sang mantan

Hanya Blog UMY situs lain

Terkadang perceraian adalah satu-satunya jalan bagi orangtua untuk dapat terus menjalani kehidupan sesuai yang mereka inginkan. Namun apapun alasannya, perceraian selalu menimbulkan akibat buruk pada anak. Meskipun dalam kasus tertentu dianggap alternatif terbaik daripada membiarkan anak tinggal dalam keluarga dengan kehidupan pernikahan yang buruk.

Umumnya, orangtua yang bercerai akan lebih siap menghadapi perceraian dibandingkan anak-anak mereka. Pasalnya, sebelum perceraian didahului dengan proses berpikir dan pertimbangan yang panjang. Sehingga sudah ada suatu persiapan mental dan fisik.

Tidak demikian halnya dengan anak-anak. Mereka tiba-tiba saja harus menerima keputusan yang telah dibuat oleh orangtua, tanpa sebelumnya punya ide atau bayangan bahwa hidup mereka akan berubah. Tiba-tiba saja ayah tidak lagi pulang ke rumah, atau ibu pergi dari rumah, atau tiba-tiba bersama ibu atau ayah pindah ke rumah baru.

Pada masa ini, anak juga diharuskan memulai beradaptasi dengan perubahan hidupnya yang baru. Hal-hal yang biasanya dirasakan oleh anak ketika orangtuanya bercerai adalah tidak aman, tidak diinginkan atau ditolak oleh orangtuanya yang pergi, sedih dan kesepian, marah, kehilangan, merasa bersalah, menyalahkan diri sendiri sebagai penyebab orangtua bercerai.

Perasaan-perasaan tersebut, oleh anak dapat termanifestasi dalam bentuk perilaku beragam seperti suka mengamuk, menjadi kasar, dan tindakan agresif lainnya. Sebaliknya, anak dapat berubah drastis menjadi pendiam, tidak lagi ceria, tidak suka bergaul, sulit berkonsentrasi dan tidak berminat pada tugas sekolah sehingga prestasi di sekolah cenderung menurun.

Sangat penting terjalin komunikasi antara kedua orangtua dan anak mengenai situasi itu. Orangtua kadang menganggap anak masih terlalu kecil untuk memahami perceraian, padahal perasaan anak yang sensitif tetap saja merasakan perubahan tersebut.

Meskipun anak mengalami perpisahan orangtua ketika masih kecil namun memori tersebut dapat bertahan hingga ia tumbuh dewasa. Apalagi, jika anak tersebut semakin mengerti mengenai arti keluarga. Maka, dia semakin merasakan kekecewaan seiring bertambahnya usia.

bagi saya kehidupan sebuah keluarga ituh penuh denggan wrna warni kebahagianan

Anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang pemarah, agresif, penakut nantinya. Bahkan, ekstrimnya dia tidak akan mau berkeluarga karena trauma.

Orangtua yang harus mendahului berkomunikasi dengan anak untuk membantunya beradapatasi dengan keadaan yang baru. Jangan sampai anak merasa kesepian dan kebingungan tanpa bimbingan, terutama tanpa perhatian dan kasih sayang ayah dan ibunya. (ri)

Kurangny kasih sayang?

1.      Kasih sayang adalah materi yang membangun bayi menjadi seorang anak dan dari seorang anak menjadi seorang dewasa.

2.      Kasih sayang adalah penyambutan orang tua yang penuh sukacita kepada anak atas kehadirannya di dalam dunia ini, terutama dalam kehidupan orang tua.

3.      Kasih sayang adalah penerimaan orang tua kepada anak-penerimaan tanpa syarat akan keberadaan dirinya secara utuh.

4.      Kasih sayang adalah upaya mengutamakan kepentingan anak demi kebaikannya.

5.      Kasih sayang adalah perlakuan orang tua yang lemah lembut kepada anak.

Kurang kasih sayang ditandai dengan penyambutan yang tidak hangat atas kehadirannya, penerimaan yang bersyarat, kepentingan orang tua di atas segalanya, dan perlakuan kasar kepada anak.

Dampak Kurang Kasih Sayang:

Tanpa kasih sayang, anak akan bertumbuh besar keropos. Ia memiliki sosok fisik sesuai usia namun tidak memiliki isi batiniah yang sematang usianya.

Karena tidak disambut dengan sukacita, ia merasa tidak diinginkan dan bahwa kehadirannya lebih merupakan beban daripada berkat.

Akibat penerimaan bersyarat, anak merasa diri tidak cukup berharga dan bahwa selalu ada yang kurang cukup baik pada dirinya.

Orang tua yang senantiasa mendahulukan kepentingannya di atas kepentingan anak, akan membuat anak tertekan dan kehilangan kesempatan mengaktualisasikan dirinya sesuai karunia yang Tuhan berikan kepadanya.

Perlakuan kasar kepada anak akan menanamkan bibit kebencian anak terhadap dirinya dan orang lain, juga menyuburkan perilaku kasar itu sendiri.

Categories: pendidikan

PROFIL AKU

ari wibowo


Popular Posts

Universitas Swasta,

universitas swasta yang bagus memiliki fasilitas dan dosen yang jauh ...

Peran Generasi Muda

Pembangunan pertanian tidak terlepas dari pengembangan kawasan pedesaan yang menempatkan ...

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Beberapa Klub Jerman

Baru-baru ini Albiol diberitakan akan pergi dari Real Madrid dan ...