Miskin Tak Selalu Bodoh

Karena semua orang berhak berpendidikan

Agenda akhir minggu yang saya lakukan bersama dengan teman-teman selorong asrama minggu kemaren berkunjung ke salah satu rumah mereka yang kebetulan tidak jauh dari pantai Kuwaru. Saya bersama M. Fajrus Shoddiq, Rudiyanto, Ibnu Hasan, Akmal Maulizar, dan Mansur Hidayat pergi ke Kuwaru menggunakan sepeda motor.  Niat untuk jalan-jalan ini sebenarnya sudah kami agendakan pada awal semester yang lalu, tapi ternyata baru bisa berjalan setelah Ujian Mid Semester Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berlangsung. Pantai Kuwaru terletak di Dusun Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Memang bagi wisatawan pantai ini belum begitu familiar, tapi menurut saya lebih bagus dibanding Pantai parangtritis.

Perjalanan penuh makna ini  kami mulai dari asrama sekitar pukul 16.30 WIB, rintik-rintik hujan hampir saja membuat saya menggagalkan agenda ini, karena buat apa jauh-jauh hujan-hujanan ke pantai. Tapi kami nekat menggunakan sepeda motor ke pantai. Alhamdulillah sampai di tengah perjalanan rintik hujan mulai menghilang dan sampai di pantai ternyata cerah. Setelah kami memarkir motor, kami langsung menuju ke pantai untuk menikmati pemandangan. Wow, ternyata tidak ada tiket masuk.. Sip sip sip… Di sepanjang pantai terdapat banyak sekali pohon cemara dan akasia, jadi suasana di pantai ini terlihat indah dan sejuk. Sayang sekali memang pantainya sekarang terlihat curam tidak seperti dulu waktu saya kesana. Kami memesan makanan sebelum jalan-jalan.

Setelah puas jalan-jalan karena memang juga sudah maghrib, kami menuju mushola untuk mendirikan sholat jamaah di musholla. Mushollanya sekarang juga sepertinya terlihat lebih besar, mungkin memang sudah direnovasi. Setelah itu, kami menuju warung makan yang tadi kami pesan makanan. Ikan Hiu martil ternyata yang dipesan oleh teman-teman saya, wow.. saya baru tahu ternyata ikan hiu itu tulangnya lunak. Akhirnya kami menyantap hidangan hiu martil bakar itu dengan lahap. dan… habis…

Menuju rumah salah satu teman saya yang ternyata merupakan Pondok Pesantren Ar Rahmah, kami ketinggalan sholat jamaah isya karena sudah selesai. Bapaknya temanku ini sedang memberikan kultum kepada santri-santri yang ada disana saat kami tiba. Akhirnya kami sholat jamaah sendiri dengan diimami oleh tuan rumah. Setelah itu kami nonton bareng pertandingan antara Manchester City vs saya lupa. Tidur deh…

Bangun pada subuh hari kami melaksanakan sholat berjamaah dengan semua santri. Kemudian kami jalan-jalan lagi ke jembatan terpanjang di Yogyakarta dan  mencari sarapan. Kami menuju sebuah warung nasi uduk yang menurut saya sangat rame. Wah saya baru tahu, ternyata nasi uduk itu nasi gurih ya. Tapi saya pagi itu tidak memesan nasi uduk, bubur ayam menjadi pilihan karena lebih pas kayaknya buat dimakan pagi-pagi.

Dan akhirnya kami pulang… he he he

Saya hanya bisa berdoa semoga dengan agenda seperti ini jalinan silaturahim antara teman-teman di lorong kami menjadi semakin baik. Bahkan bisa menjadi yang terbaik. Karena agenda seperti ini sangat penting disamping program resmi yang diberikan oleh pihak Unires. Semangat selalu untuk semua teman-temanku, semoga kita semua menjadi yang terbaik di kehidupan kita, jangan pernah melupakan agenda seperti ini. Mungkin sekarang kita belum bisa mengambil manfaatnya, tapi suatu saat nanti saya yakin kenangan manis ini akan selalu terkenang.

Categories: wisata

PROFIL AKU

choirul huda


Popular Posts

Interaksi Dosen dan

Interaksi antara dosen dengan mahasiswa didalam kelas yang seharusnya menjadi ...

Tulisanku g mutu, ne

Tulisan saya hanya berasal dari sampah-sampah yang berserakan dijalan-jalan yang ...

Award Spesial di Muh

Waktu kecil dulu dapet cerita oleh masyarakat sekitar di desaku ...

Islam Itu Saudara

Bismillahirrohmanirrohiim..... “Pernah suatu kali ada serombongan kelompok Islam yang lewat di ...

Belajar Bersabar

Saya sudah stand by di depan netbook dari tadi pagi, ...