Jelajahi Makna di Universitas Terbaik

Blog Sussy Listiarsasih

ecommerce (1)Akhir-akhir ini saya sering posting tentang belanja online nih! Maklum, ternyata saya sadar bahwa belanja online tuh ternyata praktis sekali. Apalagi jika toko online tempat kita transaksi sudah dipercaya. Yaa bagaimanapun proses jual beli apapun harus didasari dengan saling percaya bukan? Bila benda yang ingin kita beli sudah nyata bentuknya, bisa kita lihat, pegang, atau coba, tentu kita percaya bahwa barang itu layak dibeli tetapi akan beda rasanya jika barang tersebut hanya berupa foto di internet. Iya kan? Makanya dulu orang Indonesia ragu-ragu dengan jual beli online.

Jual beli online atau e-commerce (electronic commerce) sekarang bukan lagi hal yang aneh. Sudah banyak toko-toko online yang bertebaran di jagat maya dan masyarakat Indonesia kini sudah mulai percaya untuk bertransaksi via online. Padahal dulu sering ada anggapan bahwa jika ingin belanja, orang Indonesia harus melihat dan memegang barangnya terlebih dulu secara langsung. Sekarang hal tersebut terbantahkan dengan makin canggihnya gadget dan makin mudahnya akses masyarakat dengan internet. Ditambah dengan pelayanan toko online dan marketplace yang semakin dapat dipercaya.

Model e-Commerce

Nah, e-commerce sendiri memiliki beberapa model dalam transaksinya, tapi yang marak dan paling banyak digunakan dalam transaksi jual beli di masyarakat Indonesia ada 2 model, yakni marketplace dan retail.

Marketplace adalah model bisnisnya berupa B2B2C (Business to Business to Consumer), dimana sebuah perusahaan A melakukan e-commerce dengan perusahaan (penjual) B untuk memenuhi keperluan pelanggan C. Jadi pada model ini perusahaan e-commerce hanya menjadi wadah bertemunya penjual dan pembeli sehingga terjadi transaksi jual beli. Ya, mirip dengan pasar yang isinya banyak penjual dan pembeli datang sehingga mereka bertemu. Perusahaan e-commerce tersebut tentu tidak mempunyai stok barang karena produk atau jasa yang ditawarkan akan datang dari penjual langsung. Untuk menjamin keamanan transaksi biasanya pihak perusahaan e-commerce marketplace menyediakan rekening bersama agar tidak terjadi penipuan.

Kelebihan dari marketplace sendiri yaitu barang yang disediakan perusahaan marketplace pada umumnya akan lebih beragam karena barang mereka berasal dari banyak penjual. Selain itu harga pun akan bersaing satu sama lain antar penjual. Tetapi kekurangan marketplace ini adalah barang yang dipesan akan lebih lama sampai tergantung respon dari penjual untuk mengirim produk yang dipesan oleh pembeli. Contoh marketplace adalah tokopedia, bukalapak.com, olx, dan masih banyak lagi.

Model e-commerce yang selanjutnya adalah online retail dimana modelnya berupa B2C (Business to Consumer). Jadi perusahaan e-commerce menyediakan langsung barang bagi konsumen, sehingga hal tersebut mengharuskan pihak e-commere memiliki suatu tempat untuk menyimpan produk atau jasa yang akan dijualnya.

Kelebihan dari e-commerce retail ini adalah pengiriman barang lebih cepat sampai karena dapat dipastikan pihak e-commerce sendiri yang akan melakukan pengiriman barang setelah ada pemesanan dari konsumen. Tetapi kekurangannya, barang yang dijual memiliki varian yang tidak terlalu banyak dan harga yang kadang lebih mahal karena barang yang terbatas. Contoh toko online retail yang paling mendunia adalah Amazon, kemudian toko-toko online yang bertebaran di instagram umumnya menganut konsep retail.

Dari 2 model e-commerce sebenarnya masih ada model lain, yaitu deal site yang belum terlalu populer di Indonesia. Jadi pada model ini digunakan sistem lelang yang mengharuskan ada kesepakatan harga tertentu untuk barang tertentu. Walaupun belum sepopuler konsep toko online retail dan marketplace, namun sistem lelang ini kerap kali digunakan sebagai konsep unik yang menarik perhatian para netizen.

Pertumbuhan e-Commerce di Indonesia

Indonesia dengan 200 juta penduduknya tentu menjadi pasar tersendiri bagi para pelaku bisnis terutama industri e-commerce yang sekarang semakin menjamur. Ditunjang dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih dan pengetahuan teknologi informasi yang semakin berkembang, masyarakat Indonesia mulai terbuka dengan transaksi jual beli online. Data dari Menkominfo menyebutkan bahwa transaksi e-commerce di Indonesia mencapai angka 130 triliun rupiah dan akan terus bertambah mengingat baru sekitar 7% saja netizen Indonesia yang melakukan transaksi online.

Salah satu perusahaan e-commerce yang termasuk sukses di Indonesia adalah Lazada.co.id. yang berdiri pada tahun 2012. Lazada.co.id awalnya dikembangkan dengan model retail yang memasarkan produk sendiri, tetapi lambat laun Lazada memadukan konsep marketplace didalamnya karena perkembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Indonesia yang semakin baik. Maka, saat ini Lazada berperan sebagai online retail dan marketplace yang memungkinkan para pelaku UMKM di Indonesia turut serta mempromosikan dan memasarkan produknya melaui situs Lazada.

Cara Membedakan Produk Retail dan Marketplace di Lazada

Lazada menyatakan dari situsnya bahwa produk retail dan marketplace yang ada di sana sudah mencapai sebanyak 1.8 juta produk. Nah pertanyaannya adalah, manakah dari sekian banyak produk yang dijual Lazada tersebut yang merupakan produk retail dan produk dari penjual lain?

Berikiut informasi yang berhasil dirangkum dari situs Lazada di halaman ini:

  1. STOK TERSEDIA ; “Sold & Fulfilled by Lazada”
  • Barang tersedia di gudang Lazada lebih dari 4 unit
  • Barang akan dikirimkan 1 hari kerja setelah order/pembayaran di verifikasi
  • Hampir 100% barang dipastikan dikirim (pengecualian seandainya ternyata barang yang ada tidak memenuhi kualifikasi pada saat QC cek)
  1. STOK TERSEDIA, HANYA TERSISA 1/2/3/4   ; “Sold & Fulfilled by Lazada”
  • Barang tersedia di gudang Lazada kurang dari 4 unit
  • Barang akan dikirimkan 1 hari kerja setelah order/pembayaran di verifikasi
  • Hampir 100% barang dipastikan dikirim (pengecualian seandainya ternyata barang yang ada tidak memenuhi kualifikasi pada saat QC cek)
  1. ”Tersedia di Supplier” ; DISEDIAKAN OLEH SUPPLIER, DIKIRIM OLEH LAZADA.CO.ID
  • Barang tersedia di supplier
  • Supplier mengirimkan informasi update stock, dan update stock dilakukan oleh Lazada
  • Dibutuhkan tambahan waktu antara 2-5 hari kerja pengiriman dari supplier ke gudang Lazada
  • Barang akan dikirimkan 1 hari setelah diterima dari Supplier
  • Terdapat sekitar 1% kemungkinan barang di supplier habis dan tidak bisa dikirimkan
  • Seandainya stock barang habis di supplier, Lazada akan menginformasikan melalui email kepada pelanggan
  • Pembayaran yang sudah dilakukan bisa dialihkan ke barang lainnya atau store credit *) atau direfund
  • Refund Kartu kredit akan dikembalikan ke rekening Kartu kredit kembali (tidak bisa ke rekening tabungan)
  1. “Stock tersedia di merchant” ; “DIJUAL & DIKIRIM OLEH  PT. XXX (SIS)”
  • Barang tersedia di Merchant dengan metode Shop in Shop/Marketplace  (Merchant titip jual barang di Lazada atau Lazada hanya menyediakan tempat berjualan untuk Merchant)
  • Update stock langsung dilakukan oleh supplier di website Lazada
  • Pengiriman dilakukan langsung oleh supplier kepada pelanggan
  • Transaksi tidak bisa COD, hanya Bank transfer /Kartu kredit
  • Area pengiriman terbatas hanya di Kota administrative JADETABEK
  • Terdapat sekitar 1% kemungkinan ternyata barang di supplier habis dan tidak bisa dikirimkan
  • Seandainya stock barang habis di supplier, Lazada akan menginformasikan melalui email kepada pelanggan
  • Pembayaran yang sudah dilakukan bisa dialihkan ke barang lainnya atau store credit *) atau direfund
  • Refund Kartu kredit akan dikembalikan ke rekening Kartu kredit kembali (tidak bisa ke rekening tabungan)

Selain info diatas yang dapat diperhatikan dengan mudah untuk membedakan apakah barang Retail dan Marketplace di Lazada adalah dengan melihat info yang tertera pada sebelah kanan produk.

lazada 1

 

Disana terdapat informasi yang menerangkan apakah produk yang dijual oleh Retail atau Marketplece. Untuk contohnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

lazada 3

Jika produk dijual oleh Lazada maka kolom “Dijual & dikirim oleh” akan menunjukan oleh Lazada.co.id.

lazada 2

Jika produk dijual oleh Marketplace, maka info yang diberikan pada kolom “Dijual & dikirim oleh” akan menunjukan nama Toko Penjual.

Baiklah, semoga blog post kali ini dapat menambah pengetahuan netizen tentang perbedaan online retail dan marketplace serta bagaimana cara membedakan produk retail dan marketplace terutama di Lazada Indonesia. Harapannya juga netizen Indonesia yang hobi belanja online seperti saya dapat menjadi pembeli online yang cerdas dan selalu waspada terhadap penipuan. Selamat belanja online! 🙂

Categories: Miscelaneous

About Sussy

Anak rantau dari Bandung, suka keliling Yogyakarta, kuliner, jelajah gunung, dan baca. Datang ke Yogya karena ingin jadi dokter...

PROFIL AKU

Sussy

Anak rantau dari Bandung, suka keliling Yogyakarta, kuliner, jelajah gunung, dan baca. Datang ke Yogya karena ingin jadi dokter...


Popular Posts

Mengapa Masih Meroko

Ya, itu pertanyaan dari saya, mengapa masih merokok? Tahukah kamu? Ada ...

Tukar Link dan Buku

Buat temen-temen yang mau tukar link, silahkan copy paste URL ...

Nyut..Nyut...Sakit K

Ada yang belum pernah merasakan sakit kepala? Sy yakin semua ...

Katarak

Katarak adalah proses kekeruhan pada lensa karena adanya gangguan metabolisme ...

Universitas Terbaik

Universitas Terbaik – Siapa yang tak mau kuliah di universitas ...