BAB I, III

ANALISIS KESUKSESAN IMPLEMENTASI REKAM MEDIK ELEKTRONIK DENGAN MODEL DELONE AND MCLEAN DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH GAMPING YOGYAKARTA

BAB I

PENDAHULUAN

Diera industry 4.0, teknologi informasi menjadi kebutuhan bagi sebuah industry. Tidak terkecuali Rumah Sakit sebagai industry kesehatan  merancang strategis peningkatan kualitas layanan melalui kontribusi Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS). Rumah sakit sebagai entitas publik terbantu dengan SIRS untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Salah satu SIRS yang berkontribusi pada peningkatan kualitas dan efisiensi pelayanan Rumah Sakit adalah Rekam Medik Elektronik (RME).

Implementasi RME berdampak meningkatnya kualitas perawatan dan produktivitas. Rekam Medik Elektronik (RME) merupakan teknologi penting perawatan kesehatan, memodernisasi manajemen informasi medis dan berkontribusi untuk perawatan pasien berkualitas tinggi dan manajemen efisien.

Perkembangan RME di dunia kususnya Negara maju sangat cepat. RME di Amerika di mulai pada tahun 2004. Denmark pada tahun 2009, menerapkan RME komprehensif. Adopsi RME di jepang RME dimplementasikan dimulai pada tahun 2000. Pengembangan RME di Indonesia belum diatur secara khusus. dengan disahkannnya UU ITE Tahun 2008 dan Permenkes 269 Tahun 2008, menjadi dasar keabsahan RME sebagai bukti hukum dan pengembangan RME di Indonesia.

Seiring semakin berkembangnya Rumah Sakit mengadopsi sistem informasi RME, penting untuk mengukur dan mengevaluasi apakah investasi dalam implementasi dan perawatan teknologi informasi bermanfaat dan apakah sistem memenuhi tujuan organisasi. Untuk mempelajari dan mengevaluasi penggunaan sistem penelitian ini, menggunakan kerangka kerja DeLone dan McLean “Information Systems Success” (DeLone and McLean, 2016), yang sudah di update  dimana variabel dampak penggunaan sistem, diganti menjadi dampak bersih (net impacts). Dampak bersih merupakan sejauh mana sistem informasi berada berkontribusi atau tidak berkontribusi untuk kesuksesan individu, kelompok, organisasi, industri, dan negara.

Penelitian tentang STATPackTM digunakan sebagai komunikasi dan alat diagnosis telemedicine selama keadaan darurat. Hasil menunjukkan bahwa kualitas sistem, informasi, dan kualitas layanan memiliki dampak positif pada kepuasan pengguna dan niat untuk menggunakan sistem. Penelitian menguji kesuksesan penggunaan sistem RME dengan kerangka kerja DeLone and McLean, (2016) di Indonesia masih jarang.

RS PKU Muhammadiyah Gamping, sudah mengimplementasikan RME pada bulan April tahun 2018 di unit pelayanan rawat jalan. Dengan berjalannya waktu RME dikembangkan ke unit pelayanan lainnya. Pengembangan RME selain dipoliklinik yaitu di unit rawat inap, penunjang (farmasi, laboratorim dan radiologi). Beberapa masalah yang dihadapi dalam implementasi RME yaitu dokter tidak melakukan pencatatan di RME, pencatatan dibantu oleh perawat. Dokter senior masih kesulitan menggunakan computer. Pelayanan lama karena kesulitan dalam mengetik keluhan  pasien. Apabila jumlah pasien meningkat, untuk memasukan data-data pasien secara lengkap waktunya kurang.

Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti merumuskan masalah penelitian, bagaimana keberhasilan implementasi RME dengan kerangka model Delone and Mclean (2016) di unit rawat jalan RS PKUMuhammadiyah Gamping Yogyakarta. Dengan tujun untuk menganalisis keberhasilan implementasi sistem informasi Rekam Medik Elekronok (RME) berdasarkan kerangka model Delone and Mclean (2016) di unit rawat jalan RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta.

 

BAB III

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pendekatan metode kualitatif  untuk membantu proses identifikasi keberhasilan implementasi rekam medik elektronik (RME) menggunakan kerangka kerja kesuksesan sistem informasi yang dikembangkan oleh DeLone dan McLean (2016). Yaitu dengan mempertimbangkan kualitas system, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan informasi, kepuasan pengguna dan dampak bersih (Net Impacts).

Kualitas system (System Quality) adalah kualitas informasi yang diukur secara subyektif oleh pemakai dan disebut sebagai kualitas informasi persepsi (perceived information quality) (Iivari, 2005). Skala pengukuran kualitas system yaitu kemudahan penggunaan, waktu respons, ketersediaan, keandalan, fleksibilitas, dan kegunaan (DeLone and McLean, 2003).

Kualitas informasi (Information Quality) adalah karakteristik yang diinginkan dari output system yaitu, laporan manajemen dan halaman Web (DeLone and McLean, 2016). Skala indikator yang digunakan untuk pengukuran yakni: relevansi, dimengerti, akurasi, keringkasan, kelengkapan, pemahaman, selalu diperbaharui, ketepatan waktu, dan kegunaan (DeLone and McLean, 2016).

Kualitas layanan (Service Quality) adalah sebuah perbandingan dari harapan pelanggan dengan persepsi dari layanan nyata yang mereka terima (DeLone and McLean, 2016a). Skala ukur menilaikualitas layanan yaitu: responsif, akurasi, reliabilitas, kompetensi teknis, dan empati staf personalia TI (DeLone and McLean, 2016).

