Miskin Tak Selalu Bodoh

Karena semua orang berhak berpendidikan

Rice Cooker serba guna

Posted by choirul huda 8,186 Comments

“Masak apa e?”

“Ne, lagi buat kering tempe”

“Lha kok make rice cooker?”

“Yach…. memanfaatkan apa yang ada aja”

Pernah suatu kali salah seorang teman saya datang ke kamar saya ketika saya sedang membuat kering tempe menggunakan satu-satunya rice cooker yang saya punyai. Jelas saja teman saya tersebut terheran-heran karena dia merasa bahwa saya sudah tidak mempergunakan sesuatu sesuai dengan fungsinya. Sampai-sampai dia bilang kalau misalnya pabrik pembuat rice cooker ini tahu, bisa saja saya dituntut. Rice cooker memang selayaknya digunakan untuk menanak nasi, tapi oleh saya selain untuk menanak nasi juga saya gunakan untuk memasak lauknya. Pernah juga saya gunakan untuk membuat kolak dan bubur.

Selain karena fasilitas yang terbatas, juga karena menghemat waktu dan tempat. Ide memasak apa saja menggunakan rice cooker ini berawal ketika saya tinggal di asrama. Waktu itu saya melihat tetangga kamar yang memiliki kompor listrik, karena setelah saya amati ternyata elemen di kompor listrik tersebut sama dengan elemen yang ada di rice cooker, akhirnya saya mencoba menggoreng telur menggunakan rice cooker saya tersebut. Yach… matang juga akhirnya, ya sudah setelah itu rice cooker tersebut sering saya gunakan untuk memasak apa saja. Selain itu juga karena selama saya gunakan untuk memasak apa saja tersebut tidak terjadi apa-apa alias aman-aman saja. Akhirnya saya lanjutkan saja.

Memang lapisan anti lengket yang ada di pancinya akhirnya rusak. Resiko yang memang harus saya tanggung karena mungkin saya telah menyiksa barang tersebut. Karena penggunaan rice cooker ini juga sudah dua tahun lebih. Saya anggap wajar saja karena di buku panduan juga menyebutkan kalau lama-lama lapisan anti lengketnya akan berkurang. Juga tidak mungkin kalau lapisan anti lengket tersebut akan utuh kalau hanya digunakan untuk masak nasi saja, pasti lama-lama akan rusak juga.

Rice cooker ini saya beli ketika awal kuliah saya di Yogyakarta. Waktu itu saya membelinya kurang dari Rp. 200.000,00. Mungkin jika dihitung secara ekonomi saya sudah tidak rugi kalau kondisi rice cooker ini sampai sekarang masih sehat. Waktu itu saya memutuskan membeli rice cooker karena ingin masak sendiri, agar pengeluaran saya tidak membengkak karena uang saku yang diberikan oleh donatur juga terbatas. Walaupun saya menggunakan rice cooker ini untuk apa saja, saya tidak pernah menyarankan kepada pembaca untuk meniru hal ini.

Categories: keluarga, miskin

PROFIL AKU

choirul huda


Popular Posts

Fenomena Tawuran Sup

Bismillahirrohmanirrohiim..... Tawuran suporter Persita tangerang dengan warga dipicu karena mereka ...

Hati-hati Ada Cacing

Proses penyembelihan hewan kurban berlangsung meriah karena warga satu RT ...

Crop Circle UFO Slem

Alam memberikan pemandangan yang selalu saja memanjakan mata manusia sekaligus ...

Usaha Maksimal Untuk

“ANDA PUAS, BERI TAHU TEMAN ANDA ANDA KURANG PUAS, BERI TAHU ...

Dokter Spesialis dia

Aku tersenyum-senyum sendiri dari kejauhan ketika melihat salah satu pasien ...