desain pembelajaran

DESAIN PEMBELAJARAN

Pengertian dari desain pembelajaran merupakan pengembangan sistematis tentang spesifikasi pembelajaran dengan menggunakan teori pembelejaran dan belajar untuk menjamin mutu pembelejaran.

Dalam hal ini maka akan sangat berkaitan dengan

  1. pengertian teori dan model
  2. teori dasar behavioris, kognitif, dan kontruksi
  3. model pembelajaran
  4. taksonomi bloom
  5. pembaikan taksonomi bloom
  6. model kondisi belajar robert gagne
  7. model pemrosesan informasi

 

 

  1. pengertian teori dan model

Menurut Dorin, Demmin, Dan Gabel (1990) pengertian teori meliputi:

  1. adanya penjelasan umum berdasarkan pengamatan yang di lakukan dalam jangka waktu lama.
  2. Menjelaskan dan meramalkan perilaku
  3. Tidak adanya keraguan
  4. Dapat di modifikasi
  5. Adanya masa teori

Dari pengertian di atas maka pemilihan teori yang di gunakan dalam pembelajaran perlu dilakukan secara cermat dan tepat guna mewujudkan keberhasilan yang lebih nyata.

Sedangkan model merupakan penjelas terhadap sesuatu yang tidak dapat di lihat atau tidak di alami secara langsung.

Model dapat berupa skema, bagan, gambar, dan tabel.

  1. Teori dasar behavioris , kognitif, dan konstruktif
    1. Teori dasar Bihavioris

Behavioris berupa pengulangan prilaku sehingga menjadi otomatis. Pelopor teori behavioris yang terkenal adalah Pavlov, Watson, Thorndike, dan Skinner. Ringkasan dari teori behavioris dari para pelopor tersebut adalah:

  1. Menekankan perhatian pada perubahan tingkah laku yang dapat diamati setelah seseorang diberi perlakuan.
  2. Perilaku dapat dikuatkan melalui ganjaran atau hukuman.
  3. Pengajaran direncanakan dengan menyusun tujuan instruksional yang dapat diukur dan diamati.
  4. Guru tidak perlu tahu pengetahuan apa yang telah diketahui dan apa yang terjadi pada proses berpikir seseorang.

 

  1. Teori dasar kognitif

Pelopor teori yang terkenal adalah Jean Piaget. Ringkasan singkat mengenai teori Jean Piaget adalah sebagai berikut:

  1. Semua gagasan dan citraan (image) diwakili dalam skema
  2. Jika informasi sesuai dengan skema akan diterima, jika tidak akan disesuaikan atau skema yang akan disesuaikan.
  3. Belajar merupakan pelibatan penguasaan atau penataan kembali srtuktur kognitif dimana seseorang memproses dan menyimpan informasi.

 

  1. Teori dasar konstruktivis

Berupa pengetahuan yang dibina secara aktif oleh seseorang pemikir dengan melalui interaksi sosial pada peserta didik dengan pendidik. Ringkasan teori menurut Schuman dan Smorgansbord adalah sebagai berikut:

  1. Belajar merupakan pembangunan pengetahuan berdasarkan pengalaman atau pengetahuan yang telah ada sebelumnya.
  2. Belajar merupakan penafsiran tentang dunia.
  3. Belajar merupakan proses aktif dimana pengetahuan dikembangkan melalui interaksi atau kerjasama dengan orang lain.
  4. Belajar perlu disituasikan dalam bentuk yang nyata.

 

  1. Kekutan dan kelemahan teori belajar

 

  kelemahan Kekuatan
Behavioris Tidak adanya jawaban yang benar dari stimulus yang ada. Adanya tujuan yang fokus sehingga ada penanggapan secara otomatis.
Kognitif Tidak tepatnya dalam mencari cara penyelesaian tugas. Adanya tujuan yang melatih peserta didik agar konsisten dalam mengerjakan tugas dengan cara yang sama
konstruktif Akan timbul masalah ketika pemikiran dan tindakan secara terbuka Peserta didik akan lebih mampu mengatasi masalah dalam kehidupan nyata dikarenakan ada ajakan untuk memahami dan menafsirkan kenyataan dan pengalaman yang berbeda.

 

  1. Model pembelajaran
    1. Model petunjuk/resep

Dimaksudkan agar memudahkan para guru dalam melaksanakan pembelajaran, bertujuan memahami keefektifan kegiatan belajar yang telah dilaksanakan.