Penggunaan (Use) adalah tingkat dan cara pengguna memanfaatkan kemampuan sistem informas mulai dari penggunanan system, navigasi system untuk mencari informasi dan untuk pelaksanaan transaksi (DeLone and McLean, 2003, 2016). Skala ukur untuk menilai penggunanan (Use) sistem informasi, yaitu; jumlah penggunaan, frekuensi penggunaan, sifat penggunaan, kesesuaian penggunaan, tingkat penggunaan, dan tujuan penggunaan (DeLone and McLean, 2016).

Kepuasan pengguna (User Satisfaction) adalah respon dan umpan balik yang dimunculkan setelah memakai sistem informasi dan layanan pendukungnya. Sikap merupakan kriteria subjektif mengenai seberapa suka pengguna terhadap sistem yang digunakan (DeLone and McLean, 2016a). Skala ukurnya mengadopsi dari Doll dan Torkzadeh (1988) End User Computing Satisfaction (EUCS) dengan lima faktor laten yaitu; konten, akurasi, format, ketepatan waktu, dan kemudahan penggunaa (Doll and Torkzadeh, 1988).

Dampak bersih (Net Impacts)  adalah sejauh mana sistem informasi berada berkontribusi (atau tidak berkontribusi) bagi keberhasilan individu, kelompok, organisasi, industri, dan bangsa (DeLone and McLean, 2016). Pada penelitian ini penulis mengadopsi skala ukur dari Mirani and A. L. Lederer (1998) Kerangka pengukuran terdiri dari tiga kategori dampak organisasi: strategis, informasi, dan transaksional (Mirani and Lederer, 1998).

Penelitian ini dilakukan di  Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta yang telah menerapkan Rekam Medik Elektronik (RME). Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Kriteria penentuan sampel yaitu pengguna RME di poliklinik dan unit pendukung poliklinik seperti laboratorium, radiologi dan farmasi. Kreteria inklusi staff yang mempunyai pengalaman kurang lebih 6 bulan menggunakan RME . Kreteria eksklusi tidak bersedia menjadi responden.

RS PKU Muhammadiyah Gamping, penulisan rekam medis sudah menggunakan elektronik/ komputer. Penggunaan RME pertama kali pada bulan April tahun 2018 di unit pelayanan rawat jalan. Selain dipoliklinik RME telah digunakan di unit rawat inap. Studi pendahuluan yang dilakukan mendapatkan hasil sebagai berikut:

Tabel 1. Data area implmentasi RME

No. Unit Jenis Tenaga Jumlah Staf
1. Poliklinik a.      Dokter

b.      Perawat

2. Farmasi a.      Apoteker

b.      Tenaga Kefarmasian

3 Laborat a.      Dokter

b.      Analis

4 Radiologi a.      Dokter

b.      Radiografer

 

Data dikumpulkan dengan cara wawancara terstruktur dan FGD. Adapun pedoman wawancara dan FGD sebagai berikut:

Variabel No Pertanyan Dimensi Sumber
Kualitas system (System Quality) 1.   Kemudahan penggunaan (DeLone and McLean, 2003).
2.   Waktu respons
3.   Ketersediaan
4.   Keandalan
5.   Fleksibilitas
6.   kegunaan
Kualitas informasi (Information Quality) 1.   Relevansi (DeLone and McLean, 2016)
2.   Dimengerti
3.   Akurasi
4.   Keringkasan
5.   Kelengkapan
6.   Pemahaman
7.   Mata uang
8.   Ketepatan waktu
9.   Kegunaan
Kualitas layanan (Service Quality) 1.   Responsif, (DeLone and McLean, 2016)
2.   Akurasi,
3.   Reliabilitas,
4.   Kompetensi teknis,
5.   Empati staf personalia TI
Penggunaan (Use) 1.   Jumlah penggunaan (DeLone and McLean, 2016)
2.   Frekuensi penggunaan
3.   Sifat penggunaan
4.   Kesesuaian penggunaan
5.   Tingkat penggunaan
6.   Tujuan penggunaan
Kepuasan pengguna (User Satisfaction) 1.   Konten (Doll and Torkzadeh, 1988).
2.   Akurasi
3.   Format
4.   Ketepatan waktu
5.   Kemudahan penggunaa
Dampak bersih (Net Impacts) 1.   Strategis (Mirani and Lederer, 1998)
2.   Informasi
3.   Dan transaksional

 

Penelitian dilaksanakan dengan melakukan studi pendahuluan untuk mendapatkan data terkait implementasi RME di Rumah Sakit Muhammadiyah Gamping. Selanjutnya melakukan penyusunan proposal dan surat ijin penelitian, serta pengajuan ethical clearance. Peneliti akan memilih responden yang memenuhi syarat, memberikan surat lembar informed consent dan membaca prosedur pelaksanaan penelitian. Pada tahap pelaksanaan, peneliti akan memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan, metode, jaminan kerahasiaan, hak bertanya, dan hak untuk mengundurkan diri dari penelitian. Penelitian akan dilakukan dengan wawancara terstuktur kepada responden, diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD), dokumentasi dan tinjauan literatur.

Analisis data kualitatif apabila data empiris berupa kumpulan berwujud kata-kata, bukan rangkaian angka dan tidak dapat disusun dalam kategori-kategori/struktur klasifikasi. Teknik analisis data penelitian kualitatif mencakup transkip hasil wawancara, reduksi data, analisis, interpretasi data dan triangulasi. Dari hasil analisis data kemudian ditarik kesimpulan.

Reduksi data merupakan proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstraksian, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil wawancara, observasi dan dokumen terhadap objek penelitian. Kegiatan analisis terakhir menarik kesimpulan dan verivikasi.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar