Miskin Tak Selalu Bodoh

Karena semua orang berhak berpendidikan

Dalam lingkup pendidikan kita mengenal istilah keterampilan berbahasa yang mencakup empat kegiatan, yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Idealnnya, setiap orang yang sudah masuk dalam lingkup pendidikan memiliki penguasaan atas keempat keterampilan tersebut. Karena dengan begitulah mereka layak dikatakan sebagai orang yang profesional. Dalam arti mereka sudah membangun kinerja dalam suasana dan budaya profesional akademik kreatif.

Namun, ternyata masih banyak yang belum mau dan mampu untuk mewujudkan hal diatas. Mereka enggan membaca buku, tidak terbiasa berdiskusi, dan berat untuk melakukan kegiatan menulis. Contoh yang paling kongkrit pada saat sekarang ini adalah ketika ada seorang dosen menyuruh mahasiswanya untuk mengerjakan tugas membuat makalah, mahasiswa tersebut lebih memilih mengandalkan internet sebagai rujukannya daripada berkeliling diantara rak-rak buku di perpustakaan. Karena dengan menggunakan kmputer mereka cukup kopi paste dengan sedikit editan saja. Maka makalah tersebut akhirnya hanya berupa tulisan saja tanpa ada pemahaman di pikiran mahasiswa. Maka wajar jika mutu mereka biasa-biasa saja.

Dengan kondisi yang terjadi diatas, sudah selayaknya kita memerlukan pembenahan dan peningkatan mutu. Langkah paling awal dan mudah adalah dengan menanamkan kesadaran diri bahwa ilmu itu tidak sekedar teori saja, tetapi juga praktik kreatif. Karena itu, keterampilan membaca-menulis dapat dilihat sebagai pintu masuk untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Menurut Hernowo (2009) keterampilan menulis dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dalam artian, mereka akan membuktikan keahliannya dengan aktivitas menulis. Untuk bisa menulis kreatif memang dibutuhkan jam terbang dan pengalaman, semuanya itu dapat dilakukan dengan membiasakan membaca, menulis, dan berdiskusi. Semoga dengan hal tersebut kesadaran untuk menghidupkan kembali budaya keterampilan berbahasa bisa terwujud.

Sebagian tulisan ini saya ambil dari Harian Kedaulatan Rakyat “Guru (Bahasa) Perlu Kreatif” yang ditulis oleh Sudaryanto S.Pd.

Categories: dakwah, miskin, pendidikan

PROFIL AKU

choirul huda


Popular Posts

Fenomena Tawuran Sup

Bismillahirrohmanirrohiim..... Tawuran suporter Persita tangerang dengan warga dipicu karena mereka ...

Hati-hati Ada Cacing

Proses penyembelihan hewan kurban berlangsung meriah karena warga satu RT ...

Crop Circle UFO Slem

Alam memberikan pemandangan yang selalu saja memanjakan mata manusia sekaligus ...

Usaha Maksimal Untuk

“ANDA PUAS, BERI TAHU TEMAN ANDA ANDA KURANG PUAS, BERI TAHU ...

Dokter Spesialis dia

Aku tersenyum-senyum sendiri dari kejauhan ketika melihat salah satu pasien ...