Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Hanya Blog UMY situs lain

Manajemen Pendidikan

Posted by Ana Farida 0 Comment

1.   Pengamatan mengenai sejumlah karakteristik perkembangan (baca : perubahan) kurikulum di Indonesia menyarankan perlunya studi yang mendalam mengenai mengapa kurikulum senantiasa bersifat problematis dan solusinya sering menimbulkan masalah. Kenapa demikian? Berikan alternatif pengembangan kurikulum yang tidak menimbulkan masalah dari perspektif manjaemen pendidikan.

Jawaban :

Kurikulum biasanya dipahami sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu, maka dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, pemerintah mengajak bersama-sama pelaku pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan, yaitu kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di setiap satuan pendidikan.

Karakteristik perkembangan kurikulum di Indonesia senantiasa bersifat problematis dan solusinya sering menimbulkan masalah. Hal ini bisa terjadi karena dalam mensikapi suatu perubahan kurikulum, banyak orang lebih terfokus hanya pada pemenuhan struktur kurikulum sebagai jasad dari kurikulum . Padahal yang jauh lebih penting adalah perubahan kultural (perilaku) guna memenuhi prinsip-prinsip khusus yang terkandung dalam pengembangan kurikulum.

Alternatif pengembangan kurikulum yang tidak menimbulkan masalah dilihat dari perspektif manajemen pendidikan. Sebenarnya setiap perubahan kurikulum pendidikan telah menunjukkan perbaikan dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Namun hal itu tidak diikuti dengan kemajuan kompetensi yang dimiliki oleh siswa. Terbukti dari posisi negara kita dalam tingkat kemajuan pendidikan masih tertinggal jauh dengan negara tetangga lainnya.

Pengembangan kurikulum menjadi salah satu pusat keunggulan bagi pengembangan, penyebarluasan ilmu dan keahlian di bidang kurikulum dan pengajaran pada tingakat regional, nasional dan internasional yang secara menyeluruh mampu mendorong peningkatan mutu dan kinerja sistem pendidikan di Indonesia.

2.  Sistem sertifikasi guru merupakan gagasan yang baik bila ditinjau dari sudut pandang kepentingan birokrasi. Namun, sebagai intervensi teknis untuk pemberian lisensi mengajar, sertivikasi tidak mampu memotivasi peningkatan mutu kinerja guru. Mengapa demikian? Berikan solusinya!

Jawaban :

Sertifikasi guru  diikuti dengan pemberian tunjangan profesi yang jumlahnya sama dengan gaji pokok. Namun peningkatan pendapatan yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi guru yang berujung pada peningkatan hasil belajar siswa belum tercapai. Tunjangan profesi pun diharapkan mendorong guru untuk meningkatkan kualifikasi akademik serta mampu menarik minat lulusan terbaik sekolah menengah untuk memasuki perguruan tinggi kependidikan di Indonesia.

Berdasarkan penelitian Bank Dunia menunjukkan, proses sertifikasi belum menghasilkan perbaikan pengetahuan guru tentang materi pelajaran, mensertifikasi dan menaikkan pendapatan guru tidak memperbaiki kinerja guru dan cara mereka mengajar. Sedangkan terkait daya tarik profesi guru bagi siswa-siswi sekolah menengah akibat perbaikan pendapatan guru, tidak serta merta meningkatkan kualitas pembelajaran apabila sistem seleksi masuk pendidikan guru tidak ditingkatkan dan pertumbuhan perguruan tinggi kependidikan tidak dikendalikan. Banyak perguruan tinggi kependidikan yang tidak terkontrol kualitasnya. Jumlah lulusan calon guru melebihi kebutuhan. Akibatnya pasokan calon guru melimpah dengan kualitas rendah.

Solusi saya dalam menyikapi bahwa sertifikasi tidak mampu memotivasi peningkatan mutu kinerja guru. Dalam menyiapkan guru dan tenaga kependidikan, ada beberapa hal yang harus ditegaskan, yaitu pembangunan mutu guru harus menjadi jantung perbaikan kualitas sistem pendidikan nasional, karena mutu sistem pendidikan tidak dapat lebih tinggi dari mutu para gurunya. Kemudian perlu melakukan pengetatan di dalam seleksi mahasiswa perguruan tinggi keguruan dan pengendalian jumlah perguruan tinggi keguruan untuk mengendalikan pasokan calon guru yang melimpah dengan kualitas rendah.

Kedua hal tersebut harus diambil secara keseluruhan untuk memastikan bahwa calon mahasiswa perguruan tinggi keguruan adalah lulusan terbaik di kelasnya, yang apabila telah dipersiapkan dengan baik akan direkrut sebagai guru di seluruh wilayah Indonesia.

3.   Salah satu isu-isu dalam penyelenggaraan pendidikan nasional (PPN) adalah Standar Pendidikan Nasional (SNP). Menurut saudara, apakah SNP itu perlu untuk bidang pendidikan? Bila perlu, apa saja yang distandarisasi? Berikan alasan jawaban Saudara secara argumentatif!

Jawaban :

Standar Pendidikan Nasioanal atau SNP sendiri merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Dikeluarkannya PP No.19 tahun 2005 tentang SNP, bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia termasuk di dalamnya pendidikan madrasah. Adapun fungsinya adalah sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.

Menurut saya Standar Pendidikan Nasional itu perlu untuk bidang pendidikan, karena Lingkup SNP meliputi delapan komponen pendidikan yaitu Standar Pengelolaan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana Prasarana, Standar Pembiayaan, Standar Proses, Standar Isi, Standar Penilaian dan Standar Kompetensi Lulusan. Ke delapan standar ini menjadi syarat bagi semua satuan pendidikan termasuk madrasah.

4.   Isu lain yang berkaitan dengan PPN adalah pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bermutu. Sebutkan dan jelaskan apa saja indikator pendidikan bermutu? Kemudian, menurut Saudara, bagaimana mewujudkan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu?

Jawaban :

Indikator pendidikan yang bermutu tercakup dari berbagai input seperti bahan ajar (kognitif, afektif atau psikomotorik), metodologi (bermacam-macam sesuai kemampuan guru), administrasi, sarana dan prasarana, sumber daya lainnya, serta penciptaan suasana yang kondusif. Manajemen sekolah menggabungkan atau menyamakan berbagai input tersebut dalam interaksi (proses) belajar mengajar.

Mutu dalam arti hasil output yang harus dirumuskan terlebih dahulu oleh sekolah dan target yang akan dicapai untuk setiap tahunnya. Selain itu berbagai input dan proses harus selalu mengacu pada mutu hasil output yang ingin dicapai. Instrumental input, yaitu alat berinteraksi dengan siswa, guru harus memiliki komitmen yang tinggi dan total serta kesadaran untuk berubah menjadi lebih maju dan menguasai bahan ajar serta metode dalam mengajar.

Biaya pendidikan dengan sumber dana (budgeting) dikontrol dengan pembukuan yang jelas. Kurikulum materi ajar harus sesuai dengan tujuan pembelajaran, realistis dan sesuai dengan fenomena kehidupan. Raw output dan lingkungan yaitu siswa itu sendiri serta dukungan orang tua, dalam hal ini memiliki kepeduliaan terhadap penyelenggaraan pendidikan.

Dalam mewujudkan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu, sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi yang menghapus rintisan sekolah bertaraf internasional bisa menjadi momentum mewujudkan pendidikan yang bermutu. Pemerintah lebih baik fokus memeratakan mutu pendidikan di semua sekolah di seluruh penjuru Indonesia, tak ketinggalan pula daerah-daerah yang minoritas.

Pemerintah hendaknya juga menaruh perhatian yang tinggi pada sekolah-sekolah yang tertinggal, baik di pinggiran atau pedalaman maupun sekolah-sekolah yang siswanya tak berprestasi baik dalam hal, alokasi dana yang tinggi untuk sekolah RSBI bisa dibagikan juga untuk membuat sekolah lain bermutu baik. Sekolah Indonesia tak perlu label, yang penting bagaimana layanan pendidikan memenuhi standar nasional pendidikan. Layanan pendidikan di sekolah harus inklusif dan anak dibantu memperoleh pendidikan sesuai potensinya.

5.   Seandainya Saudara menjadi penasehat Menteri Pendidikan, nasehat apa yang Saudara berikan terkait dengan dibubarkannya RSBI oleh Mahkama Konstitusi pada tanggal 8 Januari yang lalu dan bagaimana cara membangun pendidikan nasional ke depan?

Jawaban :

Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) menjadi perbincangan yang seru di kalangan masyarakat kita. Bukan karena prestasinya yang telah mengharumkan nama bangsa ini melainkan kontrofersial keberadaan RSBI. Berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada tanggal 8 Januari 2013 RSBI dihapuskan atau dibubarkan.

Adapun pertimbangan RSBI dibubarkan karena RSBI dinilai oleh penggugat sebagai diskriminasi terhadap pendidikan. RSBI yang membutuhkan fasilitas serba canggih dalam pembelajarannya seperti LCD, ruangan berAC, laptop setiap siswanya, dan fasilitas-fasilitas lain yang berkelas. Itu semua membuat kalangan masyarakat yang tidak mempunyai banyak uang tidak bisa menyekolahkan anaknya di situi. Seolah-olah hanya anak orang kaya saja yang bisa bersekolah di situi meskipun kemampuan anak belum tentu selalu unggul bila dibandingkan dengan anak yang sekolah bukan di RSBI.

Jika saya menjadi penasehat Menteri Pendidikan, maka nasehat yang saya berikan terkait dengan dibubarkannya RSBI oleh Mahkama Konstitusi, mungkin saya merasa senang karena banyak kalangan masyarakat yang menyambut gembira, pasalnya biaya pendidikan pada sekolah yang dianggap masyarakat bagus tidak lagi ditakuti. Anak yang pintar dari orang tua yang tidak mampu tidak perlu khawatir lagi. Mereka bisa bersekolah di sekolah bagus tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar seperti di RSBI.

RSBI sudah dihapuskan, selanjutnya cara membangun pendidikan nasional ke depan, mungkin dengan membentuk Pendidikan Nasional unggulan yang mirip dengan RSBI. Apapun namanya yang penting jangan sampai ada lagi diskriminasi pada pendidikan. Jangan ada lagi anak yang tidak mampu ekonomi tetapi cerdas akan tetapi tidak bisa masuk sekolah yang bermutu baik. Dan jangan lagi bahasa kita jadikan nomor dua dan tidak dijadikan bahasa pengantar pertama dalam dunia pendidikan.

Categories: Pendidikan

PROFIL AKU

Ana Farida


Popular Posts

Membangun Pendidikan

         Pada abad ke-21 dalam dunia pendidikan di Indonesia menjadi ...

Hadis Tentang Mengus

               Sering kita melihat diantara saudara-saudara kita apabila mereka telah ...

Strategi Pembelajara

          Mengajar merupakan pekerjaan yang tidak mudah bagi sebagian ...

Kepemimpinan Khalifa

            Pemimpin memiliki kedudukan yang sangat penting bagi kelompok masyarakat, ...

Manajemen Pendidikan

1.   Pengamatan mengenai sejumlah karakteristik perkembangan (baca : perubahan) kurikulum ...