RSS
 

Manajemen Lembaga Pendidikan Islam

08 Okt

Judul buku              : Manajemen Lembaga Pendidikan Islam

Parangan buku        : Drs. Syafaruddin,M. Pd

Penerbit                  : Ciputat Press

Tahun terbit            : 2005

Garis besar buku     :

Di tengah sibuknya pelaksanaan desentralisasi pendidikan setelah era otonomi daerah, salah satu kajian yang banyak dimanfaatkan dan menjadi kajian adalah manajemen pendidikan. Sejauh ini disadari bahwa masih minim sekali bacaan mengenai manajemen pendidikan yang dapat dijadikan sumber belajar untuk kalangan para siswa maupun mahasiswa di perguruan tinggi agama Islam. Panduan belajar ini diharapkan dapat memperkaya nuansa kajian manajemen pendidikan dan mensosialisasikan pemikiran baru manajemen pendidikan.

Buku panduan ini memuat konsep, prinsip dan strategi manajemen dalam lembaga pendidikan Islam. Adanya buku ini dimaksudkan sebagai salah satu konstribusi pemikiran dan wawasan baru dalam upaya membangun lembaga pendidikan islam sebagai bagian integral sistem pendidikan nasional sehingga berfungsi efektif mengembangkan SDM bangsa Indonesia .

Dengan konsep manajemen efektif dapat diarahkan perubahan kualitatif oleh para manajer lembaga pendidikan Islam Indonesia. Maka kajian manajemen lembaga pendidikan Islam menjadi sangat diperlukan, disadari bahwa naskah ini masih merupakan kajian awal bagi upaya mensintesiskan manajemen modern dan prinsip manajemen Islam untuk mendorong kemajuan lembaga pendidikan Islam

 

BAB IV

PARADIGMA MANAJEMEN ISLAMI

  1. Tauhid sebagai prinsip pengetahuan

Agama Islam adalah wahyu yang disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada manusia melalui Nabi Muhammad Saw. Islam merupakan agama yang benar dan sempurna di sisi Allah, orang yang mencari pedoman hidupnya selain Islam akan memperoleh kerugian di akhirat. Sebagai agama wahyu terakhir, Islam merupakan suatu sistem aqidah, syari’ah, dan akhlaq yang mengatur segala tingkah laku manusia dalam berbagai aspek kehidupan.

Tauhid atau ajaran keesaan Allah, menjadi dasar pengetahuan dalam Islam. Tauhid merupakan pengakuan bahwa kebenaran bisa diketahuai dan manusia mampu mencapainya, ada tiga prinsip : Pertama, meniadakan kebohongan dalam Islam. Kedua, tidak ada kontradiksi yang hakiki dan melindungi dari kontradiksi yang lain. Ketiga, sebagai kesatuan kebenaran yaitu keterbukaan terhadap bukti baru dan melindungi kaum muslim dari fanatisme dan konservatisme.

Allah Maha Pencipta, Pengelola, Pengatur dan Pendidik bagi alam semesta banyak nilai-nilai qur’ani yang patut digali oleh setiap muslim, tentang bagaimana kehidupan ini sebagai sistem organisme yang harus dikelola sesuai dengan kehendak-Nya. Allah yang menciptakan langit dan bumi serta segala isinya dengan kekuasaan-Nya maka Dia yang mengatur segala urusan (Qs. 10 : 3).

Dengan potensi akal pikiran, panca indra, dan hati memiliki kebebasan moral untuk memilih dan menyesuaikan diri dengan kehendak Allah sehingga manusia dalam tabi’atnya sendiri dapat menjadi muslim. Oleh karena itu hanya manusia yang dapat menerima amanah Allah untuk mengelola, mengatur, mengawasi dan mendayagunakan alam ini. Dengan begitu manusia diangkat sebagai khalifah baik dalam pengertian wakil Tuhan (khalifatullah) maupun sebagai pemimpin di muka bumi ini. (Qs. 6 : 165)

Pengelolaan sumber daya berwujud materi maupun non-materi, sumber daya manusia dan teknik-teknik yang dilakukan manusia dalam pengalaman empiris berkembang dan melahirkan pinsip-prinsip organisasi dan manajemen. Dalam berbagai organisasi manusia beraktivitas, baik aspek ekonomi, politik, budaya, seni, maupun pendidikan untuk mengisi keperluan hidup merupakan perilaku manajerial, di sini setiap orang adalah manajer dalam kegiatan yang dilakukannnya.

Di dalam setiap organisasi ada proses manajemen, para manajernya yang menjalankan organisasi dalam kepemimpinannya sebagai strategi menggerakkan sumber daya yang ada di dalamnya. sumber daya yang dimiliki organisasi dimanfaatkan manajer baik sumber daya manusia maupun sumber daya material, sehingga dapat terlaksana suatu kegiatan  dalam wadah organisasi kehidupan sosial manusia.

Salah satu sumber etika yang fundamental adalah agama. Islam sebagai sebagai pedoman hidup dari sistem aqidah, syari’ah, dan akhlaq dapat melandasi perilaku setiap manajer yang konsisten dengan Islam sebagai pandangan dan pedoman hidupnya. Tauhid merupakan penegasan kesatupaduan sumber-sumber kebenaran, Tuhan pencipta alam dari mana manusia memperoleh pengetahuan, objek pengetahuan adalah pola-pola alam yang merupakan hasil karya Tuhan.

