Jelajahi Makna di Universitas Terbaik

Blog Sussy Listiarsasih


Film twisted ending memang selalu membuat penasaran. Cerita yang berbelit-belit, alur yang maju mundur, dan akhir yang di luar perkiraan, membuat saya ingin dan ingin lagi menonton film twisted ending yang lain. Selain cerita yang misterius, adegan yang berdarah-darah dan genre thriller hampir selalu menjadi bagian dari film twisted ending ini. Satu dari sekian banyak film yang saya tonton adalah Triangle.

Karena bujukan Greg (Michael Dorman), Jess (Melissa George) akhirnya setuju untuk ikut berlibur. Jess memang sempat ragu meski ia tak bisa menjelaskan keraguannya. Jess tak pernah tahu kalau keraguannya ini ternyata akan menentukan nasibnya nanti. Jess adalah seorang single parent yang memiliki anak autis. Dari awal cerita terlihat bahwa Jess stress karena ia memiliki anak autis. Dengan susah payah Jess mencoba membesarkan Tommy (Joshua McIvor), putranya, seorang diri. Jess setuju untuk pergi berlayar,kali ini Jess dan Greg akan berlayar bersama Victor (Liam Hemsworth), Downey (Henry Nixon), Sally (Rachel Carpani), dan Heather (Emma Lung).

Ditengah lautan yang tenang, tiba-tiba badai besar muncul. Kapal layar yang ditumpangi Jess dan kawan-kawan pun terjebak dan akhirnya terbalik, 1 orang yaitu Hather hilang bersama ombak. Untungnya tak lama kemudian badai reda dan melintaslah kapal pesiar besar bernama Aeolus. Mereka akhirnya menyelamatkan diri kesana. Anehnya, saat berada disana mereka tidak menemukan satu orang pun. Ruangan demi ruangan mereka kunjungi, koridor demi koridor mereka susuri, tetap tak ada seorang pun disana.

Jess merasa sangat mengenal koridor kapal ini, seakan ia pernah mengunjungi tempat ini sebelumnya. Tapi Greg mencoba meyakinkan bahwa itu hanyalah deja vu biasa. Jess makin merasa aneh ketika ia merasa ada orang disana, di satu kamar ada tulisan dengan tinta darah di cermin “go to the theatre”. Jess pergi menuju teater sendiri, ketika sedang ruang makan, tiba-tiba Victor datang dengan kepala berlumur darah yang langsung menyerang dirinya. Jess membela diri dan membiarkan Victor mati. Suara tembakan menyusul kemudian. Greg mati di tembak seseorang yang misterius, Sally menuduh bahwa Jess lah yang menyuruh mereka ke teater dan menembak Greg. Jess yang tak tahu apa-apa sungguh tidak mengerti dengan apa yang dituduhkan Sally, tapi Sally bersikeras bahwa Jess lah yang membawa mereka pada petaka ini. Tembakan kedua tiba-tiba mengenai Downey, lalu menyusul Sally, Jess pergi dengan peluru yang terus mengejarnya.

Orang bertopeng yang bersenjata itu akhirnya berhadapan dengan Jess, ketika hampir berhasil dilumpuhkan, ia berkata “Bunuh mereka jika ingin pulang, bunuh mereka, itu satu-satunya jalan. Bunuh mereka”. Lalu orang bertopeng pun jatuh ke laut di dorong oleh Jess. Jess bingung dengan apa yang baru saja ia hadapi, tapi kejadian yang terasa singkat inilah yang akan mengubah hidupnya. Dilihatnya kapal layar terbalik dengan penumpang yang teriak minta tolong, ia teringat dengan gambaran dirinya saat berada di kapal terbalik. Dan memang, yang ada di sana adalah Jess dan kawan-kawan.

Ya, cerita terulang kembali, dan kini Jess sadar bahwa ia harus membunuh mereka semua, begitu seterusnya. Ia terjebak, tapi ia tak ingin ini terulang lagi, ia ingin mereka semua selamat, tak ada yang mati terbunuh, ia harus mengubah pola semua kejadian ini. “I have to change the pattern”. Ya, walau akhirnya ia tidak bisa keluar dari nasibnya dan harus mengikuti pola itu, karena di Aeolus ada banyak Jess yang juga berpikir seperti itu.

Film ini membuat saya berpikir dan bertanya-tanya. Bukan hanya saja memikirkan jalan ceritanya yang berbelit-belit, tapi juga tentang apa yang ada ‘dibalik’ ceritanya, tentang pikiran Jess yang ingin mengubah pola dalam mengubah nasib. Ya, sadarkah bahwa hal yang mungkin kita ulang adalah akibat kita sendiri yang tidak berusaha untuk mengubah pola laku kita? Ketika kita gagal dan gagal lagi, maka harus ada pola yang diubah agar kegagalan menjadi keberhasilan. Atau ketika kita melakukan suatu hal buruk berulang kali, yang harus kita lakukan adalah mengubah pola dari kebiasaan kita. Mengubah kelakuan yang membawa kita menuju pada keburukan itu.

Ketika saya hampir setiap hari lupa membawa kunci motor saya yang tergantung di lubang kunci bagasi motor, maka yang saya lakukan adalah mengingat tiap hal yang saya lakukan setelah motor diparkir. Setelah memasukkan kunci ke lubang kunci bagasi dan menggantungkan helm di bagasi, saya tutup jok motor, lalu saya pergi. Siangnya saya baru ingat bahwa kunci motor saya raib yang ternyata masih tergantung disana. Sekarang, saya ubah pola kebiasaan setelah parkir motor. Setelah memasukkan kunci ke lubang kunci bagasi dan menggantungkan helm di bagasi, saya tutup jok motor, saya raba lubang kunci dan mencabut kunci motor yang menggantung disana, lalu saya pergi. Saya berusaha untuk untuk membiasakan pola baru itu, dan berhasil. Kuncinya ada pada diri saya sendiri ternyata. Tergantung kita mau atau tidak mengubah pola yang biasa kita lakukan. Ya, just change the pattern.

Categories: Cerita, Motivasi, Resensi

About Sussy

Anak rantau dari Bandung, suka keliling Yogyakarta, kuliner, jelajah gunung, dan baca. Datang ke Yogya karena ingin jadi dokter...

PROFIL AKU

Sussy

Anak rantau dari Bandung, suka keliling Yogyakarta, kuliner, jelajah gunung, dan baca. Datang ke Yogya karena ingin jadi dokter...


Popular Posts

Mengapa Masih Meroko

Ya, itu pertanyaan dari saya, mengapa masih merokok? Tahukah kamu? Ada ...

Tukar Link dan Buku

Buat temen-temen yang mau tukar link, silahkan copy paste URL ...

Nyut..Nyut...Sakit K

Ada yang belum pernah merasakan sakit kepala? Sy yakin semua ...

Katarak

Katarak adalah proses kekeruhan pada lensa karena adanya gangguan metabolisme ...

Universitas Terbaik

Universitas Terbaik – Siapa yang tak mau kuliah di universitas ...