Miskin Tak Selalu Bodoh

Karena semua orang berhak berpendidikan

Suatu hari, 1998

“Pak,aku besok kuliah di Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang ya?”

Dengan polosnya aku mengungkapkan keinginanku kepada bapakku yang miskin. Waktu itu aku masih kelas dua di MTs N Jeketro. Salah satu MTs Negeri yang ada di Kabupatenku, Grobogan. Aku bisa memiliki mimpi untukkuliah di fakultas tersebut karena salah satu guruku di kelas menyarankan siswanya untuk memiliki cita-cita yang tinggi, salah satunya adalah kuliah, dan aku lupa mengapa aku bisa memutuskan untuk bercita-cita kuliah di Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang. Kalau tidak salah kakakku dulu menginginkan aku menjadi seperti Amin Rais, karena kalau tidak salah waktu itu Amin Rais menjadi ketua PP Muhammadiyah. Beliau pandai sekaligus ulet dan pandai berpidato.

suatu hari, Nopember 2010

Aku sudah selesai melaksanakan sholat di masjid Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta , sholat dhuhur. Waktu itu aku ikut menyolatkan jenazah ibu Maryani yang meninggal dunia, beliau adalah salah satu pengungsi erupsi Merapi di UMY. Kemudian aku berjalan ke Fakultas Agama Islam, seperti biasa setelah sholat dhuhur, aku memanfaatkan internet corner di TU untuk mengisi waktu menunggu kuliah jam 13.00. Aku kuliah di Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KPI FAI UMY).

22 Oktober 2008

Kami tak percaya melihat gedung kembar dari ring road walaupun sebelumnya di gambar yang di browsing kakakku lewat google memperlihatkan gedung yang sama. Akhirnya kami menanyakan kepada kondektur bus umum yang kami tumpangi dari Semarang. “Ya, itu UMY” singkat katanya. Dengan perasaan yang tak pernah bisa terungkapkan dengan kata-kata aku mulai memasuki halaman kampus, dengan tas punggung usang milik adikku. “klambi wae ora nduwe, kok kuliah”. Kata-kata yang masih aku ingat waktu kakakku pulang meninggalkan aku sendirian di Yogyakarta.

Antara 2004 s.d. 2008

Lulus dari SMA Muhammadiyah Gubug dengan predikat lumayan, waktu itu aku mendapatkan salaman dari kepala sekolah langsung karena yang lain hanya mendapatkan salaman itu dari wali kelas. Tapi setelah itu, aku tak tahu harus kemana. Kerja? Aku mau kerja apa, aku tak pernah kerja. Kuliah? Orang miskin seperti saya bisa apa? Aku anak keempat dari sebelas bersaudara, orang tuaku miskin. Mungkin ada yang pernah tahu Iklan Layanan Masyarakat yang sering muncul di TVRI waktu dulu. “Aku ingin sekali sekolah seperti mereka, tapi bagaimana mungkin, MEMBACA saja aku tak mampu”

Ramadhan 1429 H/2008

Bukankah Jurusan KPI UMY itu juga sama saja dengan Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang? Hampir lah…. Aku sujud syukur karena doaku, harapanku, MIMPI ku 10 tahun yang lalu dikabulkan oleh Allah SWT. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?



Categories: dakwah, islam, keluarga, miskin, remaja

PROFIL AKU

choirul huda


Popular Posts

Fenomena Tawuran Sup

Bismillahirrohmanirrohiim..... Tawuran suporter Persita tangerang dengan warga dipicu karena mereka ...

Hati-hati Ada Cacing

Proses penyembelihan hewan kurban berlangsung meriah karena warga satu RT ...

Crop Circle UFO Slem

Alam memberikan pemandangan yang selalu saja memanjakan mata manusia sekaligus ...

Usaha Maksimal Untuk

“ANDA PUAS, BERI TAHU TEMAN ANDA ANDA KURANG PUAS, BERI TAHU ...

Dokter Spesialis dia

Aku tersenyum-senyum sendiri dari kejauhan ketika melihat salah satu pasien ...