Gigi gerahamku yang sebelah kiri dan urutan kedua sudah tidak ada. Dulu saya cabutkan ke Dokter gigi muda yang sedang praktek di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (RSGMP UMY). Akhirnya aku ompong, Alhamdulillahnya sekarang aku sudah tidak sering sakit gigi lagi. Memang tindakan cabut gigi menurutku adalah tindakan paling ekstrim ketika harus memutuskan untuk mengobati sakit gigi, tapi karena sudah tidak bisa ditambal akhirnya ya harus dicabut.

Rencana nanti gigi gerahamku yang sebelah kanan juga akan saya cabut juga karena ternyata lobangnya juga sudah tidak bisa ditolerir lagi untuk ditambal. Ya setelah kemaren dibersihkan karang giginya, saya memutuskan untuk meminta dicabut saja gigi geraham yang menurutku menjadi biang kuman dimulutku ini. Dokter gigi muda yang akan mencabut ini sama dengan yang membersihkan karang gigiku kemaren, kebetulan kemaren dia sedang ujian dan mencari pasiennya, jadi nanti saya dijadikan pasien ujiannya di RSGMP UMY. Lumayan lah dapat gratisan dan tentunya kan saling menguntungkan.

Nah ternyata aku dapat syarat nih sama dokter gigi muda nya biar dapat gratisan. Aku harus bawain pasien buat dia untuk ujian pembersihan karang gigi. Hadeeh, ada-ada aja si mbaknya. Tapi g apa-apa, namanya juga usaha. Aku bawakan tuh dua orang temenku kesana, ternyata karang gigi mereka tidak bisa mewakili untuk ujian, karena termasuk bersih giginya. yach, aku akhirnya berusaha untuk nyari lagi temenku. Alhamdulillah akhirnya dapat juga. Dan tentunya tinggal menunggu giliran saya untuk dieksekusi, ha ha ha.

Ternyata menanti untuk cabut gigi itu juga membuat galau juga. Ada rasa takut dan harap-harap cemas karena diriku termasuk orang yang takut dengan jarum suntik. Apalagi nanti yang akan disuntik kan gusinya. ngeri…. Tapi kalau diingat-ingat sih dulu waktu aku cabut gigi juga g apa-apa.

Ketakutan kita paling ekstrim terhadap jarum suntik itu ketika jarum itu belum disuntikkan, padahal ketika disuntikkan rasanya tidak sesakit yang dibayangkan.