Aplikasi model petunjuk adalah a. Terstrukturnya tujuan mengajar, b. kegiatan mengajar yang jelas dalam pembibingan peserta didik, b. Sarana dan sumber belajar, d. Rincian soal-soal penilaian.

 

  1. Model penomenologi

Penekanan dalam pengalaman-pengalaman pemrosesan dalam informasi yang diupayakan dalam kegiatan belajar peserta didik.

 

  1. Model komparasi

Penggabungan model behavioris, kognitif, dan konstruktif yang terangkai dalam satu perangkap pemikiran.

Dibawah ini adalah contoh tabel teori belajar:

  behavioris kognitif Konstruktif
Pendukung antara lain B.F Skinner Jerome Brunner Ley Vygotsky John Dewey Knowles
Aplikasi Pelatihan Pendalaman dalam pemrosesan Kolaborasi pembelajaran
Fokus desain pembelajaran Pendesaianan lingkungan belajar Pengelolahan pemecahan masalah dalam kegiatan pembelajaran dan menggunakan kegiatan kelompok Instruktur sebagai mentor/mitra dalam interaksi guna mendorong pembanguna konsep dan makna
Peran peserta didik Hanya merespon terhadap stimulus Memproses, menyimpan, dan menarik informasi untuk digunakan (pembelajaran discovery) Menciptakan pendidikan sendiri berdasarkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya
Modal/aset Perpaduan antara kegiatan oto dan kognitif Vygotsky zone of proximal develeopment (ZPD) memfokuskan pada pembelajarn interaktif dalam pemecahan masalah Pembelajaran merupakan kegiatan interaktif dan dialogis
Implikasi Iklim belajar: apakah lingkungan mempunyai atau memberikan stimulus yang tepat untuk meningkatkan pembelajaran Kesiapan: membiasakan pola belajar penyediaan rentang kegiatan pembelajaran beserta konsep dalam pencapaian tujuan Pendidik bukanlah satu-satunya pemilik informasi dan persepsi, tetapi merupakan penyanding dan pembimbing

 

  1. Taksonomi Bloom
    1. Hierarki ranah kognitif

 

 

 

  1. Pengetahuan

Merupakan kemampuan awal yang meliputi pengetahuan menyampaikan ingatan

  1. Pemahaman

Terjadi karena adanya kemampuan menafsirkan dan menjabarkan suatu materi ke materi yang lain.

  1. Penerapan

Menggunakan materi yang telah didapat kedalam situasi yang nyata kongkret dan baru.

  1. Analisis

Merupakan tingkatan kognitif guna menguraikan materi kedalam bagian atau komponen yang lebih terstrukutr.

  1. Sintesis

Kemampuan untuk mengumpulkan bahan atau bagian-bagian menjadi tersturktur, utuh dan menyeluruh.

  1. Penilaian

Kemapuan untuk memperkirakan dan menguji nilai suatu materi, dan ini merupakan tingkatan kognitif tertinggi dikarena berisi dari unsur-unsur semua kategori.

 

  1. Heararki ranah afktif

 

 

 

  1. Penerimaan

Berupa kesadaran atau kepekaan yang disertai dengan keinginan agar bertoleransi terhadap gagasan benda atau gejala.

  1. Penanggapan

Kemampuan memberikan tanggapan atau respon terhadap gagasan benda, bahan, atau gejala tertentu.

  1. Perhitungan /penilaian

Adanya kemampuan memberi penilaian atau perhitungan terhadap gagasan benda, bahan, atau gejala tertentu.

  1. Pengaturan/pengelolaan

Merupakan kemampuan mengatur atau pengelolaan yang berhubungan dengan penilaian, perhitungan yang telah dimiliki.

  1. Bermuatan nilai

Berupa tindakan puncak dalam perwujudan prilaku seseorang secara konsisten, sejalan dengan nilai-nilai yang dihayati secara mendalam. Dengan hasil akhirnya berupa perilaku seimbang, harmonis dan bertanggung jawab dengan standar nilai yang tingi.

 

  1. Ranah Psikomotor

Hierarki ranah psikomotor

 

 

 

  1. Gerakan refleks

Tindakan tanpa belajar dalam menanggapi stimulus.

