Penyelamatan Lingkunagan Melalui Pertanian Berkelanjutan

Di zaman yang modern seperti saat ini, manusia menggunakan segala cara untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan juga instan. Hal ini juga berlaku di bidang pertanian. Petani saat ini terlalu bergantung kepada pupuk kimia anorganik dan pertisida dalam mengolah tanamannya. Petani merasa jika menggunakan pupuk kimia anorganik dan pestisida merupakan jalan satu-satunya untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal dan cepat. Mereka tidak memperhatikan dampakĀ  jangka panjang penggunaan pupuk kimia anorganik dan pestisida tersebut. Dampak yang timbul akibat penggunaan kedua barang tersebut tidaklah sembarangan, tetapi merupakan persoalan yang serius. Penggunaan keduanya secara terus-menerus akan membunuh mikroorganisme yang berada di dalam tanah, sehingga kesuburan tanah akan hilang. Selain itu, tekstur tanah akan menjadi keras dan sulit untuk ditanami. Maka, walaupun panen yang didapat banyak, tetapi untuk seterusnya panen akan berkurang dan bahkan akan mengalami gagal panen. Hal ini merupakan permasalahan serius bagi pertain saat ini.

Salah satu solusi yang diberikan oleh pemerintah adalah pertanian berkelanjutan. Pertanian berkelanjutan adalah pertanian dengan cara mengolah sumber daya alam yang ada untuk usaha pertanian guna membantu kebutuhan manusia yang bertambah sekaligus mempertahankan dan meingkatkan kualitas. Selain itu pertanian berkelanjutan juga ditujukan untuk melestarikan sumber daya alam. Pertanian berkelanjutan di sini mencakup ekonomi yang berkelanjutan, minimalnya jejak ekologi, penurunan barang kemasan, pasarĀ  lokal yang meningkat, dan peningkatan komunitas kebun serta kebun rumah.

Pertanian berkelanjutan bergantung kepada pengembalian nutrisi ke tanah dengan meminimalisir penggunaan sumber daya non terbaharukan atau bahan kimia anorganik. Selain itu, faktor yang mempengaruhi keberhasilan pertanian berkelanjutan adalah tanah, air, udara, dan cahaya matahari. Kemudian usaha untuk mengaplikasikan pertanian berkelanjutan untuk menyelamatkan lingkungan antara lain :

  1. Meminimalisir bentuk pencemaran akibat penerapan teknik pertanian.
  2. Menjadikan pupuk organik sebagai pupuk pokok dalam pertanian.
  3. Meminimalisir efek rumah kaca.
  4. Membudidayakan tananam secara organik.
  5. Penggunaan teknologi pertanian yang ramah lingkungan.
  6. Pemberian penyuluhan akan bahaya pupuk kimia anorganik dan pestisida.
  7. Pengalihan limbah pertanian.
  8. Meningkatkan penelitian agar meghasilkan produk organik yang berkualitas baru.
  9. Pengolahan limbah pertanian.
  10. Pendampingan dan pengawasan pemerintah terhadap pertanian.

Dengan mengupayakan hal di atas, bukan tidak mungkin pertanian di Indonesia akan berkembang dengan pesat tanpa harus melakukan kerusakan terhadap lingkungan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar