2.RANGKAIAN ARUS SEARAH (DC)

2.1 Arus Searah (DC)

Pada rangkaian DC hanya melibatkan arus dan tegangan searah, yaitu arus dan tegangan
yang tidak berubah terhadap waktu.

Elemen pada rangkaian DC meliputi:
i)    baterai
ii)   hambatan dan
iii)  kawat penghantar

Baterai menghasilkan e.m.f untuk menggerakkan elektron yang akhirnya menghasilkan
aliran listrik. Sebutan “rangkaian” sangat cocok digunakan karena dalam hal ini harus
terjadi suatu lintasan elektron secara lengkap – meninggalkan kutub negatif dan kembali
ke kutub positif. Hambatan kawat penghantar sedemikian kecilnya sehingga dalam
prakteknya harganya dapat diabaikan.
Bentuk hambatan (resistor) di pasaran sangat bervariasi, berharga mulai 0,1 W
sammpai 10 MW atau lebih besar lagi. Resistor standar untuk toleransi ± 10 % biasanya
bernilai resistansi kelipatan 10 atau 0,1 dari:
10 12 15 18 22 27 33 39 47 56 68 82

2.2 Resistor dalam Rangkaian Seri dan Paralel

Ini merupakan konsep dasar yang memungkinkan kita secara cepat dapat menyederhanakan rangkaian yang relatif kompleks.

Gambar 2.3 Resistor dalam rangkaian: a) seri dan b) paralel.

 

 

Seperti terlihat pada gambar 2.3-a, pada rangkaian seri semua resistor teraliri

arus yang sama. Jika arus yang mengalir sebesar I, kita mempunyai

                                  V =I( R1 + R2  + R3 )

 

                             V / I = R=R1 + R2+ R3                                             (2.6)

 

Nampak bahwa untuk rangkaian seri, ketiga resistor tersebut dapat digantikan dengan

sebuah resistor tunggal sebesar R.

2.3 Pembagi Tegangan (Potential Divider)

Biasanya rangkaian ini digunakan untuk memperoleh tegangan yang diinginkan dari suatu sumber tegangan yang besar. Gambar 2.4 memperlihatkan bentuk sederhana

rangkaian pembagi tegangan, yaitu diinginkan untuk mendapatkan tegangan keluaran

vo yang merupakan bagian dari tegangan sumber vI dengan memasang dua resistor R1

dan R2 .

2.4 Pembagi Tegangan Terbebani

Gambar 2.5 memperlihatkan suatu pembagi tegangan dengan beban terpasang pada terminal keluarannya, mengambil arus i0 dan penurunan tegangan sebesar v0. Kita akan mencoba menemukan hubungan antara i0 dan v0. Jika arus yang mengalir melalui R1 sebesar i seperti ditunjukkan dalam gambar, maka arus yang mengalir lewat R2 adalah sebesar i – i0 . Kita mempunyai

V1-V0 = i x R1

 

untuk Download klik disini….

 

Leave a Comment

Performance Optimization WordPress Plugins by W3 EDGE