Miskin Tak Selalu Bodoh

Karena semua orang berhak berpendidikan

Pantai Gunung Kidul

Posted by choirul huda 94 Comments

Assalamu’alaikum……

Mohon maaf sekali karena beberapa hari ini saya off dari kegiatan blogging sampai-sampai ada PR dari mas Asop dan Adekfi belum saya kerjakan. Mungkin akan saya kerjakan setelah ini, g apa-apa kan?

Oh ya… saya juga dapat award dari Mbak Asri tapi belum tak ambil juga,…. maaf

Saya mau berbagi dulu tentang perjalanan saya kemaren ke Gunung Kidul bersama teman sekelas saya di Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Rencana ini sebenarnya untuk acara perpisahan kami, karena semester depan sudah semester tujuh, jadi kemungkinan untuk ketemu satu kelas lagi tidak mungkin. Karena kami sudah sibuk dengan skripsi amsing-masing. Walaupun memang masih bisa ketemu sih. Cuma kegiatan ini memang diadakn untuk membuat kenangan satu angkatan. Sayang yang datang hanya enam orang, pengen tahu berapa orang jumlah mahasiswa KPI 2008? Saya sendiri juga bingung, yang jelas nomer presensi saya dikelas adalah nomer terakhir yaitu 16, tapi sepertinya mahasiswanya tinggal 10 orang saja. miris…..

Kami berenam menggunakan sepeda motor menempuh perjalanan dari Yogyakarta ke Pantai Ngobaran di Gunung Kidul. Perjalanan Alhamdulillah lancar tanpa halangan, eh.. Tapi waktu sampai di Bukit Bintang ada satu motor yang bannya bocor, akhirnya kami menunggu sebentar untuk ditambal dan akhirnya perjalanan dimulai lagi.. Aku g tahu dengan jelas berapa jarak yang ditempuh, tapi dengan perjalanan sedang sepertinya butuh 4 jam menuju ke pantainya. Aku suka sekali pemandangan disekitar jalan, Masyarakat disana sepertinya merupakan pekebun yang rajin, karena aku temukan pohon kayu putih, dan lain-lain lumayan subur. Karena yang aku dengar Gunung Kidul itu ada yang sulit untuk mencari air, apalagi kalau kemarau seperti ini.

Kami sholat dhuhur dan ashar berjamaah di sebuah masjid di pinggir jalan, tentu saja kami shalat dengan di jamak dan qashar. Yang membuat saya ingat dengan masjid ini adalah papan informasi infaq yang ada disana. Jumlah infaq sholat Jumat berkisar 25.000 rupiah. Saya jadi berpikir, ternyata uang itu sangat berharga, padahal selama ini saya masih merasa sebagai pemboros. Semoga ini bisa meningkatkan kesadaran saya untuk berinfaq.

Jujur… Pantainya indah sekali…

Ombaknya tinggi

Karangnya, putih pasirnya….

Bintang lautnya, bulu babinya……

hmm…. apa lagi ya

kemesraan kami… ha ha ha

Setelah istirahat sebentar kemudian pada pukul 15.00 kami memutuskan untuk mandi di sana, karena airnya belum sampai di Pantai akhirnya kami mandi di batu-batu karang. asiin sekali rasanya waktu mulutku ini terkena airnya.. jelas sekali kan. Yang paling aneh adalah ternyata airnya sangat dingin, g tahu kenapa. Sampai-sampai kami kedinginan karena cebur-ceburan main ombak.. hayyah g penting banget kan ceritaku.

bilas, pulang, eh makan….. kembali ke rumah. dan akhirnya tulisan terpaksa ini akan menjadi kenangan ndah beberapa tahun yang akan datang.

Categories: kenangan

PROFIL AKU

choirul huda


Popular Posts

Fenomena Tawuran Sup

Bismillahirrohmanirrohiim..... Tawuran suporter Persita tangerang dengan warga dipicu karena mereka ...

Hati-hati Ada Cacing

Proses penyembelihan hewan kurban berlangsung meriah karena warga satu RT ...

Crop Circle UFO Slem

Alam memberikan pemandangan yang selalu saja memanjakan mata manusia sekaligus ...

Dokter Spesialis dia

Aku tersenyum-senyum sendiri dari kejauhan ketika melihat salah satu pasien ...

Usaha Maksimal Untuk

“ANDA PUAS, BERI TAHU TEMAN ANDA ANDA KURANG PUAS, BERI TAHU ...