Miskin Tak Selalu Bodoh

Karena semua orang berhak berpendidikan


Penolakan konser Lady Gaga di Indonesia menjadi isu yang sangat menarik akhir-akhir ini. Penolakan Konser Lady Gaga bukan tanpa alasan, banyak sekali alasan yang menjadikan konser Lady Gaga harus dibatalkan. Setelah penolakan dari komunitas kristen di Korea Selatan, Filipina, China, dan Timur Tengah, kali ini penolakan konser Lady Gaga di Indonesia diserukan oleh umat Islam. Penolakan umat beragama ini bukan saja karena Lady Gaga berbahaya terhadap agama, akan tetapi juga pada moral, agama, budaya, dan etika. Hal yang paling berbahaya adalah Lady Gaga membawa pemahaman tentang homoseksualitas dan pornografi secara bebas, selain itu wanita jelmaan iblis ini juga merupakan boneka illuminati yang selalu membawa sihir seperti selalu memperlihatkan symbol “mata satu” (all-seeing eye) dan dewa “Baphomet” (dewanya penyembah setan) dalam konser dan video klipnya.

Selain itu Perlu diketahui, ternyata nama Gaga bermakna “kekosongan pikiran, kekacauan, bebas tata nilai dan agama”. Kekosongan pikiran yang bebas dan tata nilai dan agama inilah, yang ingin disebarkan kepada remaja kita, sehingga mudah dipengaruhi, dibentuk, serta digantikan oleh faham-faham sesat. Kita bisa melihat dari larisnya tiket yang dijual, padahal harga tiketnya tidak murah. Dengan harga tiket Rp. 465.000 sampai 2.250.000 (bahkan dinaikkan lagi), rakyat Indonesia masih mampu membeli 50.000 tiket. Hal ini sangat ironis ketika saya sendiri mengingat bagaimana rakyat Indonesia menolak kenaikan harga BBM pada bulan-bulan yang lalu. Atau bayangkan saja bagaimana rakyat Indonesia yang lain yang masih susah untuk mencari air bersih.

Lucunya permasalahan konser Lady Gaga ini sampai pada pembahasan di DPR RI. Parahnya lagi Dubes Amerika Serikat (AS) Scott Marciel mengirim tim keamanan ke Polri guna membahas keamanan konser Lady  Gaga serta mendatangi DPR RI membahas persoaln tersebut. Utusan dari Amerika ini berusaha menjelaskan kepada rakyat Indonesia bahwa Lady Gaga  merupakan ikon yang menunjukkan kebebasan berekspresi. Mereka memberikan keputusan sepenuhnya kepada rakyat Indonesia agar tidak melihat dari sekelompok masyarakat yang menolaknya. Kalau menurut saya sendiri ini adalah intervensi yang sangat ironis dari Amerika kepada pemerintah kita.

Pemerintah Indonesia harus bisa mengambil langkah tegas, jangan sampai keputusan yang diambil mencederai kehormatan Indonesia sebagai negara yang mayoritas rakyatnya beragama Islam. Apalagi ternyata konser Lady Gaga ini belum mendapatkan izin padahal tiket sudah terjual semua. Pihak Promotor seolah memaksa pemerintah dan rakyat Indonesia untuk menerima konser Lady Gaga di Indonesia. Bagi saya sendiri, Konser Lady Gaga tidak pantas diadakan di Indonesia, seperti yang dikatakan oleh Mendikbud mending kalau mau mengadakan konser, datangkan saja artis yang tidak kontroversial.

sumber : http://www.voa-islam.com

Categories: dakwah

PROFIL AKU

choirul huda


Popular Posts

Interaksi Dosen dan

Interaksi antara dosen dengan mahasiswa didalam kelas yang seharusnya menjadi ...

Tulisanku g mutu, ne

Tulisan saya hanya berasal dari sampah-sampah yang berserakan dijalan-jalan yang ...

Award Spesial di Muh

Waktu kecil dulu dapet cerita oleh masyarakat sekitar di desaku ...

Islam Itu Saudara

Bismillahirrohmanirrohiim..... “Pernah suatu kali ada serombongan kelompok Islam yang lewat di ...

Belajar Bersabar

Saya sudah stand by di depan netbook dari tadi pagi, ...