faragro2014

Just another Blog UMY site

Tugas Saya Sebagai Young Generation Pertanian

Posted by Bayu Prasetya Komentar Dinonaktifkan pada Tugas Saya Sebagai Young Generation Pertanian
We Are The Young Generation

We Are The Young Generation

Seperti kita ketahui Indonesia memiliki potensi sangat besar di bidang pertanian ditinjau dari ketersediaan lahan, kesesuaian iklim, tenaga kerja (melimpah), komoditas beragam, dan kekayaan hayati. Indonesia memiliki lahan luas, yang dapat dikembangkan menjadi lahan pertanian berkelanjutan. Hal tesebut didukung pula dengan iklim tropis serta banyak jenis tanaman yang dapat dikembangkan di Indonesia. Ditambah lagi dengan daerah bergunung yang cocok untuk tanaman subtropis. Komoditas pertanian menjadi beragam, seperti perkebunan, pangan, rempah dan obat, energi nabati, hortikultura (sayur, buah, flora), serta serat alam. Indonesia menjadi salah satu pemasok utama dunia, antara lain, komoditas kelapa sawit, kakao, teh, kopi, karet alam, dan rempah.

Indonesia adalah salah satu negara pusat megabiodivesitas. Kekayaan hayati merupakan potensi yang dapat digali, dikembangkan, dan diberi nilai ekonomi, untuk mencapai ketahanan pangan, seperti spesies/varietas berproduksi tinggi dan tahan terhadap kondisi lingkungan merugikan, serta berbagai jenis tanaman untuk diversifikasi pangan, pupuk hayati, dan pestisida biologi. Juga menjadi potensi seiring dengan kecenderungan global kembali ke alam, di mana produk-produk tumbuhan (herbal) semakin populer dan memasuki gaya hidup mo-dern (sebagai obat, suplemen, kosmetik dan produk perawatan kecantikan, terapi aroma, relaksasi, serta spa).

Bagi kelangsungan hidup secara berkelanjutan, manusia memilih hasil tumbuhan dalam memenuhi berbagai kebutuhan. Kebutuhan berubah dari waktu ke waktu akibat bertambahnya jumlah permintaan, perubahan keadaan, perubahan selera, dan pasar. Saat ini secara global dunia dihadapkan pada permasalahan krisis pangan dan energi. Jadi, sektor pertanian berpeluang untuk terus berkarya. Yang berarti sektor pertanian layak dikembangkan demi masa depan bangsa.

Berdasarkan potensinya, kekuatan yang menjadi pilar pembangunan Indonesia adalah sektor pertanian ditopang oleh riset, pengembangan, penerapan bioteknologi, serta memperluas dan memperkuat industri berbasis pertanian. Untuk ini, dibutuhkan generasi muda sebagai petani tangguh atau sarjana pertanian yang ulet dan terampil. Generasi muda dipersiapkan untuk menjadi pelaku wirausaha di berbagai bidang seperti produksi, penyedia sarana produksi, pemasaran hasil, agroindustri, seperti penanganan industri hulu hingga hilir, eksportir, konsultan pertanian, dan konsultan pangan.

Juga untuk menjadi pelaku dan penentu kebijakan di berbagai instansi terkait, seperti departemen, industri makanan dan minuman, perkebunan besar negara dan swasta, serta lembaga pendidikan. Kelompok penyuluh profesional diperlukan untuk mendampingi petani. Petani perlu dibina secara simultan dan profesional untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan kemampuan manajerial, mendorong petani lebih profesional dan berorientasi pasar, meningkatkan kesadaran dan wawasan petani tentang agrobisnis dan agroindustri.

Masa depan bangsa Indonesia ditentukan masa depan pertaniannya. Perlu kita ingat usaha-usaha di sektor ini sudah teruji pada masa krisis pada tahun 1997/1998. Dan sudah sejak dulu Indonesia merupakan negara agraris. Bukankah pada zaman penjajahan para saudagar dari daratan Eropa dan Asia datang ke Indonesia karena hasil bumi kita? Jangan sampai potensi sektor pertanian kita hanya dimanfaatkan dan dinikmati negara lain pada era globalisasi ini. Jangan sampai kita bukan hanya mengimpor produk pertanian, melainkan juga meng- impor ahli (sarjana) pertanian. Sarjana pertanian harus lebih banyak melakukan inovasi dan transformasi dalam bidangnya. Pendekatan konvensional yang selama ini terbukti kurang mampu menjaga ketersediaan pangan, sudah saatnya ditransformasikan ke pendekatan yang lebih modern.

Oleh karena itu, sudah selayaknya segenap komponen untuk saling berpartisipasi mengangkat kembali (revitalisasi) pertanian dan pendidikan pertanian di perguruan tinggi menjadi sebuah prioritas. Akan menjadi sangat ironis, jika sebuah negara agraris yang kaya dengan sumber daya alam, lahan, plasma nutfah dan sumber daya manusia, menjadi negara pengimport bahan pangan, menjadi pasar hasil pertanian negara lain, “dijajah negara lain“ dan menunggu belas kasihan negara lain.

Seperti kita ketahui Indonesia memiliki potensi sangat besar di bidang pertanian ditinjau dari ketersediaan lahan, kesesuaian iklim, tenaga kerja (melimpah), komoditas beragam, dan kekayaan hayati. Indonesia memiliki lahan luas, yang dapat dikembangkan menjadi lahan pertanian berkelanjutan. Hal tesebut didukung pula dengan iklim tropis serta banyak jenis tanaman yang dapat dikembangkan di Indonesia. Ditambah lagi dengan daerah bergunung yang cocok untuk tanaman subtropis. Komoditas pertanian menjadi beragam, seperti perkebunan, pangan, rempah dan obat, energi nabati, hortikultura (sayur, buah, flora), serta serat alam. Indonesia menjadi salah satu pemasok utama dunia, antara lain, komoditas kelapa sawit, kakao, teh, kopi, karet alam, dan rempah.

Indonesia adalah salah satu negara pusat megabiodivesitas. Kekayaan hayati merupakan potensi yang dapat digali, dikembangkan, dan diberi nilai ekonomi, untuk mencapai ketahanan pangan, seperti spesies/varietas berproduksi tinggi dan tahan terhadap kondisi lingkungan merugikan, serta berbagai jenis tanaman untuk diversifikasi pangan, pupuk hayati, dan pestisida biologi. Juga menjadi potensi seiring dengan kecenderungan global kembali ke alam, di mana produk-produk tumbuhan (herbal) semakin populer dan memasuki gaya hidup mo-dern (sebagai obat, suplemen, kosmetik dan produk perawatan kecantikan, terapi aroma, relaksasi, serta spa).

Bagi kelangsungan hidup secara berkelanjutan, manusia memilih hasil tumbuhan dalam memenuhi berbagai kebutuhan. Kebutuhan berubah dari waktu ke waktu akibat bertambahnya jumlah permintaan, perubahan keadaan, perubahan selera, dan pasar. Saat ini secara global dunia dihadapkan pada permasalahan krisis pangan dan energi. Jadi, sektor pertanian berpeluang untuk terus berkarya. Yang berarti sektor pertanian layak dikembangkan demi masa depan bangsa.

Berdasarkan potensinya, kekuatan yang menjadi pilar pembangunan Indonesia adalah sektor pertanian ditopang oleh riset, pengembangan, penerapan bioteknologi, serta memperluas dan memperkuat industri berbasis pertanian. Untuk ini, dibutuhkan generasi muda sebagai petani tangguh atau sarjana pertanian yang ulet dan terampil. Generasi muda dipersiapkan untuk menjadi pelaku wirausaha di berbagai bidang seperti produksi, penyedia sarana produksi, pemasaran hasil, agroindustri, seperti penanganan industri hulu hingga hilir, eksportir, konsultan pertanian, dan konsultan pangan.

Juga untuk menjadi pelaku dan penentu kebijakan di berbagai instansi terkait, seperti departemen, industri makanan dan minuman, perkebunan besar negara dan swasta, serta lembaga pendidikan. Kelompok penyuluh profesional diperlukan untuk mendampingi petani. Petani perlu dibina secara simultan dan profesional untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan kemampuan manajerial, mendorong petani lebih profesional dan berorientasi pasar, meningkatkan kesadaran dan wawasan petani tentang agrobisnis dan agroindustri.

Masa depan bangsa Indonesia ditentukan masa depan pertaniannya. Perlu kita ingat usaha-usaha di sektor ini sudah teruji pada masa krisis pada tahun 1997/1998. Dan sudah sejak dulu Indonesia merupakan negara agraris. Bukankah pada zaman penjajahan para saudagar dari daratan Eropa dan Asia datang ke Indonesia karena hasil bumi kita? Jangan sampai potensi sektor pertanian kita hanya dimanfaatkan dan dinikmati negara lain pada era globalisasi ini. Jangan sampai kita bukan hanya mengimpor produk pertanian, melainkan juga meng- impor ahli (sarjana) pertanian. Sarjana pertanian harus lebih banyak melakukan inovasi dan transformasi dalam bidangnya. Pendekatan konvensional yang selama ini terbukti kurang mampu menjaga ketersediaan pangan, sudah saatnya ditransformasikan ke pendekatan yang lebih modern.

Oleh karena itu, sudah selayaknya segenap komponen untuk saling berpartisipasi mengangkat kembali (revitalisasi) pertanian dan pendidikan pertanian di perguruan tinggi menjadi sebuah prioritas. Akan menjadi sangat ironis, jika sebuah negara agraris yang kaya dengan sumber daya alam, lahan, plasma nutfah dan sumber daya manusia, menjadi negara pengimport bahan pangan, menjadi pasar hasil pertanian negara lain, “dijajah negara lain“ dan menunggu belas kasihan negara lain.

Pembangunan pertanian dianggap hal yang paling penting di Indonesia dibanding pembangunan nasional lainnya, karena ada beberapa hal yang mendasari mengapa pembangunan pertanian dianggap penting diantaranya adalah potensi Sumber Daya Alam yang melimpah dan beragam, pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar, besarnya pangsa terhadap ekspor nasional, besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini, perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan. Untuk itu dibutuhkan orang-orang yang serius dalam pembangunan pertanian. Pertanian identik dengan pekerjaan orang orang tua, yang renta dan tak memiliki pilihan pekerjaan yang lain, sementara para pemuda lebih memilih pekerjaan yang lain yang menurut mereka lebih menjanjikan dan bergensi. Padahal, peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam pembangunan pertanian. Dari beberapa profil tentang para petani yang ada di Indonesia, ternyata banyak para petani yang tidak berdaya, sering diberdaya oleh beberapa program pemerintah. Untuk itu peran generasi muda sangat dibutuhkan.

Semua permasalahan yang dialami petani dalam usaha taninya dan bidang pertanian dalam konteks pembangunannya, setidaknya dapat dicarikan jalan keluar melalui upaya pencapaian 6 tujuan pembangunan pertanian. Untuk itu, beberapa peran yang dapat diambil oleh para pemuda antara lain adalah :

  1. Mengambil peran besar dalam proses pembuatan kebijakan sektor pertanian
  2. Melakukan pengawasan terhadap program-program pertanian
  3. Melakukan pencerdasan, pendampingan, dan upaya pemberdayaan petani
  4. Memberikan advokasi-advokasi pertanian
  5. Menjadi SDM pembangunan pertanian

Sumber :

http://damzflo.blogspot.com/2009/01/generasi-muda-dan-masa-depan-pertanian.html

Categories: Generasi Pertanian

PROFIL AKU

Bayu Prasetya


Popular Posts

Hello world!

Selamat datang di blog umy. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Pengolahan Lahan Ker

Yang harus di lakukan yaitu mengolah lahan terlebih dahulu, dengan ...

Tugas Saya Sebagai Y

[caption id="attachment_38" align="aligncenter" width="640"] We Are The Young Generation[/caption] Seperti kita ...

Pertanian Sebagai Pe

[caption id="attachment_48" align="aligncenter" width="900"] Pertanian Adalah Penyelamat Kehidupan[/caption] Akhir-akhir ini kita ...

The Benefit of Blog

[caption id="attachment_52" align="alignleft" width="283"] Benefit of Blog[/caption]         ...