Pilkada Jangan Menjadi Alat Politisasi Identitas

Berita Nasional – Kepala Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Yudi Latief‎ mengingatkan supaya beberapa pasangan calon kepala daerah yang juga akan bertanding di Pilkada serentak 2018 tidak pakai pesta demokrasi jadi alat politisasi jati diri.

Menurut dia, pesta demokrasi lima tahunan itu sebaiknya mesti jadikan fasilitas emansipasi dan pemuliaan masukan rakyat.

” Janganlah demokrasi terdistorsikan oleh politisasi jati diri, ” kata Yudi di Pantai Indah Kapuk, Jakarta, Minggu (29/10/2017).

Yudi menjelaskan, jika satu Pilkada jadikan politisasi jati diri jadi kontradiktif dengan maksud berdemokrasi tersebut.

‎Dikatakannya, politisasi jati diri adalah antitesis dengan dengan apa yang dicita-citakaan dalam kehidupan demokrasi.

” Bila demokrasi dirayakan dengan ekspresi kebencian, ekspresi kekerasan, itu dengan prinsipil bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi, “ katanya di Prediksi Togel.

Dianya tidak mengingkari kalau sekarang ini keadaan di Indonesia begitu peka dengan politisasi agama. Karenanya Yudi merekomendasikan supaya bebrapa lambang keagamaan sebaiknya dirajut semuanya umat beragama di Indonesia.

Agama janganlah jadi sumber problem, tapi mesti jadi jalan keluar saat politik jati diri menguat, “ tegasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar