Rendahnya Angka Literacy di Indonesia

Image result for literasi

Istilah literasi berasal dari bahasa latin disebut Literatus yang artinya adalah orang yang belajar. Selanjutnya, National Institut for Literacy sendiri menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga, dan masyarakat.

Membaca adalah proses untuk memperoleh pengertian dari kombinasi beberapa huruf dan kata. Lilawati (1988) mengartikan minat membaca anak adalah suatu perhatian yang kuat dan mendalam disertai dengan perasaan senang terhadap kegiatan membaca sehingga mengarahkan anak untuk membaca dengan kemauannya sendiri.

Faktor internal dan eksternal ternyata mampu mempengaruhi seseorang dalam meningkatkan minat membaca. Dharma (2015) menyampaikan ada 4 faktor eksternal penting dalam menumbuhkan budaya membaca diantaranya, adanya penggerak literasi, adanya alokasi waktu untuk membaca secara khusus, tersedianya buku-buku bacaan, dan adanya program membaca.

Selain itu, faktor internal yang mempengaruhi minat membaca adalah keluarga dan faktor personal pada diri anak.  Keluarga merupakan lingkungan paling awal dan dominan dalam menanamkan, menumbuhkan, dan membina anak agar menyukai membaca. Orang tua harus menanamkan kesadaran akan membaca dalam kehidupan anak. Kemudian faktor personal pada diri anak meliputi usia, jenis kelamin, inteligensi, kemampuan membaca, sikap dan kebutuhan psikologis (Mulyani, 1978).

Membaca mempunyai banyak keunggulan daripada hanya sekedar surfing di internet, menonton televisi, bermain sosial media. Farida Rahim (2005), menjelaskan bahwa dengan membaca seseorang dapat meningkatkan imu pengetahuan. Daya nalarnya pun semakin berkembang dan berpandangan luas. Orang yang gemar membaca lebih pintar dalam memilah-milah. Hal mana yang lebih bermanfaat, mana yang fakta atau sekedar opini. Maka dari itu, hal ini sangat jelas dibutuhkan oleh Pendidikan di Indonesia agar lebih bijak dalam belajar.

Menurut Gray dan Rogers (dalam Supriyono, 1998) ketika seseorang menyukai suatu hal dengan banyak membaca buku tentang apa yang dia senangi maka akan menimbulkan motivasi untuk meningkatkan bakatnya. Bakat yang dia senangi yang akan menghasilkan suatu prestasi dengan memperbanyak membaca buku.

Dari pernyataan diatas maka dapat kita simpulkan bahwa membaca dapat merubah kualitas Pendidikan di Indonesia. semakin banyak orang yang mempunyai segudang ilmu, semakin banyak orang yang mempunyai keahlian maka artinya Pendidikan di Indonesia akan mudah mengiktui perkembangan di dunia.

Sumber:

  1. Iswari, Nurul. 2017. Ini Penyebab Rendahnya Minat Baca di Indonesia
  2. Wurinanda, Iradhatie. 2015. Rata-Rata Nilai UKG di Bawah Standar
  3. Astuti, Dwi Puji. 2013. Minat Baca Penentu Kualitas Bangsa.
  4. Riani, Fransiska Elfrida. 2017. Makalah Literasi Bahasa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *