Jelajahi Makna di Universitas Terbaik

Blog Sussy Listiarsasih

Stetoskop menjadi barang wajib bagi orang-orang yang bergelut di dunia kesehatan, perawat, dokter, bahkan mahasiswa kedokteran. Karena saking pentingnya fungsi barang ini. Stetoskop berfungsi untuk membantu diagnosis dalam pemeriksaan fisik, karena dengan stetoskop, kita bisa memeriksa tekanan darah, mendengarkan suara jantung, paru-paru, perut, bahkan suara jantung dan gerakan janin. Karena setiap hari dipakai, pasti  harus dirawat secara rutin juga dong untuk agar performa akustik stetoskop tetap baik. Sehingga suara-suara di dalam tubuh bisa tetap terdengar jelas dan diagnosis dapat ditegakkan dengan baik. Untuk mendapatkan performa akustik yang baik, kita  harus memerhatikan hal-hal di bawah ini:

1. Posisi penggunaan

Setiap stetoskop telah dirancang untuk di kenakan pada sudut yang benar dan sesuai secara anatomis dan pas digunakan di lubang telinga pengguna. Awalnya, renggangkan dulu kedua eartip, arahkan ke telinga.

 

 

 

 

Kemudian masukkan ke lubang telinga. Pastikan nyaman saat dipakai, biasanya dokter atau perawat yang memakai kerudung agak kesulitan memasukkan eartip dari luar, karena mungkin terhalang ciput kerudung sehingga eartip terlalu menekan telinga dan jadi tidak nyaman. Kemudian rambut-rambut kecil juga kemungkinan bisa keluar dan terlihat. Agar tidak  mengurangi performa akustiknya,  yang pasti eartip masuk sempurna ke lubang telinga. Agar nyaman saat dipakai, bisa disiasati dengan memasukan eartip dari dalam kerudung. Dengan posisi yang benar pula tentunya, seperti ini. Eartip mengarah ke depan.

 

Gambar yang ketiga ini contoh penggunaan stetoskop yang salah. Eartipnya mengarah ke belakang. Jika begini, suara tidak akan terdengar jelas atau bahkan tidak terdengar apa-apa. Hal ini pastinya akan menghambat pekerjaan.

 

 

 

 

2. Ukuran eartip

Sesuaikan eartip dengan lubang telinga kita. Apalagi bila jenisnya yang soft. Bila terlalu besar, tekanan yang terjadi di lubang telinga akan menghasilkan suara yang buruk. Begitu juga bila terlalu kecil. Maka, saat membeli, harus benar-benar dicoba agar ukurannya benar dan suara yang terdengar pun jelas.

3. Periksa, apakah ada sesuatu yang menghambat

Bila stetoskop sering dibawa di dalam saku jas, atau tidak rutin di bersihkan, ada kemungkinan kotoran dan serat kain bisa masuk lewat sela-sela pipa dan menghalangi jalur suara. Perawatan dan pemeliharaan rutin dapat mencegah hal ini terjadi.

4. Periksa segel

Stetoskop mengandalkan segel kedap udara untuk mengirimkan sura tubuh pasien ke telinga pemeriksa. Jika pipa longgar, retak, atau lepas, maka suara yang terdengar pun tidak akan optimal.

5. Periksa bell/diafragma

Bell dan diafragma itu bagian paling depan, yang ditempelkan ke tubuh pasien. Nah, jika kita mengguanakan stetoskop yang 2 sisi, lehernya kan bisa diputar-putar, tergantung kita mau memakai bell atau diafragma. Jika mau menggunakan diafragma, maka bell harus ditutup, agar kedap udara dan suara bisa terdengar, begitu sebaliknya.

1. Copot eartip dan bersihkan. Kalau sulit, bisa tanya ke petugas toko saat kita membeli stetoskop. Atau saat membeli, kita harus tahu juga cara mencopot dan memasang setoskop dengan baik dan benar.Untuk perawatan dan pembersihan, yang harus diperhatikan adalah melakukannya dengan rutin 1 bulan sekali, jika memang dipakai setiap hari. Agar performa akustik tetap baik. Untuk pembersihan, alat dan bahan yang dibutuhkan adalah pembersih untuk vinil, plastik dan karet, pembersih logam, pelumas, tisu.

2. Usap seluruh permukaan diafragma dan bell dengan alcohol isopropyl 70%. Cuma diagfragma dan bell yaa… Hal ini bisa mengurangi jumlah bakteri hingga 94%. Lalu beri sedikit pelumas khusus di lubang suara, putar-putar agar pelumas tersebar, di lubang suara ya, bukan di batangnya…

3. Untuk pipa karet, bersihkan dengan pembersih vinil, plastic, dan karet. Kayaknya ada tuh di toko alat kesehatannya..

4.   Jangan pernah mencelupkan stetoskop ke dalam cairan apapun, atau terkena proses sterilisasi, misalnya menggunakan alcohol. Jika desinfektan diperluikan, pakailah larutan alcohol isopropil 70%.

5. Jauhkan dari panas dan dingin yang ekstrim, minyak, dan pelarut lainnya.

6. Pipa stetoskop biasanya terbuat dari PVC (polyvinylchloride). PVC  ini lama-lama akan menjadi kaku bila bersentuhan dengan kulit, karena ada minyak yang keluar dari sana. Jadi, bila mau digantungkan di leher, jangan langsung kena kulit leher, gantungkan di kerah baju atau jas. Hal ini memang tidak mencegah kekakuan, tapi bisa memperlama terjadinya kekakuan tersebut.

Semoga bisa membantu… :)


Categories: Kedokteran
Avatar of Sussy

About Sussy

Anak rantau dari Bandung, suka keliling Yogyakarta, kuliner, jelajah gunung, dan baca. Datang ke Yogya karena ingin jadi dokter...

4 Responses so far.

  1. Avatar of jojodorayaki jojodorayaki says:

    blogger yang baik, harusnya menuliskan sumber dari artikelnya :)

    • Avatar of Sussy Sussy says:

      hehe…iya tama..itu aq dapet dari situs2 littman,trus, standris.com, dll,banyak sih..di timbang dan di banding, di terjemahin,lupa ga disebut resource nya,hoho…

  2. Eris says:

    thx bnyak buat tulisannya..
    sangat berguna..:)


  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Popular Posts

Mengapa Masih Meroko

Ya, itu pertanyaan dari saya, mengapa masih merokok? Tahukah kamu? Ada ...

Nyut..Nyut...Sakit K

Ada yang belum pernah merasakan sakit kepala? Sy yakin semua ...

Tukar Link dan Buku

Buat temen-temen yang mau tukar link, silahkan copy paste URL ...

Katarak

Katarak adalah proses kekeruhan pada lensa karena adanya gangguan metabolisme ...

Normalkah Fesesmu?

Feses merupakan sisa dari proses pencernaan, adanya feses ini merupakan ...

Sponsors

  • Deviant Art
  • Blog Arsasih
  • Sussy Listiarsasih
  • UMY