Jelajahi Makna di Universitas Terbaik

Blog Sussy Listiarsasih

Tubuh manusia sangatlah kompleks dan menarik sekali untuk dipelajari. Dengan mempelajari dan mengetahui fungsinya masing-masing, kita bisa tahu cara merawat kesehatan diri kita dengan baik. Dengan merawat kesehatan diri, itu termasuk jalan untuk menunjukan rasa syukur kita terhadap Allah SWT yang menciptakan tubuh kita dalam bentuk yang sempurna. Jangan sampai tubuh yang sempurna ini hanya dijadikan ajang pemuas nafsu karena tidak mengerti terhadap fungsi yang sebenarnya.

Dengan mengetahui anatomi tubuh, kita akan lebih mengerti terhadap fungsinya. Kita juga akan mengerti terhadap diri kita sendiri, akan lebih menghargai tubuh kita dan yang penting, tidak akan menyalahgunakan kemahasempurnaan tubuh kita demi memuaskan hawa nafsu.

Setelah postingan kemarin saya membahas tentang organ reproduksi pria bagian luar, sekarang giliran organ reproduksi pria bagian dalam. Ya, organ bagian luar ini adalah yang terlihat, sedangkan bagian dalam tidak terlihat, dan juga memiliki peran yang tak kalah penting dalam reproduksi manusia sehingga manusia nantinya bisa meneruskan keturunan.

Organ Genital Dalam

Testis, testikel

Testis merupakan kelenjar seksual pria yang menghasilkan sperma dan testosteron. Testis ini berjumlah 2, kiri dan kanan dan dibungkus oleh skrotum. Letak testis sebelah kiri secara anatomis lebih rendah dari pada yang kanan karena adanya perbedaan letak anatomis pembuluh darah. Didalam testis terdapat salauran-saluran yang memproduksi sperma, yaitu tubulus seminiferus. Testis memproduksi 150 juta sperma setiap 24 jam, tidak seperti wanita yang hanya memproduksi 1 sel telur dalam sebulan. Sperma efektif diproduksi dalam suhu <37o C, maka dari itu, letaknya di luar tubuh agar suhunya tidak terlalu tinggi.

Epididimis

Tubulus Seminiferus

Epididimis adalah organ yang menempel pada testis. Epididimis ini merupakan kumpulan tubulus seminiferus, tempat penghasil sperma. Disini, sperma akan di matangkan selama 1-3 minggu sehingga nantinya akan dialirkan keluar melalui vas deferens.

Vas Deferens

Vas deferens atau duktus deferens adalah saluran yang merupakan kelanjutan dari epididimis dan berfungsi untuk mengalirkan sperma keluar tubuh. Vas deferens inilah yang akan dipotong atau diikat untuk menghambat keluarnya sperma pada vasektomi. Jadi, ketika sudah dilakukan vasektomi, saat ejakulasi hanya akan keluar air mani saja tanpa sperma.

Vesikula Seminalis

Vesikula seminalis ini letaknya di samping kandung kemih. Fungsinya untuk memproduksi semen atau air mani, yaitu cairan melindungi sperma ketika dikeluarkan dari penis saat ejakulasi. Nah, semen yang diproduksi dari vesikula seminalis ini mengandung fruktosa, vitamin C dan prostaglandin yang memberi nutrisi pada sperma agar kuat sampai membuahi sel telur.

Kelenjar Prostat

Kelenjar prostat juga menghasilkan semen, semen paling banyak dihasilkan oleh kelenjar prostat, yaitu sekitar 30%. Pada 1 ml air mani, mengandung 200 juta sperma dan setiap ejakulasi, dikeluarkan 0,1-10 ml air mani. Jadi, hitung saja berapa ratus juta sel sperma tiap ejakulasi, dan dari sekian banyak sperma, hanya 1 sperma yang bisa membuahi sel telur.

Duktus Ejakulatorius

Duktus ejakulatorius saluran yang letaknya di antara kandung kemih dan kelenjar prostat. Terbentuk dari persatuan vas deferens dan vesikula seminalis. Fungsinya mengalirkan air mani yang sudah berisi sperma matang yang siap membuahi sel telur menuju uretra untuk dikeluarkan saat ejakulasi.

Ductus Ejakulatorius

Kelenjar Cowper, Kelenjar Bulbouretral

Kelenjar Cowper menghasilkan sejumlah kecil cairan pra-ejakulasi. Jadi cairan ini keluar sebelum orgasme dan ejakulasi terjadi. Fungsi dari cairan ini adalah untuk menetralkan keasaman di sepanjang uretra sehingga sperma dapat keluar dengan utuh.

Corpora Cavernosa

Corpora Cevernosa

Corpora cavernosa adalah 2 buah jaringan yang mengisi penis. Banyak mengandung pembuluh darah. Fungsinya adalah untuk ereksi penis. Jadi penis bisa ereksi karena pembuluh pada corpora cavernosa ini terisi oleh darah setelah ada berbagai rangsangan, rangsang seksual, auditori, visual, sentuhan, atau bau, bahkan bisa juga karena tekanan dari kandung kemih yang penuh. Ereksi akan berakhir jika rangsangan seksual dihentikan atau sudah terjadi ejakulasi. Priapismus adalah ereksi yang tidak bisa dihentikan dan merupakan kondisi darurat. Bisa diakibatkan karena penggunaan obat kuat yang berlebihan.

Semoga bermanfaat… 🙂

 

About Sussy

Anak rantau dari Bandung, suka keliling Yogyakarta, kuliner, jelajah gunung, dan baca. Datang ke Yogya karena ingin jadi dokter...

PROFIL AKU

Sussy

Anak rantau dari Bandung, suka keliling Yogyakarta, kuliner, jelajah gunung, dan baca. Datang ke Yogya karena ingin jadi dokter...


Popular Posts

Mengapa Masih Meroko

Ya, itu pertanyaan dari saya, mengapa masih merokok? Tahukah kamu? Ada ...

Tukar Link dan Buku

Buat temen-temen yang mau tukar link, silahkan copy paste URL ...

Nyut..Nyut...Sakit K

Ada yang belum pernah merasakan sakit kepala? Sy yakin semua ...

Katarak

Katarak adalah proses kekeruhan pada lensa karena adanya gangguan metabolisme ...

Universitas Terbaik

Universitas Terbaik – Siapa yang tak mau kuliah di universitas ...