Miskin Tak Selalu Bodoh

Karena semua orang berhak berpendidikan

Etika Membenarkan Kesalahan

Posted by choirul huda 30 Comments

Enam norma dalam membantah dan mengingkari orang yang melakukan kesalahan dan orang yang terjatuh ke dalamnya dalam Islam. Karena orang yang membantah tanpa norma itu salah, dan orang yang tidak membantah juga salah. Oleh syaikh Ibrahim Bin Amir dalam risalahnya yang berjudul Nasihah Lisysyabab. Beliau tujukan kepada pemuda karena banyak pemuda yang tidak terkendali.
1. Pengingkaran harus dilakukan dengan didasari rasa ikhlas dan dalam membela kebenaran
Membantah bukan untuk kepentingan pribadi, diantara konsekuensinya adalah agar orang yang melakaukan kesalahan kembali mendapat hidayah dan al haq. Maka mengingatkan mereka dengan diiringi dengan doa kepada Allah agar yang melakukan kesalahan mendapatkan hidayah dan ampunan oleh Allah.
2. Bantahan hendaknya dilakukan oleh orang yang alim
Orang yang telah mumpuni ilmunya, mengetahui secara detail segala sudut pandang dalam membantah. Harus tahu dalilnya, bagaimana cara membantahnya, memiliki kemampuan untuk mengungkapkan dalil yang kuat agar yang dibantah puas.
3. Memperhatikan berbagai macam perbedaan
a. Perbedaan tingkat kesalahan, beda membantah keslahan akidah dengan masalah yang biasa
b. Perbedaan kedudukan orang yang bersalah, beda antara membantah pemerintah dengan rakyat biasa
c. Perbedaan motivasi pelanggaran, apa sebab pelanggarannya. Apakah kesalahannya karena hawa nafsu atau karena tidak tahu, atau karena salah ucap, atau karena tujuan-tujuan lain.
4. Berusaha mewujudkan maslahat dari bantahan dia
Jika bantahan mengakibatkan kerusakan yang lebih besar maka tidak disyariatkan untuk membantah.
5. Bantahan disesuaikan dengan tingkat tersebanya kesalahan itu
Jika kesalahan hanya muncul di suatu daerah saja maka tidak layak bantahan itu disebarluaskan kepada masyaakat yang belum mengetahui kesalahan. Karena dengan menyebarluaskan bantahan akan secara tidak langsung juga menyebarkan kesalahan tersebut.
6. Hendaknya diketahui bahwa membantah orang yang melakukan kesalahan adalah fardlu kifayah
Seandainya ada seorang ulama sudah melakukan bantahan tersebut maka tanggung jawab ulama yang lain sudah jatuh/tidak berkewajiban lagi.

Categories: dakwah, islam, pendidikan, remaja

PROFIL AKU

choirul huda


Popular Posts

Fenomena Tawuran Sup

Bismillahirrohmanirrohiim..... Tawuran suporter Persita tangerang dengan warga dipicu karena mereka ...

Hati-hati Ada Cacing

Proses penyembelihan hewan kurban berlangsung meriah karena warga satu RT ...

Crop Circle UFO Slem

Alam memberikan pemandangan yang selalu saja memanjakan mata manusia sekaligus ...

Usaha Maksimal Untuk

“ANDA PUAS, BERI TAHU TEMAN ANDA ANDA KURANG PUAS, BERI TAHU ...

Dokter Spesialis dia

Aku tersenyum-senyum sendiri dari kejauhan ketika melihat salah satu pasien ...