Miskin Tak Selalu Bodoh

Karena semua orang berhak berpendidikan

Mengukir Kenangan Indah

Posted by choirul huda 45 Comments

Suara deburan ombak dipagi hari memberikan suasana berbeda pada diriku yang sedang berjalan menyusuri pantai di Samudra Hindia ini. Rembulan yang tadi malam gerhana masih terlihat purnama dan semakin tenggelam tergantikan sinar mentari yang muncul dari balik karang di sebelah timur sana. Seorang bapak menggali-gali pasir sisa aliran ombak mencari sesuatu, setelah aku bertanya ternyata sedang mencari undur-undur, ah… lupakan saja apa hewan itu. Diatas sana aku lihat awan berwarna kuning kemerah-merahan terpancar sinar mentari yang baru muncul dari sarangnya. Aku melangkah sambil memandang ke samudra luas tanpa batas, hanya terlihat sebuah garis horisontal antara laut dan langit, subhanallah ciptaan Allah yang menyegarkan kembali rasa syukurku kepada Mu rabbku. Parangtritis…….

“Woy…. ada bintang jatuh”

“wow…….. keren ya”

Ada yang sedang berbisik-bisik untuk menyuruh berdoa. Aneh juga kedengarannya karena mereka sedang tergila-gila dengan film India, mungkin mereka terinspirasi untuk meminta doa ketika ada binta yang sedang jatuh. Aku malah ingin seperti di Korea yang ada hujan meteornya, karena di Indonesia jarang sekali aku temui bintang jatuh.

Dibawah terang bulan purnama malam tadi, kami mengadakan acara khusus perpisahan dan penyambutan musrif dan musrifah University Resident (UNIRES) UMY. Dipimpin direktur Unires, acara berjalan dengan lancar dengan makanan ringan jagung dan kacang rebus yang terasa nikmat sekali. Aku hanya mengikuti saja dengan sesekali memperhatikan teman-teman yang sedang asyik menikmati jagung rebus mereka. Akhirnya pukul sepuluh malam kami kembali ke penginapan untuk istirahat karena harus bangun pagi-pagi untuk melakukan sholat sunnah gerhana.

Baru sekali ini aku sholat gerhana, padahal dari kecil sudah beberapa kali ada gerhana baik bulan maupun matahari. Sholat gerhana berjamaah yang dipimpin Bapak Ghoffar Ismail selaku direktur Unires berjalan dengan hikmat. Ketika khutbah beliau menceritakan bahwa gerhana bulan yang tidak ada kaitan dengan bela sungkawa Rasulullah waktu meninggalnya Ibrahim putra beliau. Gerhana bulan maupun matahari merupakan fenomena alam yang terjadi karena perputaran matahari, bulan, dan bumi. Kemudian manusia bisa berpikir dan muhasabah dengan penciptaan Allah SWT ini.

Acara yang paling seru adalah ketika outbond mencapai penghujungnya. Kami di skenario untuk melakukan perang-perangan menggunakan air, kami dibagi menjadi dua kelompok kemudian mengatur strategi untuk mengalahkan kelompok yang lain. Tapi yang terjadi tidak sesuai dengan instruksi trainernya, kami sepakat untuk melemparkan plastik yang berisi air tersebut kepada seorang musrif. ha ha ha…. puas sekali rasanya gila-gilaan pagi ini. Tidak selesai disitu saja, kami akhirnya saling lempar dan main air sampai akhirnya semua basah. Mandi dilaut menjadi ending outbond pagi ini.

Kenangan terindah di masa muda yang tak mungkin bisa terlupa. Terima kasih buat semua Musrif dan Musrifah yang sudah memberikan ukiran indah dalam relief perjalanan hidupku yang sederhana ini. Selamat jalan untuk musrif dan musrifah yang akan menyongsong hidup baru, dan terima kasih sudah mengajak saya bergabung kambali ke Unires. Semoga lebih bisa bermanfaat.

NB : Tulisan ini seharusnya saya posting hari Kamis, 16 Juni 2011

Categories: kenangan

PROFIL AKU

choirul huda


Popular Posts

Fenomena Tawuran Sup

Bismillahirrohmanirrohiim..... Tawuran suporter Persita tangerang dengan warga dipicu karena mereka ...

Hati-hati Ada Cacing

Proses penyembelihan hewan kurban berlangsung meriah karena warga satu RT ...

Crop Circle UFO Slem

Alam memberikan pemandangan yang selalu saja memanjakan mata manusia sekaligus ...

Usaha Maksimal Untuk

“ANDA PUAS, BERI TAHU TEMAN ANDA ANDA KURANG PUAS, BERI TAHU ...

Dokter Spesialis dia

Aku tersenyum-senyum sendiri dari kejauhan ketika melihat salah satu pasien ...