Miskin Tak Selalu Bodoh

Karena semua orang berhak berpendidikan

Cerita penyiksaan Tenaga Kerja Indonesia sepertinya belum juga selesai. Masih ada kasus penyiksaan yang dilakukan oleh majikan terhadap pekerja Indonesia yang bekerja diluar negeri. Jika kita lihat, hal tersebut sudah sangat keterlaluan. Para majikan itu sudah tidak memnausiakan manusia lagi. Bayangkan saja, seorang manusia tega menggunting bibir pembantunya, atau menyetrika, dan hal-hal lain yang sangat mengerikan.
Kekuatan hukum yang berlaku, adanya Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia yang kurang bertanggung jawab, pemerintah, dan semua unsur bisa terlibat didalamnya. Jika hal tersebut masih saja menimpa saudara kita yang mendapat siksaan, maka jalan satu-satunya adalah pembenahan di semua faktor. Baik dari negara yang menjadi tujuan atau institusi yang mengatasi hal tersebut di Indonesia.
Jika kita melihat banyaknya penyiksaan TKI, ternyata pelakunya tersebut berasal dari negara yang itu-itu saja. Mungkin karena peraturan hukum dan kesadaran terhadap hukum yang berlaku masih rendah di negara tersebut. Berbeda dengan negara tujuan yang masyarakatnya sadar terhadap hukum, mereka akan menghargai TKI dengan baik. Hal ini seperti saya kutip dari harian Kedaulatan rakyat, 6 Oktober 2010 hal. 19. Yang mengatakan bahwa para TKI yang bekerja di Hongkong malah mendapatkan untung yang tidak habis-habis.
Dari hasil peneitian disebutkan bahwa :
1. Jumlah PRT Indonesia yang masuk ke Hongkong mencapai puluhan ribu orang setiap bulannya
2. Mereka merasa enjoy dan happy karena mendapat perlakuakn baik yang manusiawi. Ada yang mengalami kekerasan tapi jumlahnya nol koma sekian persen.
3. Faktor penyebab makmurnya adalah :
a. Rata-rata penduduk Hongkong sadar hukum, mereke pasti akan kena sanksi jika diadukan perbuatannya
b. PRT Indonesia yang masuk ke Hongkong berbeda dengan yang lain karena mereka legal.
c. Mereka benar-benra dipersiapkan atas dasar pesanan, dipilih calonmajikannya dengan syarat tertentu misalnya tinggi badan minimal 150 cm, sudah bisa berbahasa canton, memiliki keterampilan pekerjaan rumah tangga, oleh penyalur sudah dilatih 6 bulan. Mereka juga dibekali pengetahuan bagaimana harus bertindak dan melapor ke konsulat RI bila terjadi sesuatu.

PROFIL AKU

choirul huda


Popular Posts

Fenomena Tawuran Sup

Bismillahirrohmanirrohiim..... Tawuran suporter Persita tangerang dengan warga dipicu karena mereka ...

Hati-hati Ada Cacing

Proses penyembelihan hewan kurban berlangsung meriah karena warga satu RT ...

Crop Circle UFO Slem

Alam memberikan pemandangan yang selalu saja memanjakan mata manusia sekaligus ...

Usaha Maksimal Untuk

“ANDA PUAS, BERI TAHU TEMAN ANDA ANDA KURANG PUAS, BERI TAHU ...

Dokter Spesialis dia

Aku tersenyum-senyum sendiri dari kejauhan ketika melihat salah satu pasien ...