-andai dan berkalau-kalau. Ia hendaklah juga dapat membedakan mana andai-andai yang dapat direalisasikan secara konkret bagi kemajuan usahanya dan mana yang hanya omong kosong. Jika ternyata andai-andai dan kalau-kalau sekadar omong kosong, hendaklah dijauhi karena sikap dan perilaku seperti ini hanya muncul dari gangguan setan.

Blogroll

Flickr Photos

Categories

Tulisan Terakhir

Arsip

Blogroll

RSS RSS

free counters

TV Nasional Silahkan ClickTV Luar Negeri Silahkan Click