Miskin Tak Selalu Bodoh

Karena semua orang berhak berpendidikan

Bunuh Diri

Posted by choirul huda 52 Comments

Bunuh diri menjadi pilihan terakhir dari seorang teman adekku yang baru menduduki kelas 2 SMA. Karena masalah percintaan  membuat dirinya nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di blandar rumahnya. Memang sempat terselamatkan karena dia belum mati ketika berada di blandar, tapi ketika dibawa ke Puskesmas, nyawanya melayang sia-sia. Sungguh keputusan yang sangat disayangkan jika hanya gara-gara masalah cinta seorang anak remaja rela mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Keputusan yang menurut saya adalah pendaftaran diri menuju ke neraka. (Mohon pencerahannya).

Memilih untuk bunuh diri itu mungkin juga sudah dipikirkan dengan sangat matang oleh pelakunya. Jika tidak dipikirkan dengan matang, tidak mungkin dia rela membunuh dirinya sendiri dengan cara-cara gila. Bayangkan saja ketika kemaren saya melihat sebuah berita di salah satu TV swasta yang memberitakan seorang yang bunuh diri dengan cara menerjunkan dirinya dari lantai atas sebuah mall. Saya sendiri ngeri membayangkan bagaimana rasanya ketika orang tersebut jatuh kemudian patah tulang-tulangnya. Malah ada yang sempat guyonan, “kalau langsung mati mungkin enak, tapi kalau malah g jadi mati kan malah repot”. Oh sungguh pilihan yang sangat goblog untuk memilih bunuh diri.

“Hai orang-orang yg beriman bertakwalah kamu kepada Allah sebenar-benar takwa kepadaNya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”

Ayat Al Qur’an diatas selalu dipaparkan oleh khatib jum’at ketika khatib menyampaikan khutbahnya. Iya, wasiat takwa merupakan rukun yang harus disampaikan oleh khatib agar umat Islam selalu bertambah taqwa kepada Allah SWT. Jelas sekali dalam ayat diatas bahwa orang-orang yang beriman disuruh jangan sekali-sekali mati melainkan dalam keadaan Islam. Karena mati dalam keadaan Islam itu sungguh suatu hal yang amat mulia. Bahkan seperti yang saya ketahui selama ini ada motto yang sangat menyemangati “Hidup mulia atau mati syahid”. 

Semoga kita semua bisa memilih jalan yang terbaik untuk menghadapi berbagai macam masalah yang menghadang. Karena memang masalah itu sudah menjadi hal yang wajar dalam kehidupan kita. Ingatlah bahwa Allah tidak membebani melainkan atas kemampuan kita. Dan setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Semangat selalu semoga kita semua mati dalam keadaan husnul khotimah. aamiin

Categories: dakwah

PROFIL AKU

choirul huda


Popular Posts

Fenomena Tawuran Sup

Bismillahirrohmanirrohiim..... Tawuran suporter Persita tangerang dengan warga dipicu karena mereka ...

Hati-hati Ada Cacing

Proses penyembelihan hewan kurban berlangsung meriah karena warga satu RT ...

Crop Circle UFO Slem

Alam memberikan pemandangan yang selalu saja memanjakan mata manusia sekaligus ...

Dokter Spesialis dia

Aku tersenyum-senyum sendiri dari kejauhan ketika melihat salah satu pasien ...

Usaha Maksimal Untuk

“ANDA PUAS, BERI TAHU TEMAN ANDA ANDA KURANG PUAS, BERI TAHU ...