SIAPA YANG MENTALQIN PASIEN???

Rumah sakit adalah harapan masyarakat dalam mencari kesehatan. Ketika kita, keluarga kita atau tetangga kita sakit maka kita akan menganjurkan untuk berobat kerumah sakit. Disitu ada dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang siap memberikan asuhan terkait dengan penyakit yang kita derita.

Penyakit yang kita derita dan dilakukan proses perawatan harapan kita hanya satu yaitu sembuh. Namun demikian penyakit yang kita derita dan berobat kerumah sakit ada yang ringan sedang dan sakit berat. Dengan demikian harapan sembuh untuk penyakit ringan dan sedang cukup tinggi, sedangkan penyakit berat bisa lama dirawat dan ketika pulang belum sembuh total. Intinya ada dua harapan sembuh atau kita meninggal karena penyakit kita yang tidak kunjung sembuh  akhirnya kritis tak tertolong dan meninggal dunia. Namun dengan meninggalnya pasien didalam perawatan rumah sakit harapannya meninggal dengan khusnul khotiman. Kunchi meninggal khusnul khotimah yaitu pada akhir hayatnya mengucapkan lailahaillallah.

Untuk menyiapkan segala sesuatunya pasien meninggal dengan khusnul khotimah tentunya ada upaya upaya dari pihak rumah sakit untuk melakukan perawatan diakhir hayatnya supaya pasien khusnul khotimah. Salah satu upaya nya yaitu memberikan program talqin pada pasien dalam kondisi kritis. Pasien dinyatakan kritis oleh dokter maka program talqin akan diberikan.

Program talqin yang dilakukan dengan empat metode:

  1. Talqin dilakukan oleh keluarga pasien.

Kondisi pasien kritis, keluarga diberikan informasi terkait kondisi pasien yang kritis, setelah paham keluarga diberikan edukasi terkait pemberian program talqin pada pasien. Keluarga diedukasi tata cara talqin waktu dan kalimat talqin. Keluarga paham dengan apa yang bisa dilakukan untuk pasien maka program talqin diberikan oleh keluarga  didampingi oleh binarohani, perawat dan tenaga kesehatan lainya sampai pasien dinyatakan meninggal.

  1. Talqin yang diberikan oleh bina rohani yang disediakan oleh rumah sakit

Tahap pertama sudah dilakukan dan keputusan keluarga menyerahkan kepada pihak rumah sakit yaitu binarohani, program talqin diberikab oleh bina rohani, perwat dan tenaga kesehatan lainnya sampai pasien dinyagakan meninggal.

  1. Talqin yang telah diberikan oleh binarohani dilanjutkan oleh perawat di unit tersebut.

Bina rohani tidak selamanya akan menunggui pasien tersebut. Maka yang memberikan talqin selanjutnya yaitu perawat yang jaga pada saat itu,  sampai pasien dinyatakan meninggal.

  1. Talqin dengan cara hearing audio

Ada kalanya perawat harus memberikan program perawaran pasien lain maka program talqin dilakukan dengan mendengarkan kalimat talqin yang diperdengarkan lewat tiprecorder.

Dengan program talqin tersebut diharapkan pasien selalu terdengar kalimat lailahaillallah pasien mampu menirukan atau mengucapkan kalimat tersebut maka itulah pasien meninggal dalam kondisi khusnul khotimah, baik diakhir hayatnya.

Program talqin tidak terlepas dari dukungan keluarga. Dalam pelaksanaan program tentunya pihak rumah sakit akan minta persetujuan dari keluarga, semua tergantung pada keluarga. Keluarga untuk bisa memberikan keputusan terbaik tentunya membutuhkan informasi yang lebih terkait program taqin. Terlebih dulu pasien akan dilakukan assesment terkait spiritualitas dari pasien, stelah ditemukan kekuatan dan kelemahan pasien akan diberikan program talqin. Keluarga tinggal memilih program talqin akan diberikan seperti apa (cara pemberian talqin).

Hasil dari pemberian program talqin outputnya yaitu pasien bisa mengucapkan lailahaillallah, namun demikian hasil program ini sesuai dengan kemampuan dari pasien, yang ini sangat tergantung dari amal ibadah sebelumnya dari pasien. Namun demikian sebagai binroh dan tenaga kesehatan program ini harus dilakukan walau dengan berbagai latar belakang amal ibadah pasien.

Oleh: Muh Amin

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar