sang mantan

Hanya Blog UMY situs lain

universitas swasta yang bagus memiliki fasilitas dan dosen yang jauh lebih baik dari universitas negri. Soalnya dana yg besar tersebut mamang dialokasikan untuk itu. Terobosan2 yang mutakhir juga banyak bersumber dari universitas swasta karna mereka tidak lagi terbentur biaya untuk penelitian

Saya tidak sedang menjelek-jelekkan sekolah swasta. Apa yang jelek dari sebuah kegagalan? Tidak ada. Semua orang pernah gagal. Saya pernah gagal, Anda juga pernah gagal. Kegagalan pertama kita mungkin sama, yaitu saat pertama kali belajar membalikkan badan. Dan sebaiknya Anda baca dulu tulisan ini hingga selesai, karena mungkin saja Anda emosi saat membaca judul dari tulisan ini.

Saya sadar diri bahwa saya tidak bisa mengubah pola pikir masyarakat secara tiba-tiba di negeri ini, tidak bisa dengan diri saya sendiri. Tidak cukup lewat tulisan ini yang hanya sekitar 700 kata. Sudah bertahun-tahun para ahli mencoba mengubah paradigma ini lewat buku, artikel koran dan iklan layanan masyarakat, tetapi tetap saja gagal. Masyarakat akan percaya jika sudah pernah merasakan sendiri.

Jika masyarakat ditanya satu demi satu dari rumah ke rumah, saya berani menjamin lebih dari separuh akan lebih mempercayakan pendidikan keluarganya di sekolah negeri. Bukan salah mereka, karena memang sekolah negeri banjir akan prestasi dan berkali-kali menghasilkan orang hebat dan lagi-lagi ini kembali pada pilihan. Kita tidak pantas menyalahkan pilihan orang lain karena memang tidak ada pilihan yang salah. Semua pilihan akan menjadi benar apabila pilihan tersebut dijalankan dengan sebaik yang kita bisa.

Namun, ada beberapa hal yang harus dipikirkan dan direnungkan mengapa sekolah swasta layak untuk dipilih sebagai alternatif atau kalau Anda cukup berani, pilihan utama

1.Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mampu bertahan hidup tanpa dibiayai pemerintah.

Tidak semua memang namun sebagian besar itulah kenyataannya. Jika Universitas negeri dapat bertahan dan menjadi besar itu memang hebat. Namun jika universitas swasta (khususnya universitas muhammadiyah Yogyakarta) yang dibangun dengan harta simpanan, tidak hanya bertahan hidup tapi juga menjadi universitas berprestasi, itu jauh lebih dahsyat. Universitas negeri ibarat anak kos yang hidup mengandalkan uang kiriman orang tua. Dia memiliki ketenangan karena selalu akan ada kiriman tetap. Namun universitas swasta ibarat seorang anak yang ditinggalkan orang tuanya, dia belajar hidup tanpa ada kepastian.

2.Universitas muhammadiyah yogyakarta tempat berkumpul orang-orang kreatif (dan loyal).

Maksud saya bukan berarti universitas negri tidak kreatif. Tetapi secara tidak langsung mereka dibatasi supaya jangan terlalu kreatif. Aturan-aturan dan pola yang diterapkan di universitas negeri selalu mengikuti pola yang dibuat pemerintah. Segala keputusan yang dibuat universitas harus atas persetujuan dari pemerintah. Berbeda dengan universitas swasta, meskipun dengan di bawah aturan negara yang berdasarkan Undang-Undang, mereka diharuskan berpikir lebih. Tidak hanya untuk bertahan hidup tapi juga bagaimana bisa menghasilkan prestasi. Prestasi inilah yang nantinya akan dijadikan modal mereka untuk merebut kepercayaan masyarakat. Mereka mempunyai birokrasi, tapi mereka mengerti kapan harus menggunakan birokrasi, kapan harus menggunakan kebijakan.

3. universitas muhammadiyah yogyakarta tempat berkumpul orang-orang gagal.

Ya, itu memang benar. Tapi pahami dulu maksud kalimat di atas. Bukankah sudah jadi rahasia umum bahwa sebagian siswa memilih universitas swasta karena gagal diterima di universitas negeri. Tapi saya sudah ratusan kali mendengar peribahasa “Kegagalan adalah awal dari keberhasilan”. Dengan mengumpulkan orang-orang yang sudah gagal (minimal satu kali) itu, maka sama saja dengan mengumpulkan orang-orang yang selangkah lebih dekat pada kesuksesan. Mereka adalah orang yang memiliki pengalaman gagal. Ibarat bola tenis, semakin kuat dipukul ke bawah akan semakin kuat memantul ke atas. Dan apabila kita berkumpul bersama orang-orang yang calon sukses itu, kita juga bisa tertular kapan saja. Bergaul dengan penjual minyak wangi, kita akan merasakan harumnya.

Saya tidak menjamin kesuksesan di universitas swasta. Dan saya juga tidak akan menjamin kesuksesan di universitas negeri. Keberhasilan sebuah universitas tidak hanya dengan berhasil memasukkan orang-orang hebat, tapi juga bisa menghasilkan lulusan-lulusan berkualitas, yang dicari oleh pekerjaan atau bahkan menciptakan pekerjaan. Pada intinya, kualitas yang akan berbicara, bukan lagi paradigma perbandingan universitas mana yang lebih baik dan mana yang lebih buruk.

Mereka yang masuk ke universitas negeri favorit adalah orang-orang yang pada dasarnya sudah cukup pintar secara akademis. Pihak sekolah cukup mengarahkan, mahasiswa-mahasiswi akan mampu berlari sendiri dengan kepintarannya. Jika pun ternyata gagal, maka kualitas universitas itu patut dipertanyakan. Namun universitas juara ( contoh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta peringkat 51 se asia tenggara) adalah universitas yang mampu memoles mahasiswa-mahasiswa yang sebelumnya adalah orang yang pernah gagal, menjadi harta masyarakat yang tidak ternilai.

Dalam film Transformer ada kutipan “Tidak ada pengorbanan. Tidak ada kemenangan”. universitas swasta dibangun dengan perjuangan dan pastinya pengorbanan. Jika kita berada di sekolah swasta, bersyukurlah. Karena kita akan dikelilingi oleh mereka yang telah berjuang.

Pesan terakhir dari saya dalam tulisan ini,

“Tidak ada pilihan yang salah. Semua pilihan benar, apabila dijalankan dengan sebaik-baiknya. Dimanapun dirimu berada, jadilah yang terbaik dari dirimu.

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

ari wibowo


Popular Posts

Universitas Swasta,

universitas swasta yang bagus memiliki fasilitas dan dosen yang jauh ...

Peran Generasi Muda

Pembangunan pertanian tidak terlepas dari pengembangan kawasan pedesaan yang menempatkan ...

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Beberapa Klub Jerman

Baru-baru ini Albiol diberitakan akan pergi dari Real Madrid dan ...