Miskin Tak Selalu Bodoh

Karena semua orang berhak berpendidikan

Sepulang mengantar teman saya yang sedang pindah pindah kost, ada pengalaman menarik yang saya alami ketika saya mengendarai sepeda motornya. Sekitar pukul 16.30 saya lewat jalan di tengah kota yang ramai, karena mungkin jam-jam itu adalah jam sibuk karena para pekerja sedang pulang dari pekerjaannya. Pengalaman menarik tersebut adalah ketika saya berhenti di lampu lalu lintas (bangjo) karena yang menyala adalah lampu yang berwarna merah dan di lampu tersebut jelas ada tanda yang kalau diartikan adalah “Lurus, berhenti”. Tapi setelah saya berhenti, ternyata ada dua sepeda motor di belakang saya yang jalan terus dengan santai. Langsung saya membatin, sebenarnya saya benar atau salah ketika saya berhenti.

Saya memang orang pertama yang berhenti ketika melihat lampu merah menyala dan kebetulan ditempat tersebut tidak ada pos polisi lalu lintas yang biasanya ada di sekitar perempatan atau pertigaan. Jadi ketika kendaraan di belakang saya jalan terus saya hanya membatin saja mereka itu lihat atau engga kalau lampu yang menyala adalah merah. Tapi setelah dua sepeda motor itu lewat, kendaraan yang lain juga berhenti. Akhirnya saya menyimpulkan bahwa apa yang saya lakukan adalah benar.

Saya sendiri pernah mengalami kejadian malang ketika saya tidak memperhatikan tanda ketika dijalan. Karena kesalahan tersebut akhirnya saya ditilang pak polisi. Saya tidak pernah menyesali hal tersebut, karena saya dengan sadar sudah melanggar jadi wajar kalau saya harus mempertanggungjawabkan kesalahan yang telah saya perbuat. Yang paling membuat saya masih ingat selalu adalah rasa malu ketika dilihat oleh pengguna jalan lain karena kesalahan tersebut. Malu sekali, tapi ternyata masih banyak pengguna jalan yang belum memiliki rasa malu. Semoga kita semua sadar.

Demi keselamatan sebagai pengguna jalan atau sebagai manusia biasa. Jangan sampai kita hanya takut ketika ada polisi yang menjaga saja karena tilang. Tapi sudah saatnya kita menaati peraturan yang sudah dibuat oleh pemerintah, karena kita disuruh untuk taat kepada pemimpin. Selain itu, sebenarnya kita semua hanya dianjurkan untuk lebih menyadarkan diri kita saja, karena teratur itu akan terasa lebih baik.

Categories: kritik, lucu, pendidikan

PROFIL AKU

choirul huda


Popular Posts

Fenomena Tawuran Sup

Bismillahirrohmanirrohiim..... Tawuran suporter Persita tangerang dengan warga dipicu karena mereka ...

Hati-hati Ada Cacing

Proses penyembelihan hewan kurban berlangsung meriah karena warga satu RT ...

Crop Circle UFO Slem

Alam memberikan pemandangan yang selalu saja memanjakan mata manusia sekaligus ...

Usaha Maksimal Untuk

“ANDA PUAS, BERI TAHU TEMAN ANDA ANDA KURANG PUAS, BERI TAHU ...

Dokter Spesialis dia

Aku tersenyum-senyum sendiri dari kejauhan ketika melihat salah satu pasien ...