Awalludin Fajri

It is me.

Berapa lama Kita dikubur?

Posted by awalludin fajri 0 Comment

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.

Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915 : 20- 01-1965 ”

“Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo’a untuk nenekmu” Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo’a untuk Neneknya…

“Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.” Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.

Categories: Opini, Religi

PROFIL AKU

awalludin fajri


Popular Posts

[Lomba Blog] UMY Nas

Kota Yogyakarta bukanlah tujuan yang utama setelah saya menyelesaikan SMA, ...

Penyelamatan Lingkun

Di era globalisasi ini perkembangan tenknologi berkembang sangat cepat sehingga ...

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Magang di Balai Pene

Memasuki era globalisasi dan tantangan zaman, ditambah dengan semakin sempitnya ...

Ekosistem Pertanian

Segala sesuatu yang ada di muka bumi ini tidak akan ...