Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Hanya Blog UMY situs lain

Tafsir Rawa’iul bayyan

Posted by Ana Farida 0 Comment

              Kata العالمين adalah jama’ dari العالم, menurut al Farra’ dan Abu     Ubaidah kata العالم itu ibarat untuk orang yang berakal. Mereka itu ada 4,  siapa saja, yaitu : Manusia, Jin, Malaikat dan Syaitan. Tidak dikatakan untuk binatang karena lafadz itu khusus untuk yang berakal, sedang binatang tidak mempunyai akal jadi tidak termasuk

  1.          Apa pendapat Qurtubi mengenai lafadz لرحمنا?
  2. kebanyakan para ulama mengatakan bahwa kata لرحمنا digunakan khusus untuk Allah azza wa jalla dan tidak boleh digunakan selainya. Berbeda dengan kataالرحيم  boleh digunakan untuk nama orang, khusus bagi muslim atau mukmin.
  1.          Apa saja yang dikatakan oleh sebagian mufassir mengenai lafadz المغضوب dan الضالون. المغضوب yang paling utama lafadz ini diartikan pada orang-orang yang salah dalam perbuatan dzahir (fasik). لضالون pada orang-orang yang menyimpang dari keyakinan. Lafadz ini umum (orang yang mengingkari Allah) dan orang yang musyrik (lebih keji dari pada yahudi dan nasrani yang menjaga agama.
  1. Jelaskan bagaimanakah pendapat Ibnul  Jauzi dan Ambari mengenai kata مَالِك
  2. Jelaskan pendapat al Farra’ terkait  kata الصِّرَاطَ  !
  3. Jelaskan perselisihan para mufassir tentang kalimat إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاك نَسْتَعِين

Jawab :

1. menurut ibnul Jauzi,  bacaan مَلِكٌ  merupakan yang paling jelas dalam pujian, karena semua raja itu penguasa, dan bukanlah semua penguasa adalah raja. Sedangkan menurut Ambari mengenai kata مَالِك terdapat lima bacaan diantaranya adalah مَالِك , مَلِكٌ , مَلْكٌ , مَلِيْكٌ , مَلاَكٌ

2. kata الصِّرَاطَ, menurut bahasa yang fushah adalah dibaca pakai huruf shad, pada umumnya orang Arab membacanya dengan huruf sin yaitu السراط . orang yang membaca السراط hal ini berdasarkan asal kalimat. Dan orang yang membaca الصِّرَاطَ ini merupakan yang paling mudah untuk diucapkan.

3. para pentahqiq berpendapat bahwa kalimat إِيَّاكَ, bahwa huruf kaf adalah dhamir munfashil yang dinashabkan dengan fi’il yang berada setelahnya. Bentuk aslinya sebenarnya begini نعبدك , dan نستعينك , ketika  fi’il tersebut didahului oleh dhamir muttashil maka dhamir tersebut berubah menjadi dhamir munfashil. Sedangkan huruf kaf untuk khitab yang tidak ada I’rab baginya.

 

Categories: Kajian Islam

PROFIL AKU

Ana Farida


Popular Posts

Membangun Pendidikan

         Pada abad ke-21 dalam dunia pendidikan di Indonesia menjadi ...

Hadis Tentang Mengus

               Sering kita melihat diantara saudara-saudara kita apabila mereka telah ...

Strategi Pembelajara

          Mengajar merupakan pekerjaan yang tidak mudah bagi sebagian ...

Kepemimpinan Khalifa

            Pemimpin memiliki kedudukan yang sangat penting bagi kelompok masyarakat, ...

Manajemen Pendidikan

1.   Pengamatan mengenai sejumlah karakteristik perkembangan (baca : perubahan) kurikulum ...