Miskin Tak Selalu Bodoh

Karena semua orang berhak berpendidikan

Proses penyembelihan hewan kurban berlangsung meriah karena warga satu RT datang semua untuk bergotong-royong membantu proses penyembelihan hewan di Masjid. Setelah sholat ied selesai, warga kembali ke rumah masing-masing untuk sarapan, kemudian sekitar pukul delapan pagi mereka sudah berangkat menuju Masjid Al Mubarok tempat penyembelihan hewan kurban. Ada tiga sapi yang akan dikurbankan, tiga sapi tersebut merupakan hewan kurban dari 21 shohibul qurban karena sapi tersebut dibeli secara patungan. Sapi tersebut terlihat sangat sehat dan besar-besar. Aku sendiri ikut membantu walaupun hanya sekedar memegangi kaki sapi tersebut waktu disembelih.

Panitia penyembelihan hewan kurban sudah disusun sejak beberapa hari yang lalu. Setiap orang sudah mendapatkan jatah pekerjaannya masing-masing. Sesepuh kampung diberi kehormatan untuk mengiringi penyembelihan hewan kurban dengan takbir di Masjid, bapak-bapak dan pemuda bertugas dalam proses penyembelihan sampai pembersihan hewan kurban, sedangkan ibu-ibu dan remaja putri menyiapkan konsumsi untuk semua yang berada di lokasi penyembelihan hewan kurban. Mereka melaksanakan tugas masing-masing dengan apik. Disamping itu, ada juga anak-anak yang menonton acara tersebut.

Tiba-tiba pada proses pemisahan daging sapi dari tulang-tulangnya dan mengambil jeroannya untuk dibersihkan, datang tiga orang dari Dinas Pertanian dan Kesehatan Kabupaten Bantul. Terdiri dari seorang perempuan dan dua orang laki-laki. Setelah mereka memperkenalkan diri kemudian mereka memeriksa daging hewan kurban dari tiga sapi tersebut. Proses pemeriksaan ini terfokus pada hati dari sapi tersebut, dan dari ketiga sapi tersebut ternyata hatinya mengandung cacing hati. Mereka menjelaskan bahwa cacing hati yang berada di sapi ini sangat berbahaya karena mengandung racun, tapi tidak mempengaruhi dagingnya, jadi yang berbahaya hanya hatinya saja. Setelah semua yang ada paham dengan penjelasan petugas tersebut, akhirnya ketiga hati sapi tersebut dikubur karena tidak bisa dikonsumsi.

Saya juga baru mengetahui kalau bentuk cacing hati itu ternyata tidak sama dengan cacing tanah. Bentuknya gepeng jadi kata petugas cacing itu bisa menyelinap didalam hati dan berkeliaran disana. Cacing tersebut mengeluarkan kotoran yang mengandung racun, makanya hati sapi yang terkena cacing tidak boleh untuk dikonsumsi. Bahkan sapi yang masih hidup bisa mati secara tiba-tiba jika hatinya dihinggapi oleh cacing tersebut.

Proses penyembelihan hewan kurban berlangsung lancar sampai pembagian daging. Walaupun rasa capek menghinggapi tapi semua itu memberikan hikmah yang banyak. Kita bisa tahu makna dibalik tradisi gotong-royong, karena beban yang dirasakan orang banyak tidak begitu terasa. Kita juga akhirnya tahu bahwa tidak semua sapi yang kelihatannya bugar fisiknya itu sehat, bisa saja hatinya terjangkit cacing hati. Yang paling penting adalah manusia harus siap berkorban.



Categories: dakwah, pendidikan, sehat

PROFIL AKU

choirul huda


Popular Posts

Fenomena Tawuran Sup

Bismillahirrohmanirrohiim..... Tawuran suporter Persita tangerang dengan warga dipicu karena mereka ...

Hati-hati Ada Cacing

Proses penyembelihan hewan kurban berlangsung meriah karena warga satu RT ...

Crop Circle UFO Slem

Alam memberikan pemandangan yang selalu saja memanjakan mata manusia sekaligus ...

Dokter Spesialis dia

Aku tersenyum-senyum sendiri dari kejauhan ketika melihat salah satu pasien ...

Usaha Maksimal Untuk

“ANDA PUAS, BERI TAHU TEMAN ANDA ANDA KURANG PUAS, BERI TAHU ...