Tentara Myanmar Sengaja Pasang Ranjau di Perbatasan Bangladesh untuk Ciderai Pengunsi Rohimgya

Berita Mancanegara – Beberapa pengungsi etnik Rohingya alami cedera karena ledakan ranjau di perbatasan Myanmar-Bangladesh dalam tiga hari paling akhir.
Siapa pemasangnya?

Dua narasumber dari pemerintah Bangladesh mengklaim pada kantor berita Reuters kalau Myanmar memakai ranjau untuk menghindar kehadiran pengungsi Rohingya yang pernah melarikan diri dari kekerasan yang berlangsung di negara sisi Rakhine.

Meski sekian, narasumber Reuters itu tidak mengklarifikasi apakah beberapa orang pemasang ranjau itu berseragam atau tidak. Tetapi dia percaya, grup orang itu bukanlah pengungsi Rohingya.

Militer Myanmar malas menyikapi ledakan di daerah perbatasan itu.
Zaw Htay, juru bicara Aung San Suu Kyi juga belum juga bersedia keluarkan pernyataan. Sekretaris Menteri Dalam Negeri Bangladesh, Mostafa Kamal Uddin, juga belum juga menjawab keinginan konfirmasi.

Pengungsian besar-besaran ini berlangsung menyusul tindakan kekerasan yang melibatkan aparat keamanan Myanmar serta grup gerilyawan Rohingya.

Pada Reuters, dua narasumber itu mengatakan pemerintah Bangladesh ketahui kehadiran ranjau-ranjau itu dari beberapa photo serta laporan lapangan.

” Myanmar meletakkan ranjau di lokasi mereka, di selama pagar kawat berduri, diantara patok-patok perbatasan, ” kata satu diantara dua narasumber yang tidak mau jati dirinya dipublikasikan.

” Tentara Bangladesh juga lihat tiga sampai empat grup melakukan aktivitas di pagar kawat berduri, memasukkan suatu hal kedalam tanah, “ tutur sumber anonim itu di Situs Togel ” Kami lalu mengkonfirmasi pelapor kami, kalau beberapa orang itu memanglah menempatkan ranjau. ”

Rabu ini Bangladesh merencanakan memajukan nota memprotes pada Myanmar masalah ranjau-ranjau yang ditanam dekat garis perbatasan. Gagasan itu diutarakan sumber kantor berita Reuters yang menampik namanya dimaksud karna masalah peka.

Petugas perbatasan Bangladesh, Manzurul Hassan Khan, mengatakan dua ledakan terdengar di ruang perbatasan Myanmar, Selasa tempo hari. Dua anak lelaki dalam rombongan pengungsi Rohingya yang berupaya meninggalkan lokasi Myanmar dilaporkan luka-luka karena ledakan itu.
” Mereka mengambil langkah ke atas pijakan yang meledak pagi tempo hari, satu dari mereka kehilangan kakinya, ” tutur Khan pada kantor berita AFP.

Seseorang wanita Rohingya dilaporkan alami luka kronis dibagian kaki karena ledakan di ruang yang sama, satu hari terlebih dulu. Tiga korban ranjau itu dilarikan ke rumah sakit di Cox’s Bazar, kota di garis perbatasan Bangladesh.

Sampai sekarang ini belumlah ada konfirmasi mengenai penyebabnya ledakan itu, tetapi Human Rights Watch cemas di lokasi perbatasan itu memanglah ada beberapa ranjau.

Lebih dari itu, Khan mengatakan sebagian pengungsi Rohingya yang masuk ke Bangladesh alami luka tembak. Tetapi konfirmasi atas berita itu susah diperoleh karna akses pers ke lokasi Myanmar yang tengah naik-turun itu begitu terbatas.

Seseorang pengungsi Rohingya yang melintas di ruang ledakan itu mengakui merekam keadaan perbatasan itu. Ia mengakui lihat cakram memiliki bahan logam berdiameter 10 sentimeter, terkubur beberapa didalam lumpur.

Pengungsi itu percaya ia lihat dua cakram sama yang terpasang di tanah lokasi itu.
Beberapa besar garis perbatasan Myanmar serta Bangladesh yang membentang selama 217 km. adalah tanah berpori yang lembek. Nyaris di selama lokasi itu, Myanmar membuat pagar kawat berduri.

Myanmar yang sampai kini di pimpin pemerintahan militer terdaftar jadi satu dari sedikit negara yang belum juga di tandatangani kesepakatan larangan ranjau th. 1997 yang digagas PBB.
Kekerasan militer Myanmar pada grup pengungsi itu pada 25 Agustus lantas menewaskan paling tidak 400 orang Rohingya. Karena peristiwa itu, sekitaran 125 ribu pengungsi Rohingya mengungsi ke Bangladesh yang bertetangga dengan Myanmar. Beberapa pihak mengatakan peristiwa itu dikatakan sebagai krisis kemanusiaan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar