Teori Evolusi dari Charles Darwin
Teori / January 19, 2021

Charles Robert Darwin merupakan seorang naturalis asal Inggris. Pria ini dikenal sebagai seorang evolusionis, karena teorinya tentang asal usul evolusi manusia atau teori evolusi. Bukunya yang menimbulkan kontroversi berjudul The Origin of Spesies, yang terbit tahun 1859. Charles Darwin lahir di Shrewsbury, Shropshire, ia merupakan anak kelima dari enam bersaudara. Ia lahir dari keluarga yang kaya dan terpelajar, serta memiliki hubungan baik dengan orangtuanya. Darwin mengikuti jejak sang ayah dan kakeknya, untuk belajar kedokteran. Tetapi Darwin menganggapnya dirinya bukan tenaga medis yang baik dan ia merasa tak cocok dengan dunia kedokteran. Dalam teorinya, Darwin mengemukakan bahwa hewan, tumbuhan, dan juga manusia merupakan hasil perubahan evolusi dari makhluk hidup yang sangat sederhana (satu sel organisme) pada awal kehidupan di bumi yang secara perlahan-lahan melalui proses penurunan dengan modifikasi yang akhirnya berkembang menjadi berbagai spesies organisme di muka bumi sekarang ini, termasuk kejadian manusia. Teori evolusi yang dimukakan oleh Darwin banyak yang disalah pahami, banyak orang yang salah kaprah terhadap hal tersebut. Misalnya, Darwin hanya mengemukakan teori evolusi berdasarkan seleksi alamnya. Seleksi alam artinya mengadakan seleksi terhadap individu-individu yang hidup di dalamnya. Kebanyakan orang menilai teori yang ditemukannya adalah manusia berasal dari kera. Lalu pertanyaan yang muncul adalah apa benar manusia berasal…

Resep Kebahagiaan dari Albert Einstein
Teori / January 14, 2021

  Intisari-Online.com – Tahun 1922 menjadi tahun yang sibuk bagi Albert Einstein untuk meneliti dan berkeliling dunia sambil mengajar. Dia baru saja menyelesaikan penelitian pertamanya tentang teori Unified Field, perlu pergi ke Paris untuk membantu relasi Prancis – Jerman, dan mengikuti pertemuan para kaum intelektual dalam Liga Bangsa-Bangsa (sebelum Persatuan Bangsa-Bangsa terbentuk). Einstein juga memenangkan hadiah Nobel dalam bidang fisika, sehingga perlu ke Stockholm untuk perayaan penghargaan. Tetapi, ia justru memilih rencana lain untuk untuk tur pembicara di Jepang. Tak menyangka, sambutan dari Jepang begitu ramai, ribuan orang menyambut kehadirannya. Ada sekitar 2500 orang yang rela membayar tiket untuk mendengarkan pengajaran Einstein. Ia mengajar selama kurang lebih empat jam dengan bantuan penerjemah. Sesudahnya, Einstein dan istrinya, Elsa, beristirahat di Tokyo’s Imperial Hotel. Seorang pelayan hotel mengantar mereka menuju ke kamar hotel. Einstein berniat memberikan tip, tapi dia menolaknya. Segera saja, Einstein menuliskan pesan bagi pelayan mengenai teori kebahagiaan. Isi pesannya yaitu “ Kehidupan yang tenang dan sederhana membawa lebih banyak kebahagiaan daripada mengejar kesuksesan dengan kegelisahan setiap saat.” Pada lembar kedua dia menuliskan pesan “ Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.” Einstein meminta pelayan menyimpannya dan mungkin berguna di masa depan. Benar adanya, catatan dari Einstein berguna. Dua catatan tulisan tangan Einstein dilelang…

Konsep Ketuhanan dari Stephen Hawking
Teori / January 14, 2021

Fisikawan dan ilmuwan Stephen Hawking meninggal dunia pada Rabu (14/3/2018). Profesor Cambridge ini meninggal dunia pada usia 76 tahun. Sepanjang hidupnya, Hawking dibayang-bayangi diagnosis dokter tentang umurnya yang singkat. Saat berumur 21 tahun, Hawking mengidap penyakit motor neuron. Dokter menyatakan, ia tidak akan bertahan hidup lebih dari dua tahun. Namun, nyatanya, Hawking bisa hidup hingga 55 tahun ke depan. Hawking mengatakan, hidup dengan penyakit tersebut dan diagnosis yang menyertainya memberikan pendekatan filosofis untuk kematiannya sendiri. Ia ingin melakukan banyak hal sebelum itu terjadi. “Saya telah hidup dengan prospek kematian dini selama 49 tahun. Saya tidak takut pada kematian, namun saya juga tidak terburu-buru untuk mati. Banyak hal yang ingin saya lakukan terlebih dahulu,” kata Hawking kepada The Guardian di 2011. Pada wawancara yang sama, pria kelahiran 8 Januari 1942 ini menyatakan bahwa dirinya kurang setuju dengan keyakinan orang-orang terhadap alam baka. Hawking mengatakan, dia tidak mengharapkan siapa pun untuk menyambutnya setelah meninggal. “Saya menganggap otak seperti komputer yang akan berhenti bekerja jika komponennya rusak. Tidak ada surga atau kehidupan setelah mati yang bisa memperbaikinya. Itu seperti cerita dongeng bagi anak-anak yang takut kegelapan,” paparnya. Menurut Hawking, tidak perlu akhirat untuk memotivasi seseorang bersikap baik ketika masih hidup. “Saat hidup, kita harus mencari…

Skip to toolbar