Bridging Akuntansi 2011

Just another Blog UMY site

Mahasiswa Ideal

Posted by joni2010 1 Comment

Mahasiswa Ideal, menjadi ideal adalah sebuah pengharapan yang dibaringi tindakan. Menjadi ideal menuju kesempurnaan adalah proses panjang yang harus dilewati, diwujudkan. Terus berusaha, tanpa kenal kata henti adalah menjadi kata kuncinya. Seorang mahasiswa akan dikatakan mahasiswa mendekati ideal, bila : Mengenali sejarah bangsa hingga dirinya sendiri, jujur dalam menilai diri sendiri, dan berlaku jujur pada yang lain, berjiwa sosial, atau anti individualistic, beretos kerja yang tinggi (kerja ‘keras & cerdas’) dan berakhlak terpuji.

Setelah seseorang memiliki predikat mahasiswa, terdapat tiga peran penting yang harus diembanya; 1) agen perubahan, 2) penjaga nilai, dan 3) cadangan masa depan. Karena itu mahasiswa ideal adalah mereka yang dapat menyadari, memahami, dan menjalankan peran yang diberikan kepada mereka dengan sebaik-baiknya.

Sebagai seorang agen perubahan dituntut untuk memberikan pengaruh kepada manusia yang lain sehingga perubahan itu dapat terjadi di sekitarnya. Ini menuntut adanya pengetahuan yang cukup tentang manusia. Di sinilah letak pentingnya kapasitas sosial politik. Agar para agen tersebut dapat berkomunikasi secara baik dengan manusia lainnya untuk menyampaikan gagasan perubahan yang dibawanya serta efektif dalam merekayasa perubahan sosial di sekitarnya.

Mahasiswa sebagai penjaga nilai memerlukan kapasitas akhlak dan moral (Moral Capacity) yang baik. Dapat kita simpulkan secara sederhana bahwa akar permasalahan yang ada di bangsa ini adalah busuknya moralitas. Mahasiswalah yang masih dianggap idealis untuk mengatakan yang benar itu benar dan salah itu salah. Karena mahasiswa dinilai tidak memiliki kepentingan politis dalam memperjuangkan apa yang dikatakannya. Karena itulah gerakan mahasiswa sering disebut sebagai gerakan moral.

Peran yang ketiga adalah sebagai cadangan masa depan Mahasiswalah yang akan mengisi pos-pos kepemimpinan di bangsa ini. Mereka adalah calon ilmuan, insinyur, dokter, menteri, jaksa, polisi, presiden, dsb. Untuk bisa memimpin, kemampuan retorika dan moralitas yang baik saja tidak cukup. Melainkan diperlukan juga kompetensi kogkrit yang mumpuni (Intelectual Capacity) di bidang masing-masing.  J J J

 

Kasus dilematis di bisnis dan akademik.

1.Kharis berasal dari Kebumen, dia adalah seorang manajer sebuah perusahaan yang memproduksi genteng. Motto perusahaannya adalah “Kami utamakan Kualitas dan Kepercayaan Konsumen”. Pada suatu saat dia mendapat order pembuatan genteng berjumlah 1500 buah dari sebuah yayasan yang ingin membangun gedung. Menjelang hari kesepakatan pengiriman genteng Soka berkualitas yang benar jadi hanya 1000 buah. Kemudian atas masalah ini beberapa stafnya memberikan pendapat. Antara lain, dengan cara tetap membuat seluruh sisanya (500 buah) tapi dengan kualitas yang kurang. Cara yang kedua adalah membeli genteng dari produsen lain yang kualitasnya baik, tetapi dengan begitu keuntungan yang nanti didapatkan akan berkurang.

Dari kasus yang dihadapi saudari Kharis yang menjadi permasalahanya bagaimana membangun kepercayaan pelanggan. Dalam dunia bisnis, kepercayaan pelanggan memang suatu yang mutlak. Kepercayaan pelanggan yang diperoleh akan berakibat kepada munculnya loyalitas pelanggan kepada kita, disaat – saat kita dalam kondisi yang sulit, pelanggan datang kepada kita sebagai penolong dengan tetap memperhatikan dan mendorong kita agar tetap teguh dalam suatu rencana. Memegang kepercayaan pelanggan, tentu akan mendapatkan imbal balik yang paling berharga dari pelanggan, yaitu dia selalu mendapatkan informasi langsung dari pelanggannya, apa yang baik dan apa yang buruk atas barang atau jasa yang ditawarkan. Nah, hal sebaliknya, bila kepercayaan itu sirna, yang didapatkannya adalah permusuhan, sudah banyak contoh di dunia ini, kehilangan kepercayaan pelanggan, akan berakibat munculnya musuh baru. Membangun kepercayaan pelanggan harus berlandaskan satu petunjuk yang pasti, yaitu suatu petunjuk yang memiliki visi dan misi yang jauh melihat kedepan. Dengan berpegang kepada rencana strategik dan rencana operasional yang baku, visioner maka tidak ada kekhawatiran bagi yang menjalankannya. “Pelanggan adalah raja”, demikian pameo yang sering didengar dalam dunia pemasaran. Bahkan pelanggan juga manusia, ungkap seorang penyanyi, nah dengan sifat itu hal utama yang harus dilakukan adalah menjaga hati para pelanggan dengan berbuat tidak menyakiti hatinya. Kepercayaan pelanggan tidak begitu saja muncul, tetapi harus menjalani beberapa ujian – ujian untuk meraihnya. Tidak mungkin kita berpangku tangan untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan. Melakukan pengorbanan demi pelanggan, pengorbanan disini bukan berarti kita harus mengorbankan tujuan organisasi / perusahaan, tetapi mau berbuat lebih kepada pelanggan kita dengan cara memberikan apa yang telah menjadi hak mereka dengan tidak mengurangi bahkan melebihkan atas hak-hak mereka.

Maka dari itulah, sebaiknya yang dilakukan Kharis sebagai pengambil keputusan adalah mengambil cara dengan membeli genteng dengan kualitas baik dari produsen lain walaupun harus mengorbankan sebagian keuntungan yang nanti akan di dapat. Tentunya hal ini demi membangun kepercayaan konsumen terhadap pelayanan atas barang yang dia jual. JJJ

2.Ilham adalah seorang aktivis di sebuah organisasi himpunan mahasiswa. Di suatu waktu dia menghadapi satu masalah, dia harus membuat suatu kepustusan untuk memilih salah satu kepentingan.  Satu saat dia mempunyai jadwal pertemuan/ rapat di organisasinya, dia adalah ketua panitia kegiatan seminar nasional. Pada saat yang sama dia ada jadwal kuliah yang pertemuan kali itu dosen akan mengadakan responsi. Dalam hal ini Ilham mempunyai pilihan yang dilematis.

Pada kasus ini Ilham dihadapkan pada benturan antara kepentingan organisasi dan kepentingan akademisnya. Meskipun sulit dia harus membuat keputusan untuk memilih mendahulukan salah satu kepentingan. Pengambilan keputusan membutuhkan berbagai pertimbangan. Di organisasi Ilham mempunyai tanggungjawab terhadap sukses terselenggarakanya kegiatan seminar nasional. Karena dia ada posisi sebagai ketua yang mempunyai peran penting dalam kegiatan tersebut. Dalam suatu organisasi apapun, pemimpin memegang peran yang penting. Bahkan segala sesuatu akan bangkit dan jatuh karena pemimpin. Disimpulkan bahwa posisi Ilham di sini sangat strategis dalam tersuksesnya kegiatan seminar nasional. Jika kegiatan ini nantinya sukses, bukan tidak mungkin citra organisasi yang menaunginya seperti prodi, fakultas sampai universitas menjadi baik.

Maka, keputusan yang saya rekomendasikan kepada Ilham adalah memilih untuk memimpin rapat kegiatan seminar nasional. Namun, konsekuensinya adalah dia tidak dapat mengikuti responsi. Langkah selanjutnya yang tebaik adalah meminta memberikan informasi yang sebenarnya tentang alasan tidak mengikuti responsi kepada dosen pengampu. Sehingga nantinya dosen memberikan kebijakan yang berpihak kepada Ilham. JJJ

http://blog.umy.ac.id/bridgingakt11/
Categories: Artikel

PROFIL AKU

joni2010


Popular Posts

Mahasiswa Ideal

Mahasiswa Ideal, menjadi ideal adalah sebuah pengharapan yang dibaringi tindakan. ...

Latar Belakang Diada

Bagi mahasiswa baru, kiranya saat ini sedang mengalami perubahan sistem ...

Tugas Ke 3: Framewor

  Untuk Kelas F, tugas dikumpulkan dalam bentuk hard copy (di-print) ...

Bridging Akuntansi 2

Perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan tertinggi selalu dituntut untuk memiliki ...

Tugas ke-2: Academic

Artikel di sini sebagai CONTOH untuk soal diatas.