Jelajahi Makna di Universitas Terbaik

Blog Sussy Listiarsasih


Tak terasa sudah, kita telah memasuki bulai Mei. Hmm, bulan Mei identik dengan apa ya? Benar sekali, di bulan mei biasanya masyarakat di Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional ini diawali dengan keberadaan Perguruan Taman Siswa yang didirikan di Yogyakarta. Seperti yang kita semua ketahui, pada waktu itu Indonesia masih dalam keadaan dijajah dan terbelakang. Oleh karena itu, banyak gerakan-gerakan nasionalis yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk keluar dari keterpurukan. Gerakan nasionalis pertama yang dilakukan dalam bidang pendidikan adalah saat didirikannya Perguruan Taman Siswa ini.

“Ing ngarso sung tulodo (di depan memberi teladan), Ing madyo mangun karso (di tengah membangun karya), Tut wuri handayani (di belakang member dorongan).”  Inilah tiga kalimat yang diajarkan oleh Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang lebih terkenal dengan sebutan Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara ini kemudian diangkat menjadi Bapak pendidikan Nasional dan hari lahirnya 2 Mei (1889) diabadikan menjadi Hari Pendidikan Nasional secara resmi pada tahun 1959.

Ki Hajar Dewantara dan ningrat terpelajar lainnya berpendapat bahwa salah satu perlawanan yang paling efektif adalah dengan melalui bidang pendidikan. Dengan adanya perbaikan kualitas sumber daya manusia inilah yang nantinya dapat melepaskan Indonesia dari penindasan bangsa lain. Contoh lainnya adalah R.A. kartini yang juga mempelopori pendidikan bagi kaum wanita dan mendirikan sekolah-sekolah khusus untuk kaum wanita yang ingin belajar.

Pada tahun 1913 beliau secara politik aktif dalam menentang Perayaan Seratus Tahun Belanda dari Prancis melalui Komite Bumiputra. Ditentangnya perayaan tersebut adalah karena pihak Belanda memeras rakyat untuk kepentingan perayaan tersebut. Salah satu ucapannya yang ditulis dalam koran Douwes Dekker de Express adalah bertajuk Als Ik Eens Nederlander Was –Seandainya Aku Seorang Belanda–

“Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu.”

“Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa Inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun.”

Akibat tulisan tersebut beliau dibuang tanpa proses pengadilan ke Pulau Bangka oleh Gubernur Jendral Idenburg, namun atas tulisan Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo hukuman tersebut berganti menjadi dibuang ke negeri Belanda.

Kembalinya dari pengasingan, beliau pun mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional, Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa –Perguruan Nasional Tamansiswa– pada 3 Juli 1922. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan. Dari sinilah lahir konsep pendidikan nasional, hingga Indonesia merdeka Ki Hadjar Dewantara pun menjadi Menteri Pendidikan dan meninggal pada 28 April 1959 di Yogyakarta.

Kembali ke era sekarang, pemerintah juga melancarkan gerakan-gerakan untuk perbaikan di negeri ini, terutama dalam bidang pendidikan. Nah, sebagai mahasiswa, ayo berpartisipasi aktif dalam kegiatan di kampus. Dari bahasan di atas, mari kita isi kemerdekaan ini dengan meningkatkan kualitas  pendidikan di Indonesia. Lets start from the small thing, from yourself and now!

Categories: Inspirasi, Motivasi, Pendidikan

About Sussy

Anak rantau dari Bandung, suka keliling Yogyakarta, kuliner, jelajah gunung, dan baca. Datang ke Yogya karena ingin jadi dokter...

PROFIL AKU

Sussy

Anak rantau dari Bandung, suka keliling Yogyakarta, kuliner, jelajah gunung, dan baca. Datang ke Yogya karena ingin jadi dokter...


Popular Posts

Mengapa Masih Meroko

Ya, itu pertanyaan dari saya, mengapa masih merokok? Tahukah kamu? Ada ...

Tukar Link dan Buku

Buat temen-temen yang mau tukar link, silahkan copy paste URL ...

Nyut..Nyut...Sakit K

Ada yang belum pernah merasakan sakit kepala? Sy yakin semua ...

Katarak

Katarak adalah proses kekeruhan pada lensa karena adanya gangguan metabolisme ...

Universitas Terbaik

Universitas Terbaik – Siapa yang tak mau kuliah di universitas ...