  1. Gerakan dasar

Merupakan gerakan yang terbentuk antara gerakan reflek dan gerakan yang lebih komplek.

  1. Gerakan tanggap

Merupakan penafsiran terhadap segala rangsangan sehingga dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan.

  1. Gerakan fisik

merupakan kegiatan yang memerlukan kekuatan otot,mental,ketahanan, kecerdasan, kegesitan, dan kekuatan suara.

  1. Komunkasi tidak berwacana

Merupakan komunikasi melalui gerakan tubuh. Gerakan ini komponen dari ekspresi mimik muka sampai dengan koreografi yang rumit.

 

  1. Perbaikan Taksonomi Bloom

Taksonomi Bloom sebagai wahana untuk memahami cara berfikir peserta didik telah dikenal dan digunakan sejak 1990-an sampai sekarang. Pada tahun 1990-an, Lorin Aderson yang merupakan murid dari Benyamin Bloom memimpin suatu kelompok kerja untuk memperbaiki taksonomi bloom dalam menghadapi abad 21. Ada perubahan signifikan pada perbaikan struktur ranah kognitif pada tabel dibawah ini.

 

  Taksonomi Bloom Taksonomi Perbaikan Anderson
Pengetahuan Mengingat
Pengalaman Memahami
Penerapan Menerapkan
 Analisis Menganalisis
Sintesis Menilai
Penlaian Menciptakan

 

 

Kemudian Anderson dan Krathwohl (2001) menelaah taksonomi ini agar lebih terkait dengan teori belajar yang lebih relevan pada saat ini. Dengan penggabungan antara kognitif dan pengetahuan sehingga dapat membantu pengembangan kurikulum serta guru untuk menulis kompetensi tujuan pembelajaran dan strategi penilaian.

Anderson dan Krathwohl juga membuat daftar yang dapat digunakan untuk menyusun tujuan dan kompetensi sebagai berikut:

 

P

E

R

B

A

I

K

A

N

 

Mengingatkan

Menjelaskan jawaban faktual, menguji ingatan, dan pengenalan.

memahami

Menjabarkan, menafsirkan, menerjemahkan, menyederhanakan, dan membuat perhitungan.

Menerapkan

Memahami kapan menerapkan; mengapa menerapkan; dan mengenali pola penerapan dalam situasi yang baru atau berlainan

Menganalisis

Memecahkan kedalam bagian bentuk dan pola

  Menciptakan

Menggabungkan unsur-unsur kedalam bentuk atau pola yang sebelumnya kurang jelas

 

  1. Model kondisi belajar Robert Gnagne

Pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa kejadian internal yang berkaitan atau berpengaruh terhadap proses internal.

 

Proses internal Kejadian eksternal
Perhatian Perubahan stimulus        membangun perhatian.
Pemilihan persepsi Meningkatkan dan membedakan sifat-sifat objek        pemilihan persepsi.
Pengkodean semantik Instruksi verbal, gambar, dan diagram menunjukkan skema pengkodean.
Perolehan informasi Isyarat, organ yang membantu ingatan dan pengelolaan.
Pengelolaan respon Instruksi verbal tentang tujuan akan menjelaskan peserta didik tentang kinerja kelas.
Proses pengawasan Instruktur membangun susunan yang dapat  mengaktifkan dan menentukan strategi, misalnya memperagakan keterampilan.
Harapan Menjelaskan pada peserta didik tentang tujuan untuk memenuhi/ berbagai harapan khusus.

 

Model kondisi belajar ini terbagi menjadi dua (2), yakni:

  1. Kejadian Belajar

Merupakan proses internal yang terjadi dalam proses belajar pada diri seseorang. Dibawah ini adalah tabel mengenai model proses kognitif pembelajaran:

 

Input diberikan dalam bentuk perintah dari guru, instruktur, bacaan, bahan ajar, dan dari pengalaman belajar lain, akan dicatat pada indra. Kemudian disimpan sesaat dalam ingatan jangka pendek untuk selanjutnya disimpan dalam ingatan jangka panjang. Ketika pesera didik menghadapi permasalahan atau memerlukan informasi, pengetahuan dari ingatan jangka panjang dapat dikeluarkan sebagai suatu output.

 

  1. Kejadian Pembelajaran

Pengaturan kejadian-kejadian eksternal untuk mengaktifkan dan mendukung proses internal dalam proses belajar seseorang. Gagne mengemukakan kejadian pembelajaran  dalam sembilan kategori meliputi:

  1. Mengaktifkan motifasi,
  2. Menjelaskan peserta didika tentang tujuan,
  3. Mengarahkan perhatian,
  4. Menstimulasi ingatan,
  5. Menyediakan bimbingan pembelajaran,
  6. Meningkatkan ingatan,
  7. Meningkatkan transfer,
  8. Menimbulkan kinerja,
  9. Dan menyediakan balikan.

Kejadian pembelajaran ini berfungsi khusus untuk mengomunikasikan perilaku yang disebut komponen instruksi. Kelima kategori pertama menunjukkan pengomunikasian perilaku yang terjadi sebelum seseorang menguasai sesuatu. Keempat kategori berikutnya terjadi setelah seseorang mengembangkan penguasaan terhadap sesuatu.

 

  1. Kondisi Belajar

Taksonomi belajar Gagne dijelaskan pada tabel dibawah ini:

Kondisi belajar/tipe belajar definisi
Pembelajaran signal Pebelajar mengasosiasikan respon yang telah tersedia dengan stimulus atau signal baru.
Pembelajaran stimulus-respon Pebelajar memberikan respon yang tepat terhadap stimulus yang berbeda.
Rangkaian (rantai) Hubungan antara stimulus-respon individudalam suatu urutan (hubungan stimulus respon seperti pada rantai)
Asosiasi verbal Pebelajar memperoleh suatu hubungan dalam rangkaian verbal.
Perbedaan belajar Pebelajaran melakukan perbedaan respon terhadap berbagai stimulus yang berbeda dan yang terlihat hampir sama.
Belajar konsep Pebelajar mampu membuat respon umum konsep terhadap stimuli untuk memahami.
Belajar aturan Pebelajar mempelajari suatu rangkaian dari dua konsep atau lebih.
Penyelesaian masalah Mengingat dan menghubungkan antara gabungan aturan yang telah dipelajari dan diterapkan untuk mentelesaikan masalah dalam situasi yang baru/berbeda.

 

  1. Taksonomi Hasil Belajar

Dibawah ini adalah tabel yang menjelaskan taksonomi, definisi, dan contoh hasil belajar.

taksonomi definisi Contoh hasil belajar
Keterampilan intelektual Pengetahuan prosedural yang memelukan pembelajaran sebelumnya atau komponen keterampilan sederhana: Pelajar mendemonstrasikan penerapan suatu keterampilan
  Membedakan Membedakan huruf cetak ‘b’ dan ‘d’
Konsep konkret Menunjukkan hubungan tempat untuk ‘diatas’ atau ‘dibawah.
Mendefinisikan konsep Mengelompokan ‘kota’ berdasarkan suatu definisi.
Aturan Menunjukan perubahan wujud air dibawah 0 derajat.
Pemahaman tingkat tinggi; penyelesaian masalah; lebih dari satu aturan. Membangkitkan dengan mensintesis penerapan konsep.
Strategi kognitif Unik,efektif, kreatif strategi; melihat suatu masalah dengan cara dan wawasan yang baru dan tidak menganggapnya sebagai suatu masalah. Menciptakan cara pembuangan daun-daun yang gugur.
Informasi verbal Menyatakan pengetahuan, fakta, konsep, prinsip, atau prosedur. Menjelaskan pemahaman terhadap isi pembukaan UUD.
Keterampilan psikomotor Gerakan tunggal yang lancar X prosedur ayng rumit; melibatkan keterampilan kognitif; keterampilan psikomoyor yang tidak biasa. Mengendarai sepeda
sikap    

 

  1. Model Pemrosesan Informasi

Dalam sub bab ini akan dibahas mengenai model kognitif pemrosesan informasi. Model kognitif pemrosesan informasi fokus pada proses berfikir atau pengelolaan informasi dibalik perubahan tingkah laku yang bis diamati oleh orang lain.

Menurut model kognitif pemrosesan informasi:

  1. Belajar merupakan proses pengelolaan informasi
  2. Pikiran peserta didik dalam pemrosesan informasi menyerupai sebuah komputer.
  3. Pengetahuan dapat dialihkan.

 

Pikiran sesorang menyerupai kerja sebuah komputer yang meliputi:

  1. Mengambil informasi.
  2. Melakukan pengelolaan informasi untuk mengubah bentuk dan isinya.
  3. Menyimpan informasi.
  4. Menarik, mencari, atau mengeluarkan kembali informasi jika diperlukan.
  5. Membangkitkan respon terhadap informasi tersebut

 

 

  1. Kesimpulan

Ada tiga teori dasar kurikulum, yaitu bihavioris, kognitif, konstruktif. Kurikulum apa pun tidak dapat menganut salah satu teori secara utuh dengan mengabaikan teori dasar lainnya, karena ketiga kategori tersebut saling melengkapi dan menguatkan. Demikian juga dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang menggunakan ketiga teori tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENILAIAN BERBASIS KELAS

 

  1. pengertian

Dalam pengertian pendidikan  terdapat dua arti penilaian, yaitu penilaian dalam arti Evaluasi dan penilaian dalam arti Asesmen. Yang dimaksud penilaian dalam arti Evaluasi adalah penilaian progran pendidikan secara menyeluruh yang bersifat makro dan meluas. Sedangkan penilaian dalam arti Asesmen adalah pengumpulan dan pengelolahan informasi secara sistematis untuk memperbaiki cara belajar peserta didik yang bersifat lebih mikro dibandingkan dengan evaluasi.

  1. Mengapa penilaian berbasis kelas?

Penilaian berbasis kelas mulai banyak dianjurkan dalam beberapa kajian pustaka karena untuk memperoleh dan dapat mengumpulkan informasi yang lebih asli atau autentik. Tes pengetahuan yang terisolasi dari hal-hal yang telah dipelajari peserta didik kurang efektif untuk mengukur keseluruhan kemepuan peserta didik. Oleh karena itu, untuk menilai kemampuan yang telah dipelajari seseorang secara akurat dan autentik, penilaian perlu mengukur sekumpulan kemampuan peserta didik, termasu kecakapan hidupnya.

Penilaian autentik bertujuan untuk:

  1. Menilai kegiatan proyek secara langsung dan menyeluruh.
  2. Memadukan penilaian dengan kegiatan pembelajaran.
  3. Menggunakan sampel hasil pekerjaan peserta didik yang dikumpulkan dalam waktu tertentu (portofolio).
  4. Menggunakan kriteria penilaian yang diketahui oleh peserta didik.
  5. Mengaitkan dengan kegiatan kelas.
  6. Membelajarkan peserta didik untuk dapat menilai pekerjaannya sendiri.

 

  1. Proses Penilaian Berbasis Kelas
    1. Mengapa ingin menilai?

Proses penilaian ini melibatkan pemahaman tenatang kruntungan, teknik, dan alat penilaian, serta hal-hal apa yang dapat dipelajari dari proses penilaian tersebut.

  1. Apa yang dinilai dan bagaimana melakukannya?

Penilaian berbasis kelas dapat dilakukan swecara efektif apabila mempunyai tujuan penilaian yang jelas dan eksplisit yang dikembangkan bedasarkan fokus tentang kaoan dan mengapa menilai hal-hal tertentu. Mengembangkan teknik penilaian serta memutuskan kapa dan hal apa yang akan dinilai dalam pelaksanaan penilaian serta melaksanakannya juga merupakan proses penilaian.

  1. Bagaimana menggunakan hasil penilaian?

Menentukan hal-hal apa yang diperoleh dari hasil penilaian dan tindak lanjut apa yang dapat dekerjakan sangat bermanfaat dalam penilaian berbasis kelas. Mengumpul data atau informasi kemudian memahami data yang telah diperoleh. Pemahaman terhadap data dari hasil penilaian merupakan kunci keberhasilan dalam penggunaan data untuk perbaikan program, kegiatan pembelajaran, pemilihan bahan ajar, silabus, serta meningkatkan mutu pembelajaran. Hasil penilaian perlu didokumentasikan dengan mencakup:

  1. Pencapaian hasil belajar peserta didik.
  2. Pencapaian tujuan pembelajaran.
  3. Saran-saran perbaikan kurikulum.

 

  1. Pelaksanaan penilaian berbasis kelas:

Proses penilaian dimulai dari mengapa menilai, apa yang dinilai, dan bagaimana melakukannya. Hasil penilaian yang baik dapat memudahkan guru untuk perbaikan. Keefektifan penilaian berbasis kelas dapat diketahui apabila penilaian yang dilaksanakan dapat:

  1. Membantu sekolah dan guru menjelaskan ketercapaian tujuan pembelajaran dan kompetensi yang telah dikuasai peserta didik
  2. Memudahkan guru memahami apa yang harus dilakukan dan bagaimana menilai keberhasilan pekerjaannya dikelas
  3. Memudahkan berlangsungnya komunikasi antara sekolah dengan peserta didik
  4. Mendorong peserta didik untuk terlibay dalam kegiatan belajar

 

Langkah-langkah pelaksanaan penilaian berbasis kelas:

  1. Tentukan hasil belajar yang akan dinilai.
  2. Tentukanteknik penilaian.
  3. Gunakan teknik penilaian yang telah ditentukan.
  4. Analisis data yang telah diperoleh dan bicarakan hasilnya dengan peserta didik.
  5. Tanggapi data dengan cermat.
  6. Laporkan data yang telah diolah.

 

  1. Cara mengumpulkan informasi

Pengumpulan informasi dalam penilaian berbasis kelas dapat dilakukan dalam suasana resmi (formal) dan tidak resmi (informal). Penilaian formal merupakan cara yang sistematis untuk menilai seberapa jauh kemajuan peserta didik dalam suatu program tertentu. Misalnya, setelah menyelesaikan beberapa tema atau materi, guru ingin mengetahui seberapa banyak kompetensi dan pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik. Maka guru dapat memberikan penilaian terpadu dari beberapa kompetensi dimana peserta didik dapat membaca, menjawab pertanyaan dan menulis pengalaman belajarnya dalam situasi baru. Selain itu, penilaian formal juga bisa berupa tes perbuatan pada saat-saat terntentu, atau tes ulangan harian, kuis dan tanya jawab.

Penilaian informal dapat dilakukan melalui kegiatan khusus yang dilakukan oleh peserta didik, seperti proyek, percobaan, penyajian lisan, peragaan, atau pertunjukan, penugasan, buku harian, jurnal, laporan, ringkasan, kajian pustaka,  dan sejenisnya. Sehingga jelaslah bahwa penilaian berbasis kelas merupakan cara pengumpulan informasi tentang kemampuan peserta didik yang terintegritas  dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh.

Pengumpulan informasi dapat dilakukan dengan berbagai cara sebagai berikut:

a)      Penilaian berkesinambung atau terus-menerus melalui:

  1. Catatan anekdot
  2. Membuat daftar
  3. Konferensi
  4. Wawancara
  5. Observasi
  6. Pertunjukan
  7. Pengembangan portofolio
  8. Penilaian diri sendiri atau refleksi

 

b)      Penilaian proses melalui:

  1. Proses klaborasi:
    1. Belajar bersama
    2. Berpasangan dengan tutor sebaya
    3. Pengajaran yang timbal balik
    4. Pemecahan masalah meliputi:
      1. Brainstorming
      2. Diskusi
      3. Heuristik/pola pikir
      4. Penyelidikan/infestigasi
      5. Proses menulis meliputi:

1)      Membuat kerangka atau outline

2)      Mengembangkan gagasan

3)      Merangkai gagasan

4)      Sistematik

c)      penilaian produk, meliputi:

  1. study kasus
  2. pemecahan masalah yang relatif/pemecahan masalah yang akan datang
  3. debat
  4. model/formula
  5. wawancara/survei/pengumpulan pendapat
  6. cerita lisan
  7. penelitian
  8. bermain peran
  9. simulasi

d)     penilaian produk, meliputi:

  1. merancang suatu karya berupa model karya tulis atau benda tertentu
  2. menggunakan alat dan bahan
  3. menggunakan prosedur/cara kerja
  4. mengomunikasikan gagasan atau memasarkannya

 

  1. Kesimpulan

Penilaian berbasis kelas merupakan penilaian autentik atau pengumpulan informasi yang digunakan untuk mengukur sejauh man pembelajaran telah berlangsung dalam kelas. Penilaian autentik dilakukan secara lebih adil sehingga dapat menunjukan kelemahan dan kekuatan seorang peserta didik dibandingkan kemampuannya sebelum pembelajaran berlangsung. Penilaian ini terintegrasi dalam pembelajara sehingga peserta didik dan guru sama-sama  memperoleh keuntungan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan