Miskin Tak Selalu Bodoh

Karena semua orang berhak berpendidikan

“ANDA PUAS, BERI TAHU TEMAN ANDA
ANDA KURANG PUAS, BERI TAHU KAMI”

Kalimat diatas sering kali kita temui jika kita masuk ke rumah makan, tukang cukur, atau tempat yang biasanya memberikan pelayanan jasa kepada konsumen. Biasanya kalau kita sedang menikmati makanan di rumah makan, kita sering menemukan kalimat tersebut di belakang kasir atau di tempat lain di ruangan tersebut. Jika kita amati, kalimat tersebut sebenarnya sangat bermakna sekaligus sebagai lahan bagi pemiliknya untuk melakukan promosi. Karena secara tidak langsung mereka sudah memberikan saran kepada kita semua untuk memberikan penilaian terhadap apa yang sudah mereka berikan. Akan tetapi, bisa saja kita justru melakukan hal yang sebaliknya. Kita memberi tahu teman-teman kita ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita harapkan. Kepada pemilik, kita hanya (mengumpat) dalam hati saja.

Sebagai orang yang memberikan pelayanan jasa, mereka sebenarnya sudah memberikan yang terbaik kepada konsumen. Karena pernah saya membaca sebuah pepatah China “Orang yang tidak bisa tersenyum jangan membuka toko”. Pepatah tersebut bisa menjadi inspirasi bagi mereka untuk memberikan palayanan secara maksimal. Mulai dari penyambutan ketika konsumen masuk ke dalam hingga konsumen meninggalkan ruangan agar konsumen tidak merasa kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh mereka. Karena sebenarnya mereka juga tidak hanya menjual barang atau jasa, tapi pelayanan yang baik akan menentukan konsumen akan berlangganan atau hanya akan mampir sekali saja.

Sebagai konsumen yang memanfaatkan barang/jasa, biasanya menganggap dirinya sebagai raja yang harus dilayani dengan sebaik mungkin. Ada benarnya juga konsumen adalah raja, tapi juga tak sepenuhnya harus memaksakan diri untuk menuntut apa yang diinginkan. Kalau memang kita tidak mendapatkan pelayanan dengan baik, sudah mendapatkan anjuran untuk langsung memberikan kritik kepada pemilik agar si pemilik tahu dimana kelemahan mereka. Alangkah lebih baik jika kita menyampaikan hal tersebut kepada pemilik sehingga mereka bisa instropeksi daripada kita memberi tahu teman-teman kita, malah pemilik usaha tersebut bisa saja menjadi sepi gara-gara kita.

Saya membayangkan jika pemilik usaha tersebut memberikan buku kesan dan pesan kepada konsumen. Jadi mereka bisa melakukan koreksi setiap hari dari hasil pelayanan mereka. Konsumen juga tidak memiliki rasa rikuh ketika harus memberikan kritik dan saran.

Categories: dakwah, miskin, pendidikan

PROFIL AKU

choirul huda


Popular Posts

Islam itu Indah

Saya membayangkan ada sebuah masyarakat muslim berada dalam sebuah lingkungan ...

Komentar dari Radity

Pagi-pagi bangun lihat blog.. ee ada komentar dari as Raditya ...

Acer Aspire One D255

hadiah utama dari UMYblogcontest adalah acer aspire one D255, mau ...

Meniru Bukan Plagiat

Kalau saya mengingat kembali pada masa kecil saya, saya senang ...

Merapi Tenang, Mahas

Seiring dengan menurunnya kondisi Merapi, taman wisata Kaliurang juga sudah ...