Desak Rohingya Jadi WN Myanmar, Menlu Tunggu Rekomendasi Koffi Annan

Berita Nasional – Anggota Parlemen Indonesia yang tergabung pada Dewan Parlemen ASEAN untuk Hak Asasi Manusia atau APHR menekan Myanmar untuk mengaku status kewarganegaraan warga Rohingya di Rakhine State Myanmar, di kompleks gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017).

APHR juga inginkan Pemerintah Myanmar selekasnya mengimplementasikan referensi dari Komisi Penasehat Negara Rakhine State, yaitu Kofi Annan.

” Kami mempunyai basic untuk resolusi periode panjang sesuai sama referensi yang didapatkan Komisi Kofi Annan, ” kata Mahfudz Sidik, anggota parlemen dari Partai Keadilan Sejahtera.

Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Indonesia yang didapati ditempat yang berlainan menyebutkan Myanmar tengah menggerakkan referensi yang didapatkan oleh Kofi Annan, terbagi dalam 88 referensi serta terdiri 17 dalam elemen.

” Telah ada prinsip untuk jadikan Rohingya jadi warga negara Myanmar pada referensi dari Kofi Annan. Jadi kita tunggulah saja implementasinya, “ paparnya di Cafe4D.

Pertemuan wakil rakyat beragam Partai Politik ini mengundang Executive Direktur Jaringan Hak Asasi Manusia Burma, Kyaw Win, yang berbasiskan di Inggris (BHRN).

Pertemuan dengan beberapa anggota DPR itu untuk memberi up-date mengenai kondisi paling baru di lapangan di Myanmar.

Kyaw Win berpendapat mengenai orang-orang internasional yang lebih konsentrasi pada perubahan demokrasi serta ekonomi pembangunan di Myanmar dari pada hentikan pembunuhan pada Rohingnya.

” Reformasi demokratis Myanmar betul-betul tergelincir oleh kekerasan. Pembunuhan mesti dihentikan, ” kata Win.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar