Jelajahi Makna di Universitas Terbaik

Blog Sussy Listiarsasih

Hati-hati, sekarang penipuan semakin marak terjadi. SMS mama minta pulsa mungkin sudah basi, atau sudah tidak mempan menipu orang-orang untuk membelikan pulsa, tapi kini Sang Penipu punya cara lain untuk mendapatkan pulsa gratis dari korbannya, bukan lewat sms tapi langsung menelepon. Korban seperti terhipnotis dan membelikan pulsa dengan nominal yang besar.

Awalnya, ada nomer tak dikenal yang menelepon ke ponsel kita. Orang yang menelepon tersebut akan langsung mengaku bahwa ia teman kita, atau bahkan saudara. Namanya pun persis nama orang yang kita kenal tersebut, tak hanya nama, bahkan suaranya pun mirip. Tak jarang orang tersebut mengetahui hal-hal yang memang akan meyakinkan kita bahwa ia adalah saudara atau teman kita. Ia akan mengatakan bahwa ia sedang ditilang dan polisi yang menilangnya meminta pulsa, seringnya sejumlah Rp 100.000,00. Bila bukan tilang, mungkin hal lain dimana Sang Penelepon berada dalam kesulitan dan minta diisikan pulsa. Secara logika, mungkin hal ini sepele. Ya sudah, jangan langsung percaya dan jangan diisikan pulsa, beres…tapi ternyata tak sesederhana itu.

Orang yang ditelepon akan seperti orang yang terhipnotis. Seperti yang terjadi pada pelanggan di counter pulsa saya. Sudah ada 3 orang yang berkali-kali membeli pulsa dengan nominal 100.000 beberapa hari ini. Sebut saja salah satunya Rano, kemarin ia membeli pulsa 100.000, awalnya saya sudah curiga karena nominalnya besar. Sudah diperingati, tapi ia berkelit karena ia mengaku bahwa yang menelepon ini adalah saudaranya yang sedang ditilang. Saya pikir, sekarang kan musim lebaran, jarang sekali ada tilang. Saya juga sudah mengimbau untuk menelepon ke nomer lama saudaranya itu, jangan langsung percaya. Ia bilang bahwa ia benar-benar mengenali suaranya, dan yakin bahwa saudaranya itu sedang kesulitan. Daripada ribut, akhirnya saya isikan pulsa sejumlah yang ia minta. Esoknya, ia kembali lagi dan mengakui bahwa ia tertipu. Di rumahnya, ia menelepon nomer lama saudaranya tersebut, saudaranya mengaku bahwa ia sedang tak berurusan dengan polisi, tak juga ia meminta pulsa. Rano rugi sampai Rp 400.000,00, ia membeli pulsa tidak hanya di counter saya saja.

Korban lainnya, sebut saja Gilang. Sebelumnya ia sudah membeli pulsa 100.000 sebanyak 2 kali di counter saya. Kali ini ketiga kalinya, sebelum saya isikan pulsa lagi, ia saya peringati tentang penipuan yang sering terjadi sekarang. Seperti biasa, ia berkelit dan kasihan dengan Andi, temannya sedang ditilang.

“Polisinya minta pulsa teh, komandannya juga..bla…bla..”
“Coba telepon nomer lamanya Andi, dia telpon bukan pakai nomer lama kan?”
Gilang tetap berkelit, tak ada inisiatif untuk menelepon nomer lama Andi. Orang yang mengaku sebagai Andi pun mengirim Gilang SMS dengan kata-kata kasar karena pulsa belum dikirim juga.

Gereget.. >.< Akhirnya saya menelepon nomer lama Andi, tersambung, dan bicaralah Gilang dengan Andi. Hasilnya, Andi tidak sedang di tilang, ia sedang di rumah.
“Loh, tadi siapa dong? Suaranya mirip kamu Ndi, lagi ditilang polisi, polisinya minta pulsa..kemarin juga kamu minta, tapi nomernya beda..”
“Aku di rumah kok Lang, nomer juga gak ganti, urusan sama polisi juga enggak..”

Barulah akhirnya Gilang menyadari bahwa ia telah tertipu. Gilang mengaku bahwa kemarin-kemarin Andi minta pulsa, dan ia sama sekali tidak curiga. Saya pikir, untung baru Rp. 200.000, tidak seperti Rano yang rugi sampai Rp 400.000, tapi ternyata Gilang sudah kehilangan sampai Rp 500.000,00 karena entah siapa yang meminta pulsa.
“Saya gak sadar teh, gak curiga juga..” Begitu pengakuan Gilang.

Saya pikir ini hipnotis dengan suara, aneh sih mungkin, tapi ini yang saya lihat dengan mata kepala saya sendiri. Jadi, hati-hati bila ada nomer tak dikenal menelepon kita, bisa jadi bila diangkat pikiran kita terkuasai olah penelepon. Pikiran jangan kosong, dan banyaklah beribadah agar terhindar dari hal-hal yang seperti itu.

 

Gambar diambil dari sini.

Categories: Cerita, Pengalaman, Tips

About Sussy

Anak rantau dari Bandung, suka keliling Yogyakarta, kuliner, jelajah gunung, dan baca. Datang ke Yogya karena ingin jadi dokter...

PROFIL AKU

Sussy

Anak rantau dari Bandung, suka keliling Yogyakarta, kuliner, jelajah gunung, dan baca. Datang ke Yogya karena ingin jadi dokter...


Popular Posts

Mengapa Masih Meroko

Ya, itu pertanyaan dari saya, mengapa masih merokok? Tahukah kamu? Ada ...

Tukar Link dan Buku

Buat temen-temen yang mau tukar link, silahkan copy paste URL ...

Nyut..Nyut...Sakit K

Ada yang belum pernah merasakan sakit kepala? Sy yakin semua ...

Katarak

Katarak adalah proses kekeruhan pada lensa karena adanya gangguan metabolisme ...

Universitas Terbaik

Universitas Terbaik – Siapa yang tak mau kuliah di universitas ...