Makanan yang Baik

Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang diperlukan oleh seluruh makhluk hidup, baik itu manusia, hewan, dan juga tumbuhan. Pada saat ini kita akan membahas mengenai makanan pokok yang dibutuhkan manusia. Sudah pasti kita ketahui bahwa makanan yang dibutuhkan oleh manusia diperoleh dari tumbuhan dan juga hewan. Sebagian besar kebutuhan pangan pokok berasal dari tanaman atau tumbuhan. Kebutuhan pangan yang paling pokok di Indonesia merupakan beras yang juga dapat digantikan posisinya dengan jagung. Selain beras dan jagung, masih banyak beberapa sayur-mayur yang menjadi pelengkap kebutuhan pokok makanan agar terpenuhi dengan baik gizi yang dibutuhkan tubuh manusia.

Anggota tubuh kita memerlukan makanan yang baik juga dapat memenuhi kebutuhan gizinya bagi tubuh. Hal demikian juga dijelaskan dalam Islam, terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 168 yang artinya :

” Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang etrdapat di bumi,dan janganlah kamu mengikuti langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Dari Firman Allah diatas, sudah jelas Bahwa Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang halal, baik halal untuk dimakan juga halal dalam proses memperoleh makanan tersebut. Allah juga menegaskan untuk memakan makanan yang baik, maksudnya adalah baik untuk dikonsumsi oleh tubuh kita, mengandung gizi yang baik, dan memperolehnya juga dengan cara yang baik. Semua ini Allah perintahan kepada kita, karena Allah lah yang menciptakan kita sehingga Allah juga tahu apa yang terbaik bagi tubuh hamba-Nya. Akan lebih baik jika makanan yang kita makan adalah hasil dari tangan kita sendiri.

Dari Al-Miqdam R.A. Rasulullah SAW. bersabda, “tidaklah seorang (hamba) memakan makanan yang lebih baik dari hasil usaha tangannya (sendiri) dan sungguh Nabi Daud A.S. makan dari hasil usaha tangannya (sendiri)” H. R. Al-Bukhari.

Hadist diatas menerangkan bahwa makanan yang lebih baik adalah makanan yang diperoleh dari usaha tangannya sendiri, yang artinya kita menanam atau bercocok tanam tanaman yang kira-kira kita butuhkan dalam konsumsi kita sehari-hari. Itu semua akan lebih baik nilainya, secara tidak langsung juga Rasulullah memberitahu bahwasannya kegiatan tanam menanam ini juga sudah dilakukan oleh Nabi Daud pada zaman dulu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Begitu pula dengan masalah impor di Indonesia. Kebutuhan pangan Indonesia akan lebih baik jika diproduksi oleh masyarakat Indoensia sendiri dibandingkan dengan mengimpor kebutuhan dari luar negeri. Kecuali, memang harus benar-benar diimpor dikarenakan di Indonesia tidak bisa diproduksi secara langsung. Hal ini akan lebih sangat baik jika diterapkan di Indonesia, juga nantinya Indonesia jauh lebih bisa untuk menjadi negara yang memiliki kemandirian akan pangan.

Dari penjelasan diatas dapat kita simpulakan, makanlah makanan yang halal baik makanannya juga cara memperolehnya, juga makanan yang baik dalam kandungannya dan akan lebih baik jika itu adalah hasil dari usaha tangan kita sendiri. Harapannya semoga masyarakat Indonesia bisa menerapkan ketahanan pangan mandiri dirumah masing-masing seperti menanam sayur-mayur yang dibutuhkan sehari-hari. Mulailah dari diri kita sendiri dan mulailah dari hal terkecil yang bisa kita kontribusikan ke negara kita agar kelak nanti bisa menjadi asbab majunya ketahanan dan kemandirian pangan Indonesia.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat. Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *