Jelajahi Makna di Universitas Terbaik

Blog Sussy Listiarsasih

“Time is free, but it’s priceless. You can’t own it, but you can use it. You can’t keep it, but you can spend it. Once you’ve lost it you can never get it back.

Waktu adalah suatu hal yang abstrak, tak dapat dilihat, tak dapat disentuh, tetapi bukti kehadirannya sangat nyata, misalnya dengan keberadaan matahari yang menyinari bumi akibat gerakan rotasi dan revolusi pada bumi tersebut yang menyebabkan terjadinya siang dan malam. Definisi lain, berasal dari Isaac Newton yang menyebutkan bahwa waktu itu sendiri adalah hal yang tidak dapat diukur. Pandangan kontras, didapatkan dari Gottfried Leibniz dan Immanuel Kant mengatakan bahwa waktu, bukan menjadi hal yang objektif yang akan diukur, tetapi merupakan bagian dari sistem pengukuran mental. Jadi dapat disimpulkan, waktu itu adalah sesuatu yang nyata, terlepas dari dapat atau tidak diukurnya waktu, yang selalu menyertai kegiatan dan pekerjaan di tiap harinya dan terus berjalan tanpa ada yang bisa menghentikan.

Waktu yang selalu berjalan ‘seenaknya’ tanpa bisa diotak-atik terkadang membawa kesulitan bagi setiap orang. Hampir semua orang di dunia seringkali direpotkan oleh waktu. Misalnya, seorang siswa yang kocar-kacir belajar satu hari menjelang ujian. Padahal sebelumnya siswa tersebut memiliki waktu yang cukup di hari-hari biasa. Contoh lain, seorang mahasiswa menjadi stress memilah-milih waktu untuk organisasi dan perkuliahan. Lalu bagaimana cara menghadapi semua itu? Jawabannya adalah pengaturan waktu yang baik.

Bagaimana cara mengatur waktu yang baik? Pertama, buat rencana untuk jarak beberapa hari ke depan. Misalnya, anda memperkirakan kegiatan-kegiatan yang akan kita lakukan sepanjang minggu ini. Lalu, buat rincian hal-hal yang akan dikerjakan pada sepanjang minggu tersebut. Hal ini mengurangi kemungkinan kegiatan yang terlupakan.

Kedua, buat prioritas. Maksudnya, bedakan yang penting dengan yang tidak penting. Tidak lupa juga memperhatikan batas waktu pelaksanaan kegiatan atau acara yang akan dilakukan. Contoh, pada hari yang sama akan dilaksanakan ujian semester dan seminar biasa. Nah, anda harus memprioritaskan ujian sebagai hal yang utama dilakukan dibandingkan seminar yang tidak terlalu menuntut kehadiran kita disana. Tujuan membuat prioritas ini adalah untuk memudahkan anda mengerjakan tugas-tugas dalam jumlah banyak tanpa menguras banyak waktu untuk memilah-milih hal yang akan dikerjakan terlebih dahulu.

Ketiga, buat jadwal. Tulis jadwal kegiatan sesuai dengan rencana awal. Tambahkan prakiraan waktu dalam pembagian kegiatan di jadwal tersebut. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pembagian waktu secara lebih efektif.

Keempat, patuhi jadwal yang telah dibuat. Nah, agar tidak sia-sia, jadwal tersebut harus dilaksanakan dan disiplin. Maksudnya, agar waktu yang tersisa bisa dimanfaatkan dengan kegiatan lain yang bermanfaat. Tentunya, hal tersebut bisa menjadi hal yang sia-sia, jika jadwal telah dibuat tetapi tidak dilaksanakan.

Categories: Motivasi, Tips

About Sussy

Anak rantau dari Bandung, suka keliling Yogyakarta, kuliner, jelajah gunung, dan baca. Datang ke Yogya karena ingin jadi dokter...

PROFIL AKU

Sussy

Anak rantau dari Bandung, suka keliling Yogyakarta, kuliner, jelajah gunung, dan baca. Datang ke Yogya karena ingin jadi dokter...


Popular Posts

Mengapa Masih Meroko

Ya, itu pertanyaan dari saya, mengapa masih merokok? Tahukah kamu? Ada ...

Tukar Link dan Buku

Buat temen-temen yang mau tukar link, silahkan copy paste URL ...

Nyut..Nyut...Sakit K

Ada yang belum pernah merasakan sakit kepala? Sy yakin semua ...

Katarak

Katarak adalah proses kekeruhan pada lensa karena adanya gangguan metabolisme ...

Universitas Terbaik

Universitas Terbaik – Siapa yang tak mau kuliah di universitas ...