Dalam konteks ini kesempurnaan Islam dengan landasan tauhid dan ajaran yang konferhensif harus digali seluruh nilai-nilai ajaran tentang alam semesta sehingga muncul pengetahuan tentang pengelolaan hidup individu, masyarakat, dan organisasi serta kepemimpinan di dalamnya. nilai-nilai Islami tentang penciptaan kehidupan masyarakat dan perilaku dapat diaplikasikan dalam pengelolaan organisasi baik dalam pemerintahan, bisnis, industri, politik, sosial maupun organisasi pendidikan.

  1. Pendekatan Islam terhadap manajemen

Menurut istilah bahasa Arab dapat dikemukakan dari kata “yudabbiru” diartikan mengarahkan, mengelola, melaksanakan, menjalankan, mengatur, atau mengurusi. Dan kata “mudabbir” artinya orang yang pandai mengatur atau pengatur. Kata mudabbir menggambarkan bahwa Allah mengatur segala urusan, keberadaan Allah sebagai pencipta dihubungkan dengan penciptaan alam, sehingga segala urusan yang ada di alam semesta ini Allah yang mengawasi, mengetahui, dan memelihara.

Al-qur’an bukanlah buku teks sains eksperimental, pernyataan al-qur’an tentang fenomena alam, di sini muncul pengakuan akan kebenaran pengetahuan yang utama tentang keesaan Allah, yaitu :

  1. Tauhid

Tauhid menempatkan manusia pada kedudukan tertetu sejak dari etika niat sebagai awal dari pemenuhan tuntutan dalam tindakan. Apapun usaha dan tindakan manusia sesuai dengan kehendak Allah dengan keikhlasan dan ketauhid-an, setiap tindakan dan usaha manusia yang terkait dengan ibadah mahdhoh tidak boleh bertentangan dengan keesaan Allah (Qs. 39 : 3, 2 : 112)

  1. Khalifah

Tugas manusia sebagai pemimpin dan manajer di bumi ini adalah memakmurkan alam sebagai manifestasi dari rasa syukur kepada Allah dan pengabdian kepada-Nya, tugas yang diberikan kepada manusia dalam pelaksanaannya terkandung sikap kebersamaan atau sikap pertanggung jawaban kepada Allah akan memakmurkan alam ini.

  1. Amanah

Setiap manajer adalah pemimpin, karena itu Allah mempercayakan manusia untuk mengelola alam ini untuk kebaikan manusia dan kemakmuran alam, berarti keteladanan manusia menduduki jabatan tertentu sangat diperlukan untuk kebaikan organisasi

  1. Prinsip manajemen Islami

Ilmu manajemen dimaksudkan untuk pengelolaan kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya secara bersama. Perilaku bekerjasama bersifat fitrah berdasarkan pada prinsip tauhid, khalifah dan amanah. Manajemen Islam merupakan penerapan berbagai prinsip Islam dalam mengelola organisasi untuk kebaikan dan kemajuan manusia, meliputi :

  1. Perencanaan

Merencanakan berarti menentukan apa yang akan dilakukan pada masa depan untuk meraih sesuatu yang diinginkan.

  1. Pengorganisasian

Pengorganisasian merupakan segala sumber daya untuk mengoptimalkan kemampuan masing-masing pribadi hingga terwujud kerjasama dalam mencapai tujuan melalui pelaksanaan rencana.

  1. Pengawasan

Proses pengawasan adalah cara terakhir yang dilakukan dalam kegiatan manajerial, setelah perencanaan, pengorganisasian dan penggerakan. Pengawasan merupakan proses pengamatan atau monitoring kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan berjalan sesuai rencana untuk mencapai tujuan.

  1. Kepemimpinan

Leadership istilah kepmimpinan dalam bahasa Inggris, sebutan kepemimpinan dalam khazanah Islam adalah : Khalifah, Imam, Wali.  Pemimpin adalah seorang yang diserahi tugas dan tanggung jawab untuk memimpin suatu organisasi.

 

Pandangan Kritik     :

Dari penjelasan-penjelasan yang telah ditulis di atas, penulis sependapat dengan apa yang ada dalam isi buku tersebut, bahwa adanya buku mengenai Manajemen Lembaga Pendidikan Islam memang perlu ada, supaya dapat membantu berjalannya pembelajaran siswa didik. Penulis hanya menambahi sedikit dari sub-bab Tauhid sebagai prinsip pengetahuan, bahwa tauhid merupakan ajaran meng-esaan Allah dan tauhid menjadi dasar pengetahuan dalam Islam.

Pendekatan Islam terhadap manajemen, mencakup peran khalifah (pemimpin/manajer) yang mempunyai amanah supaya mengelola alam ini untuk kebaikan manusia dan kemakmuran alam. Dalam haditsnya Rasulullah bersabda mengenai pentinggnya keahlian dalam jabatan tertentu “ Idza wusyidal amru ila ghairi fantadziri sya’ah” (HR. Bukhari) bila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya (seorang yang tidak profesional) maka tunggulah kehancuran. Jadi suatu pekerjaan diserahkan kepada seseorang harus sesuai dengan keahlian seorang tersebut.

Dan Prinsip manajemen Islami, dalam penerapan dan pengelolaan suatu organisasi untuk mencapai kebaikan dan kemajuan harus melalui tahapan secara berurutan dan tertib dari perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan kepemimpian. Kemudian penulis menambahkan dalam suatu manajemen harus berdasar akhlaq yang luhur (akhlaqul karimah), secara terbuka, tolong-menolong (ta’awun), berdasarkan perdamaian. Sehingga menghasilkan  Manajemen Lembaga Pendidikan Islam yang sesuai dengan ajaran Islam.

 
 

Tags: , , ,

Leave a Reply

 
 
 
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE