Belajar dan Mengajar

Just another Blog UMY site

Pantun nasehat merupakan tradisi bertutur masyarakat kita dalam menyampaikan petuah secara halus tanpa menyindir atau menyakiti orang lain. Beda dengan jaman kekinian yang lebih populer dengan budaya nyinyir yang tampaknya justru makin marak saja.

contoh Pantun Nasehat

Sebagai sebuah karya sastra lama, pantun memang merupakan bentuk budaya khas Nusantara yang unik. Namun seiring perkembangan jaman, tradisi berpantun saat ini lebih sering digunakan dalam upacara resmi atau perayaan tertentu saja.

Bentuk Pantun Nasehat

Nah buat Anda yang ingin mempelajari soal pantun, di bawah ini akan diulas beberapa hal mendasar dalam karya sastra ini. Dengan memahami sejarah dan asal-usul lahir pantun kita akan lebih arif dalam menyampaikan sebuah petuah secara halus tanpa menohok orang yang ingin dikritisi.

1. Ada Sampiran dan Isi

Pantun umumnya dibangun dengan bentuk dan ciri tertentu yang sebaiknya dikenali. Namun unsur utama yang terdapat dalam pantun adalah adanya sampiran dan isi. Sampiran biasanya disampaikan pada awal pantun yang disampaikan atau setidaknya pada dua baris pertama.

Setelah itu penyampai akan memberikan isi dalam baris ketiga dan ke empat dimana biasanya bermuatan nasehat yang memang merupakan tujuan dari pantun yang ingin disampaikan.

2. Memiliki Irama a-b-a-b

Seperti pada sajak, pantun juga memiliki ciri dari irama atau kesamaan bunyi yang digunakan. Pada dasarnya irama ini ada beberapa bentuk, bisa berupa a-a-a-a ataupun bentuk a-b-a-b.

Tidak ada ketentuan tentang masing-masing bentuk irama itu dan bebas digunakan. Berikut ini beberapa contoh pantun nasehat yang semoga bermanfaat.

1)
Di jalan tak sengaja berjumpa daun sugi
Ingat manfaat, lantas cepat dibawa
Tiada belajar tiada yang rugi
Kecuali diri sendiri di masa tua

2)
Karena nila yang satu titik
Rusaklah susu satu belanga
Karena kentut sekian detik
Semua orang cium baunya

3)
Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang

4)
Rakit rakit kehulu
Berenang renang kemudian
Bersakit sakit dahulu
baru kemudian bersenang senang

Itulah beberapa contoh pantun nasehat, sebuah petuah yang disampaikan secara halus namun dengan makna yang sangat mendalam. Semoga informai ini bisa berguna dan menambah referensi Anda tentang bentuk karya sastra lama Nusantara ini.

Categories: General

PROFIL AKU

Arief


Popular Posts

Hikmah Melempar Jumr

Sebagian orang beranggapan bahwa melempar jumrah sama dengan melempar setan ...

Sebab-sebab Jatuhnya

Tak ada pernikahan yang dibangun untuk bercerai. Meskipun perceraian merupakan ...

7 Drama Jepang Terba

Memang tahun 2020 baru berjalan satu musim tapi beberapa judul ...

Yuk Mengenal Apa Itu

Layaknya manusia, tumbuhan yang terkenal akan warna hijaunya yang menyegarkan ...

Dunia Teknik Sipil Y

Berbicara tentang dunia teknik sipil tak jarang orang yang menyamakannya ...